Lima pendaki dari Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) STIK Tamalate, Makassar, dikabakan hilang saat mendaki di Gunung Bawakaraeng sejak 21-24 Juni ,hingga sekarang belum ditemukan.
Demikian disampaikan ketua SAR UNHAS, Jasman Ghadi Rabu (26/6/2013)
Menurut Jasman Ghadi, berdasarkan informasi yang mereka peroleh diperkirakan hilang disekitar pos 10 sampai lembah ramma Gunung bawakaraeng.
"Hilangnya 5 pendaki ini mulai diketahui sejak tadi malam sekitar pukul 22.33 wita. Mengenai ke lima orang tersebut belum dikethui siapa-siapa saja," paparnya.
Ia mengatakan,, dalam pencarian ini timnya menurunkn 4 personil.
Tampilkan postingan dengan label Insiden. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Insiden. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Juni 2013
Kebakaran Di Aertembaga Ludes Rata Tanah
BITUNG - Diduga akibat korsleting listrik, rumah milik Keluarga Hutagalung-Limpong yang terletak di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Aertembaga, Bitung ludes rata tanah, Senin (03/06) pagi sekitar pukul 10.15 WITA.
Salah satu saksi mata, Satria Limpong mengungkapkan bahwa percikan api bermula dari atap rumah, diduga dari jaringan kabel listrik. Limpong mengaku sempat panik dan berteriak meminta pertolongan warga untuk memadamkan api.
Sebab pemilik rumah tidak berada ditempat, sedang kepasar. Seketika api dengan cepat membesar dan menjilati bagian atap rumah. “Dengan cepat bagunan rumah yang terbuat dari papan langsung hangus tidak tersisa,” ujar Limpong.
Kapolres Bitung, AKBP Harvin Raslin SH ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, AKP E Sinaga SSos menegaskan tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini. “Sebab kebakaran masih diselidiki dan kerugian marerial juga belum dapat dipastikan. Saat kebakaran pemilik rumah sedang berada diluar,” sebut Sinaga.
Salah satu saksi mata, Satria Limpong mengungkapkan bahwa percikan api bermula dari atap rumah, diduga dari jaringan kabel listrik. Limpong mengaku sempat panik dan berteriak meminta pertolongan warga untuk memadamkan api.
Sebab pemilik rumah tidak berada ditempat, sedang kepasar. Seketika api dengan cepat membesar dan menjilati bagian atap rumah. “Dengan cepat bagunan rumah yang terbuat dari papan langsung hangus tidak tersisa,” ujar Limpong.
Kapolres Bitung, AKBP Harvin Raslin SH ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, AKP E Sinaga SSos menegaskan tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini. “Sebab kebakaran masih diselidiki dan kerugian marerial juga belum dapat dipastikan. Saat kebakaran pemilik rumah sedang berada diluar,” sebut Sinaga.
Ladbak Truk Sampah Bitung Terpental,Seorang Tukang Ojek Tewas Ditempat
BITUNG – Sekitar pukul 10.45 wita Rabu (5/6)dijalan Pateten III menuju pasar Winenet terjadi kecelakaan lalu lintas.
Dimana seorang tukang ojek Irawan 41 tahun warga Sari Kelapa kelurahan Bitung Timur kecamatan Maesa tewas ditempat.
Pasalnya korban terbentur kencangnya pukulan ladbak truk sampah DB 8029 CA milik Dinas Kebersihan kota Bitung.
Berdasarkan keterangan saksi Hasan dilokasi kejadian bahwa ladbak truk sampah tersebut menabrak pohon Akasia dan tiba-tiba terpental mengarah ke motor Honda yang dikendarai Irawan.
Kapolres Bitung AKBP Harvin Raslin melalui Kasatlantas AKP La Daena S.Sos ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan barang bukti truk,motor Honda dan sopirnya telah diamankan di Mapolres Bitung.
Dimana seorang tukang ojek Irawan 41 tahun warga Sari Kelapa kelurahan Bitung Timur kecamatan Maesa tewas ditempat.
Pasalnya korban terbentur kencangnya pukulan ladbak truk sampah DB 8029 CA milik Dinas Kebersihan kota Bitung.
Berdasarkan keterangan saksi Hasan dilokasi kejadian bahwa ladbak truk sampah tersebut menabrak pohon Akasia dan tiba-tiba terpental mengarah ke motor Honda yang dikendarai Irawan.
Kapolres Bitung AKBP Harvin Raslin melalui Kasatlantas AKP La Daena S.Sos ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.
Hingga berita ini dipublikasikan barang bukti truk,motor Honda dan sopirnya telah diamankan di Mapolres Bitung.
Minggu, 16 Juni 2013
Kriminolog : Geng Motor Menjadi Tanggungjawab Semua Pihak Senin, 13 Mei 2013 13:2
Pakar Kriminologi Universitas Hasanuddin, Prof Dr Aswanto, menyatakan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor di Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian tetapi semua kalangan masyarakat.
"Ini bukan saja menjadi tanggung jawab kepolisian karena kecenderungan seorang remaja ingin meluapkan jati dirinya dan ingin diakui keberadaannya di masyarakat," ujarnya saat diundang Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja membahas kekerasan geng motor di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini dikategorikan sebagai penyimpangan karena usia mereka yang belum masuk kategori dewasa.
Sementara jika aksi-aksi kekerasan yang dilakukan itu sudah masuk kategori dewasa, maka diklasifikasikan sebagai pelanggaran hukum atau tindak pidana sehingga model peradilannya juga berbeda antara yang dewasa dengan remaja.
"Ini yang harus dikaji dan harus dikategorikan jenis penyimpangannya, apakah itu dilakukan secara berulang atau tidak. Pembuktian itu akan diketahui saat penyidikan," katanya.
Aswanto mengaku jika aksi kekerasan yang dilakukan kelompok remaja yang masih duduk di bangku sekolah baik SMP maupun SMA ini banyak meniru tayangan kekerasan lewat televisi.
Media televisi menjadi salah satu alat yang paling cepat untuk mempelajari beragam isi acara tersebut, baik tayangan yang sifatnya positif maupun yang negatif.
Jika meniru isi tayangan negatif, ujar dia, yang paling berbahaya jika itu menjadi kebablasan dan tidak segan-segan menjadi lebih beringas.
"Mereka merasa diakui jika melakukan aksi-aksi kekerasanya, apalagi jika dilakukan secara berkelompok maka moral dari individu itu akan berlipat ganda dan cenderung melakukan tindakan-tindakan yang sudah melampaui batas," ucapnya.
Dirinya mengkhawatirkan, jika aksi-aksi yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini tidak segera mendapatkan pembinaan, maka akan menjadi suatu kelompok ekslusif dan dapat menimbulkan keresahan yang lebih besar lagi.
Maka dari itu, dirinya mendesak kepada semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, aparat kepolisian maupun keluarga agar bisa bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada anak-anak remaja agar tidak melakukan penyimpangan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja mengaku, sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga pelaku kekerasan maupun pengrusakan, serta yang melakukan pelemparan bom molotov di sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) dan rumah ibadah.
Salah satu anggota geng motor yang diringkus yakni pimpinan geng motor Mappakoe berinisial A yang masih berusia 17 tahun.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan apakah anak yang tertangkap tangan di Kendari sebelum melarikan diri ke Jakarta itu terkait dengan penikaman wartawan atau tidak karena beberapa tindak kekerasan serta pelemparan bom molotov itu sudah diakuinya," katanya.
"Ini bukan saja menjadi tanggung jawab kepolisian karena kecenderungan seorang remaja ingin meluapkan jati dirinya dan ingin diakui keberadaannya di masyarakat," ujarnya saat diundang Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja membahas kekerasan geng motor di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini dikategorikan sebagai penyimpangan karena usia mereka yang belum masuk kategori dewasa.
Sementara jika aksi-aksi kekerasan yang dilakukan itu sudah masuk kategori dewasa, maka diklasifikasikan sebagai pelanggaran hukum atau tindak pidana sehingga model peradilannya juga berbeda antara yang dewasa dengan remaja.
"Ini yang harus dikaji dan harus dikategorikan jenis penyimpangannya, apakah itu dilakukan secara berulang atau tidak. Pembuktian itu akan diketahui saat penyidikan," katanya.
Aswanto mengaku jika aksi kekerasan yang dilakukan kelompok remaja yang masih duduk di bangku sekolah baik SMP maupun SMA ini banyak meniru tayangan kekerasan lewat televisi.
Media televisi menjadi salah satu alat yang paling cepat untuk mempelajari beragam isi acara tersebut, baik tayangan yang sifatnya positif maupun yang negatif.
Jika meniru isi tayangan negatif, ujar dia, yang paling berbahaya jika itu menjadi kebablasan dan tidak segan-segan menjadi lebih beringas.
"Mereka merasa diakui jika melakukan aksi-aksi kekerasanya, apalagi jika dilakukan secara berkelompok maka moral dari individu itu akan berlipat ganda dan cenderung melakukan tindakan-tindakan yang sudah melampaui batas," ucapnya.
Dirinya mengkhawatirkan, jika aksi-aksi yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini tidak segera mendapatkan pembinaan, maka akan menjadi suatu kelompok ekslusif dan dapat menimbulkan keresahan yang lebih besar lagi.
Maka dari itu, dirinya mendesak kepada semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, aparat kepolisian maupun keluarga agar bisa bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada anak-anak remaja agar tidak melakukan penyimpangan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja mengaku, sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga pelaku kekerasan maupun pengrusakan, serta yang melakukan pelemparan bom molotov di sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) dan rumah ibadah.
Salah satu anggota geng motor yang diringkus yakni pimpinan geng motor Mappakoe berinisial A yang masih berusia 17 tahun.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan apakah anak yang tertangkap tangan di Kendari sebelum melarikan diri ke Jakarta itu terkait dengan penikaman wartawan atau tidak karena beberapa tindak kekerasan serta pelemparan bom molotov itu sudah diakuinya," katanya.
Pelaku Usaha Manado Wajib Miliki Dokumen UKL / UPL
Pelaku usaha di Kota Manado wajib memiliki dokumen Usaha Kelola Lingkungan dan Usaha Penegelolaan Lingkungan (UKL/UPL).
Demikian ditegaskan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manado, Johsua Pangkerego.
Menurutnya, sebelum melakukan usaha di Manado, pengusaha wajib memiliki dokumen kajian UKL/UPL.
Dikatakan Pengkerego, pengurusan atau pembuatan UKL/UPL tidak dipungut biaya alias gratis.
Dijelaskan, bila pihak pengusaha tidak tahu membuat sendiri, bisa melalui jasa konsultan, untuk menyusun UKL/UPL bahkan BLH pun siap memfasilitasi UKL/UPL mencarikan konsultan.
Di tambahkan, pihaknya hanya sebatas memfasilitasi, karena pegawai BLH dilarang menerima uang.
Demikian ditegaskan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manado, Johsua Pangkerego.
Menurutnya, sebelum melakukan usaha di Manado, pengusaha wajib memiliki dokumen kajian UKL/UPL.
Dikatakan Pengkerego, pengurusan atau pembuatan UKL/UPL tidak dipungut biaya alias gratis.
Dijelaskan, bila pihak pengusaha tidak tahu membuat sendiri, bisa melalui jasa konsultan, untuk menyusun UKL/UPL bahkan BLH pun siap memfasilitasi UKL/UPL mencarikan konsultan.
Di tambahkan, pihaknya hanya sebatas memfasilitasi, karena pegawai BLH dilarang menerima uang.
Kebakaran Di Aertembaga Ludes Rata Tanah
Diduga akibat korsleting listrik, rumah milik Keluarga Hutagalung-Limpong yang terletak di Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Aertembaga, Bitung ludes rata tanah, Senin (03/06) pagi sekitar pukul 10.15 WITA.
Salah satu saksi mata, Satria Limpong mengungkapkan bahwa percikan api bermula dari atap rumah, diduga dari jaringan kabel listrik. Limpong mengaku sempat panik dan berteriak meminta pertolongan warga untuk memadamkan api.
Sebab pemilik rumah tidak berada ditempat, sedang kepasar. Seketika api dengan cepat membesar dan menjilati bagian atap rumah. “Dengan cepat bagunan rumah yang terbuat dari papan langsung hangus tidak tersisa,” ujar Limpong.
Kapolres Bitung, AKBP Harvin Raslin SH ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, AKP E Sinaga SSos menegaskan tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini. “Sebab kebakaran masih diselidiki dan kerugian marerial juga belum dapat dipastikan. Saat kebakaran pemilik rumah sedang berada diluar,” sebut Sinaga.
Salah satu saksi mata, Satria Limpong mengungkapkan bahwa percikan api bermula dari atap rumah, diduga dari jaringan kabel listrik. Limpong mengaku sempat panik dan berteriak meminta pertolongan warga untuk memadamkan api.
Sebab pemilik rumah tidak berada ditempat, sedang kepasar. Seketika api dengan cepat membesar dan menjilati bagian atap rumah. “Dengan cepat bagunan rumah yang terbuat dari papan langsung hangus tidak tersisa,” ujar Limpong.
Kapolres Bitung, AKBP Harvin Raslin SH ketika dikonfirmasi melalui Kasubag Humas, AKP E Sinaga SSos menegaskan tidak ada korban jiwa dari peristiwa kebakaran ini. “Sebab kebakaran masih diselidiki dan kerugian marerial juga belum dapat dipastikan. Saat kebakaran pemilik rumah sedang berada diluar,” sebut Sinaga.
FMPK Minta Bupati Copot Hukum Tua Desa Karoa Kec,TompasoBaru Bonny N.M. Lobot
Forum Masyarakat Peduli Keadilan (FMPK ) Desa Karowa Kecamatan Tompaso Baru Minahasa Selatan Menolak Hukum tua Bonny N.M. Lobot sebagai Hukum Tua.
Alasan nya Forum Masyarakat Peduli Keadilan(FMPK) Menolak Hukum Tua Bonny Lobot Di Duga banyak hal anggaran desa yang selama 6 Tahun tidak di realisasi sebagai mana mestinya dan juga bantuan sosial Tahun 2010 sebesar Rp.60 juta entah kemanah dan banyak permasalahan bantuan yang tidak tepat pada sasaran dan tidak ada bukti .
Kata Jhony Poluan,”Dan lebih lagi Hukum Tua Bonny Lobot Penah terlibat tindak pidana,Perbuatan tidak menyenangkan yang di putuskan Pengadilan Negeri Amurang No.124/SK/PID/2013/PN.AMG ,dengan pidana penjara selama 3 (tiga) Bulan dan telah berkekuatan Hukum tetap,Namun sampai hari ini oknum Hukum tua tersebut masih berkeliaran di luar.Yang lebih para lagi sering duduk berkelompok minum minuman keras sampai mabuk,melakukan penjudian togel yang jelas jelas dilarang oleh pemerintah sehingga banyak generasi muda yang ikut jejak Hukum Tua”.
Menurut Jhony Poluan dan Mody Mokosuli, Forum Masyarakat Peduli Keadilan(FMPK) mereka sudah menyurati kepada Bupati Christiani Eugenia Paruntu.SE untuk membatalkan Hukum Tua Bonny N.M. Lobot yang terpilih dan juga diminta kepada pihak kepolisian untuk memeriksa atas Dugaan Korupsi selama 6 tahun kepemimpinan Hukum tua Desa Karowa, Bonny Lobot.tandas Jhony.Modi .
Alasan nya Forum Masyarakat Peduli Keadilan(FMPK) Menolak Hukum Tua Bonny Lobot Di Duga banyak hal anggaran desa yang selama 6 Tahun tidak di realisasi sebagai mana mestinya dan juga bantuan sosial Tahun 2010 sebesar Rp.60 juta entah kemanah dan banyak permasalahan bantuan yang tidak tepat pada sasaran dan tidak ada bukti .
Kata Jhony Poluan,”Dan lebih lagi Hukum Tua Bonny Lobot Penah terlibat tindak pidana,Perbuatan tidak menyenangkan yang di putuskan Pengadilan Negeri Amurang No.124/SK/PID/2013/PN.AMG ,dengan pidana penjara selama 3 (tiga) Bulan dan telah berkekuatan Hukum tetap,Namun sampai hari ini oknum Hukum tua tersebut masih berkeliaran di luar.Yang lebih para lagi sering duduk berkelompok minum minuman keras sampai mabuk,melakukan penjudian togel yang jelas jelas dilarang oleh pemerintah sehingga banyak generasi muda yang ikut jejak Hukum Tua”.
Menurut Jhony Poluan dan Mody Mokosuli, Forum Masyarakat Peduli Keadilan(FMPK) mereka sudah menyurati kepada Bupati Christiani Eugenia Paruntu.SE untuk membatalkan Hukum Tua Bonny N.M. Lobot yang terpilih dan juga diminta kepada pihak kepolisian untuk memeriksa atas Dugaan Korupsi selama 6 tahun kepemimpinan Hukum tua Desa Karowa, Bonny Lobot.tandas Jhony.Modi .
Senin, 03 Juni 2013
Suasana Poso Tetap Kondusif
POSO - Suasana ibukota Kabupaten Poso paska terjadinya bom bunuh diri tetap kondusif. Aktivitas warga tetap berjalan seperti biasanya. Warga di pasar tradisional Poso tetap menjalankan kegiatan perdagangannya seperti biasa.
Pada saat kejadian, yakni pagi hari sekitar pukul 08.05 wita pagi, sempat terjadi kerumunan di depan Mapolres Poso, namun sesaat kemudian, bubar sendiri. Polisi menutup jalan Pulau Sumatra, tempat Maporles Poso berada. Selain jalan itu, jalan-jalan lainnya terlihat normal seperti biasanya.
Para pegawai negeri sipil kelihatan bekerja seperti biasanya, begitu pula dengan toko-toko dan kios tampak dibuka sebagaimana sehari-harinya.
Hingga saat ini, belum dilakukan olah TKP atas insiden bom bunuh diri tersebut. Namun demikian, aparat tetap berjaga-jaga.
Pada saat kejadian, yakni pagi hari sekitar pukul 08.05 wita pagi, sempat terjadi kerumunan di depan Mapolres Poso, namun sesaat kemudian, bubar sendiri. Polisi menutup jalan Pulau Sumatra, tempat Maporles Poso berada. Selain jalan itu, jalan-jalan lainnya terlihat normal seperti biasanya.
Para pegawai negeri sipil kelihatan bekerja seperti biasanya, begitu pula dengan toko-toko dan kios tampak dibuka sebagaimana sehari-harinya.
Hingga saat ini, belum dilakukan olah TKP atas insiden bom bunuh diri tersebut. Namun demikian, aparat tetap berjaga-jaga.
Senin, 20 Mei 2013
Pasien Jiwa Tewas, Polisi Gelar Perkara
Penyidik Polsek Mamajang terus mengusut adanya dugaan unsur pidana dalam kasus tewasnya dua pasien jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulsel di Jalan Lanto Daeng Pasewang.
Dua pasien yang tewas adalah saudara kembar Hasan (16) dan Husein (16) warga Kampung Pucue, Desa Pao-pao, Kecamatan Tanete Rilau, Barru. Keduanya ditemukan tewas di kamar pasien.
"Pekan ini kami akan gelar perkara untuk menguatkan adanya unsur kelalaian serta pelanggaran prosedur dalam kasus ini," kata Kapolsek Mamajang, AKP Agus Chaerul, Kamis (16/5).
Sebelumnya, penyidik polsek mengaku telah memeriksa saksi-saksi diantaranya dr Agus, Koordinator Pasien. Saksi lainnya adalah Ismail, pegawai.
Sekadar diketahui, dua bersaudara ini ditemukan tewas tertutup bantal serta kain. Diduga, korban tewas akibat dicekik oleh rekan sekamarnya yang juga mengalami gangguan jiwa berat yakni Daniel Layar (39), warga Makale, Tana Toraja.
Kedua korban dirawat di rumah sakit, Jumat (12/4) sekitar pukul 23.00 Wita. Sedangkan Daniel sendiri dimasukkan oleh keluarganya pada tanggal yang sama. Ketiganya satu kamar dalam keadaan terikat di atas tempat tidur. Namun, Daniel berhasil memutuskan ikatan. Akibat kelalaian ini, pihak keluarga korban tidak menerima kematian Hasan dan Husain.
"Kami tidak terima kematiannya. Kami mempersoalkan kenapa ini bisa terjadi," kata keluarga korban.
Korban sendiri dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, sedangkan pelaku tidak dapat dimintai keterangan karena tidak waras.
Dua pasien yang tewas adalah saudara kembar Hasan (16) dan Husein (16) warga Kampung Pucue, Desa Pao-pao, Kecamatan Tanete Rilau, Barru. Keduanya ditemukan tewas di kamar pasien.
"Pekan ini kami akan gelar perkara untuk menguatkan adanya unsur kelalaian serta pelanggaran prosedur dalam kasus ini," kata Kapolsek Mamajang, AKP Agus Chaerul, Kamis (16/5).
Sebelumnya, penyidik polsek mengaku telah memeriksa saksi-saksi diantaranya dr Agus, Koordinator Pasien. Saksi lainnya adalah Ismail, pegawai.
Sekadar diketahui, dua bersaudara ini ditemukan tewas tertutup bantal serta kain. Diduga, korban tewas akibat dicekik oleh rekan sekamarnya yang juga mengalami gangguan jiwa berat yakni Daniel Layar (39), warga Makale, Tana Toraja.
Kedua korban dirawat di rumah sakit, Jumat (12/4) sekitar pukul 23.00 Wita. Sedangkan Daniel sendiri dimasukkan oleh keluarganya pada tanggal yang sama. Ketiganya satu kamar dalam keadaan terikat di atas tempat tidur. Namun, Daniel berhasil memutuskan ikatan. Akibat kelalaian ini, pihak keluarga korban tidak menerima kematian Hasan dan Husain.
"Kami tidak terima kematiannya. Kami mempersoalkan kenapa ini bisa terjadi," kata keluarga korban.
Korban sendiri dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, sedangkan pelaku tidak dapat dimintai keterangan karena tidak waras.
Polisi Sita 3.204 Botol Miras
Aparat Polsek Tamalate Makassar berhasil mengamankan 3204 botol minuman keras berbagai merek dari Toko Ansar milik H. Amir di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate Makassar Jumat (17/5).
Jenis minuman keras (miras) yang berhasil diamankan yakni
miras bermerek Topi Roja 32 dos totalnya 384 boto., Topi roja kecil 9 dos dengan total 108 botol, miras merek Bendi Top 6 dos dengan total 72 botol, Mension House besar 3 dos dengan jumlah 72 botol, Mension House kecil sebanyak 10 dos dengan jumlah total 240 botol, New Nepor = 4 dos dengan total 48 botol, anggur kecil 2 dos jumlah keseluruhan 48 botol Anggur besar 180 dos dengan total 2160 botol sehingga dari keseluruhan jumlah total miras yang berhasil disita berjumlah 3.204 botol
Operasi dipimpin Kapolsek Tamalate, AKP Suaeb Majid bersama 25 orang personil Pamka dan Pamtup. Adapun Barang bukti miras tersebut di amankan di Polsek Tamalate dan di buatkan surat tanda terima.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes, Endi Sutendi mengatakan, barang bukti semuanya sudah diamankan dan untuk pemilik toko sedang menjalani pemeriksaan.
Jenis minuman keras (miras) yang berhasil diamankan yakni
miras bermerek Topi Roja 32 dos totalnya 384 boto., Topi roja kecil 9 dos dengan total 108 botol, miras merek Bendi Top 6 dos dengan total 72 botol, Mension House besar 3 dos dengan jumlah 72 botol, Mension House kecil sebanyak 10 dos dengan jumlah total 240 botol, New Nepor = 4 dos dengan total 48 botol, anggur kecil 2 dos jumlah keseluruhan 48 botol Anggur besar 180 dos dengan total 2160 botol sehingga dari keseluruhan jumlah total miras yang berhasil disita berjumlah 3.204 botol
Operasi dipimpin Kapolsek Tamalate, AKP Suaeb Majid bersama 25 orang personil Pamka dan Pamtup. Adapun Barang bukti miras tersebut di amankan di Polsek Tamalate dan di buatkan surat tanda terima.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes, Endi Sutendi mengatakan, barang bukti semuanya sudah diamankan dan untuk pemilik toko sedang menjalani pemeriksaan.
Bos Warnet Blazt Dirampok
Denny Boy, bos Warnet Blazt di Jalan Cendrawasih III, bernama Denny Boy, Minggu (19/5) siang dirampok tiga orang pria tak dikenal.
Pelaku perampokan beraksi dengan menggunakan helm standar serta penutup wajah. Saat beraksi perampok menodong korban dengan badik.
Melihat korban tak berdaya, dua pelaku perampokan beraksi dengan mengobrak abrik laci kasir mengambil 15 gram emas, BlackBerry, handphone serta uang tunai Rp 300 ribu.
Denny saat melapor di Polsek Mariso mengungkapkan, pelaku berpura-pura sebagai pelanggan warnet. Mereka berpura-pura mencari teman. Melihat suasana sepi, ketiganya beraksi dengan menodong korban.
Satu pelaku menodong serta dua lainnya menarik kalung emas dari leher korban. Keduanya juga menguras barang berharga milik Denny.
''Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena ditodong badik. Kalau saya berteriak, pelaku akan menikam saya,'' kata korban.
Kapolsek Mariso AKP Amri Yahya mengatakan, pelaku hanya menodong korban. Menurut Amri, aksi perampokan di warnet di siang bolong mulai marak terjadi. Tiga hari lalu sebuah warnet di Kecamatan Mamajang juga dirampok. Disusul warnet Blazt di Jalan Cendrawasih III.
Pelaku perampokan beraksi dengan menggunakan helm standar serta penutup wajah. Saat beraksi perampok menodong korban dengan badik.
Melihat korban tak berdaya, dua pelaku perampokan beraksi dengan mengobrak abrik laci kasir mengambil 15 gram emas, BlackBerry, handphone serta uang tunai Rp 300 ribu.
Denny saat melapor di Polsek Mariso mengungkapkan, pelaku berpura-pura sebagai pelanggan warnet. Mereka berpura-pura mencari teman. Melihat suasana sepi, ketiganya beraksi dengan menodong korban.
Satu pelaku menodong serta dua lainnya menarik kalung emas dari leher korban. Keduanya juga menguras barang berharga milik Denny.
''Saya tidak bisa berbuat apa-apa karena ditodong badik. Kalau saya berteriak, pelaku akan menikam saya,'' kata korban.
Kapolsek Mariso AKP Amri Yahya mengatakan, pelaku hanya menodong korban. Menurut Amri, aksi perampokan di warnet di siang bolong mulai marak terjadi. Tiga hari lalu sebuah warnet di Kecamatan Mamajang juga dirampok. Disusul warnet Blazt di Jalan Cendrawasih III.
Minggu, 12 Mei 2013
Ayah Dua Anak Ditemukan Tewas Tergantung di Woloan I Tomohon Barat
Warga Kelurahan Woloan I Tomohon Barat , Minggu (12/05) sekitar pukul 15.00 Wita dihebohkan dengan kematian RT alias Udy (33).
Ayah dua anak ini ditemukan kakaknya telah tewas di kamar belakang rumah orang tuanya yang terletak di Lingkungan IV Woloan I.
Informasi yang dihimpun manadotoday.com, Udy yang setelah menikah tinggal di Paslaten I Tomohon Timur tersebut, Minggu (12/05) sekitar pukul 10.00 Wita ke Woloan untuk arisan.
Tak pernah terlintas dalam benak keluarga jika peristiwa tersebut akan terjadi. Seperti disuruh, akhirnya sekitar pukul 15.00 Wita, kakak Udy ke kamar belakang rumah mereka. Bagai disambar petir, kakaknya terkejut setelah melihat adiknya telah tergantung kaku dan sudah meninggal. Ia pun langsung memberitahukan kepada anggota keluarga yang lain. Felix, ayah korban pun seakan tak percaya anaknya akan tewas seperti itu.
”Selama ini tak pernah ada masalah di antara kami. Udy dan kakaknya yang berprofesi sebagai tukang aman-aman saja,”ungkap ayah korban menahan tangis.
Kapolres Tomohon AKBP Marlien J Tawas SH MH membenarkan peristiwa tersebut. (
Walikota Kunjungi Korban Kebakaran di Karombasan Selatan
Usai mengelilingi Kota Manado, Walikota GS Vicky Lumentut langsung menuju lokasi kebakaran di kelurahan Karombasan Selatan Lingkungan I, yang menimpa keluarga Rakinaung Watania yang ditempati oleh 5 orang, masing-masing Yan Watania (lansia), Hery Rakinaung, Yunita Watania, Reynol Rakinaung, dan Ravael Rakinaung.
Tak pelak, dengan kejadian tersebut Walikota pilihan rakyat itu menghimbau masyarakat agar berhati-hati mengunakan alat-alat listrik sehingga tidak terjadi korsleting yang mengakibatkan kebaran.
“Antisipasi semua yang bersinggungan dengan hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran,”kata Lumentut
Tak pelak, dengan kejadian tersebut Walikota pilihan rakyat itu menghimbau masyarakat agar berhati-hati mengunakan alat-alat listrik sehingga tidak terjadi korsleting yang mengakibatkan kebaran.
“Antisipasi semua yang bersinggungan dengan hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran,”kata Lumentut
Anggota TNI ditembak di depan Mako Raider Makassar
Anggota Batalyon Kavaleri (Yonkav) 10 Serbu Makassar, Pratu Andi Kristanto, mengalami luka pada lengan kanan setelah ditembak oleh orang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepat di depan Markas Komando Raider Lintas Udara 700 di Tamalanrea, Makassar Jumat (3/5) dini hari.
Jaya (34), saksi pekerja bengkel mengatakan, insiden peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 Wita. Pelaku berjumlah tiga orang. Usai menembak, mereka meninggalkan tempat kejadian dengan mengendarai sepeda motor.
Menurut Jaya, dia diajak oleh korban mengunjungi warung sari laut Silva milik korban di depan Perumahan Bukit Khatulistiwa. Soalnya, ada informasi jika warung miliknya sering didatangi seorang pemalak untuk meminta uang dengan berbagai alasan.
"Saya diajak korban untuk mencari tahu orang yang sering memalak di warungnya. Sampai tengah malam akhirnya kami menemukan pelaku yang sering memalak di depan Markas Komando Raider 700 di depan toko Pink," kata Jaya.
Para pelaku menggunakan dua sepeda motor, yaitu Yamaha Vixion dengan nomor polisi DD 4544 R dan satu lagi tidak diketahui jenisnya. Korban dan Jaya kemudian menghampiri para pelaku.
Belum sempat bertanya, mereka langsung dipukul oleh para pelaku. Korban dengan bekal ilmu bela dirinya melakukan perlawanan dan terjadi perkelahian yang tak seimbang.
Pelaku kemudian mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan menggunakan senjata airsoftgun. Saat mengeluarkan senjata, Jaya berusaha menghindar dan menyelamatkan diri ke dalam Markas Raider 700 karena dikejar oleh pelaku.
Di tempat kejadian, ditemukan peluncur senjata airsoftgun (alat kokang). Kepolisian Sektor Tamalanrea yang tiba di tempat kejadian kemudian mengamankan barang bukti.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi, saat dikonfirmasi mengatakan pelaku memiliki ciri-ciri berambut cepak, berbadan tegap, dengan tinggi diperkirakan 170 sentimeter dan kulit sawo matang.
"Polsek Tamalanrea sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Enam orang diperiksa sebagai saksi. Penyidik masih terus mendalami kasus ini, termasuk motif dan jenis senjata yang digunakan," pungkas Endi.
Jaya (34), saksi pekerja bengkel mengatakan, insiden peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.30 Wita. Pelaku berjumlah tiga orang. Usai menembak, mereka meninggalkan tempat kejadian dengan mengendarai sepeda motor.
Menurut Jaya, dia diajak oleh korban mengunjungi warung sari laut Silva milik korban di depan Perumahan Bukit Khatulistiwa. Soalnya, ada informasi jika warung miliknya sering didatangi seorang pemalak untuk meminta uang dengan berbagai alasan.
"Saya diajak korban untuk mencari tahu orang yang sering memalak di warungnya. Sampai tengah malam akhirnya kami menemukan pelaku yang sering memalak di depan Markas Komando Raider 700 di depan toko Pink," kata Jaya.
Para pelaku menggunakan dua sepeda motor, yaitu Yamaha Vixion dengan nomor polisi DD 4544 R dan satu lagi tidak diketahui jenisnya. Korban dan Jaya kemudian menghampiri para pelaku.
Belum sempat bertanya, mereka langsung dipukul oleh para pelaku. Korban dengan bekal ilmu bela dirinya melakukan perlawanan dan terjadi perkelahian yang tak seimbang.
Pelaku kemudian mengeluarkan senjata dan melakukan penembakan menggunakan senjata airsoftgun. Saat mengeluarkan senjata, Jaya berusaha menghindar dan menyelamatkan diri ke dalam Markas Raider 700 karena dikejar oleh pelaku.
Di tempat kejadian, ditemukan peluncur senjata airsoftgun (alat kokang). Kepolisian Sektor Tamalanrea yang tiba di tempat kejadian kemudian mengamankan barang bukti.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Endi Sutendi, saat dikonfirmasi mengatakan pelaku memiliki ciri-ciri berambut cepak, berbadan tegap, dengan tinggi diperkirakan 170 sentimeter dan kulit sawo matang.
"Polsek Tamalanrea sudah melakukan olah tempat kejadian perkara. Enam orang diperiksa sebagai saksi. Penyidik masih terus mendalami kasus ini, termasuk motif dan jenis senjata yang digunakan," pungkas Endi.
Stress, Warga Faisal Gantung Diri
Diduga karena stress, Hendra, warga Jalan Faisal nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di sumur rumahnya, Jumat (10/5) sekitar pukul 07.30
Kanit Reskrim Polsekta Panakkukang, Iptu Andi Aris membenarkan adanya kejadian tersebut. Andi mengatakan, jenasah faizal ditemukan pertama kali oleh ibunya sendiri saat hendak mengambil air untuk menyiram bunga.
"Kami mendapat laporan dari warga dan langsung menuju TKP. Dari informasi yang dihimpun korban meninggal akibat gantung diri. Mayat korban ditemukan oleh ibunya sendiri saat mengambil air di sumur untuk menyiram bunga,"terang Andi Aris.
Jenasah Hendra menolak lakukan otopsi. Iformasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum meninggal korban menunjukkan sikap yang lain. Dia suka melamun, menyendiri kayanya korban stres.
Ibu Korban bernama Ros membenarkan, jika mayat anaknya pertamakali ditemukan di dalam sumur dalam kondisi tergantung.
"Saya sementara menimba serta kaget saat melihat ada orang di dalam sumur. Ternyata anak saya. Saya langsung berteriak memanggil tetangga yang kemudian datang membantu,"kata Ros. Ros juga membenarkan, kalau anaknya akhir akhir ini selalu diam dan sering mengurung diri di kamar.
Kanit Reskrim Polsekta Panakkukang, Iptu Andi Aris membenarkan adanya kejadian tersebut. Andi mengatakan, jenasah faizal ditemukan pertama kali oleh ibunya sendiri saat hendak mengambil air untuk menyiram bunga.
"Kami mendapat laporan dari warga dan langsung menuju TKP. Dari informasi yang dihimpun korban meninggal akibat gantung diri. Mayat korban ditemukan oleh ibunya sendiri saat mengambil air di sumur untuk menyiram bunga,"terang Andi Aris.
Jenasah Hendra menolak lakukan otopsi. Iformasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum meninggal korban menunjukkan sikap yang lain. Dia suka melamun, menyendiri kayanya korban stres.
Ibu Korban bernama Ros membenarkan, jika mayat anaknya pertamakali ditemukan di dalam sumur dalam kondisi tergantung.
"Saya sementara menimba serta kaget saat melihat ada orang di dalam sumur. Ternyata anak saya. Saya langsung berteriak memanggil tetangga yang kemudian datang membantu,"kata Ros. Ros juga membenarkan, kalau anaknya akhir akhir ini selalu diam dan sering mengurung diri di kamar.
Senin, 06 Mei 2013
Longsor di Desa Lelema Belum Diperbaiki, Jalan Trans Sulawesi Terancam Putus
Janji pemerintah segera memperbaiki ruas jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Lelema Kecamatan Tumpaan, yang longsor pada bulan Januari 2013 lalu hingga kini belum juga diperbaiki.
Padahal longsoran yang sudah mancapai setenga badan jalan, terkesan hanya dibiarkan begitu saja. Pasalnya, hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Kalau belum diperbaiki dengan segera dikhawatirkan bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, apalagi dengan minimnya sarana peringatan di lokasi.
Selain itu, jalan yang menjadi urat nadi perekonomian Minsel dan Sulut pada umumnya ini, dapat saja putus dan tidak dapat dilalui kendaraan. Kalau ini yang terjadi diperkirakan akan ada ratusan juta bahkan miliaran rupiah harus ditanggung oleh warga.
” Inikan aneh, kalau jalan seperti trans Sulawesi ini saja tidak mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah. Bagaimana dengan jalan lain yang mengalami kerusakan, mungkin harus menunggu tahunan baru diperbaiki. Selain itu, kerugian yang diakibatkannya juga tidak kecil, baik secara materi maupun waktu,” ujar Tonny Lumenta SH.
Dia juga menuding Pemprov Sulut tidak responsif dan terkesan melakukan pembiaran.
” Kalau sampai terputus bahkan memakan korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab, Pemerintah pusat selaku pemilik jalan terkesan pilih kasih. Kalau di daerah lain pasti sudah diperbaiki, tapi mungkin karena di Sulut makanya ditunda-tunda. Untuk itu, kami mintakan pemerintah baik di daerah maupun pusat segera melakukan perbaikan,” tandasnya.
Padahal longsoran yang sudah mancapai setenga badan jalan, terkesan hanya dibiarkan begitu saja. Pasalnya, hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Kalau belum diperbaiki dengan segera dikhawatirkan bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, apalagi dengan minimnya sarana peringatan di lokasi.
Selain itu, jalan yang menjadi urat nadi perekonomian Minsel dan Sulut pada umumnya ini, dapat saja putus dan tidak dapat dilalui kendaraan. Kalau ini yang terjadi diperkirakan akan ada ratusan juta bahkan miliaran rupiah harus ditanggung oleh warga.
” Inikan aneh, kalau jalan seperti trans Sulawesi ini saja tidak mendapatkan perhatian serius oleh pemerintah. Bagaimana dengan jalan lain yang mengalami kerusakan, mungkin harus menunggu tahunan baru diperbaiki. Selain itu, kerugian yang diakibatkannya juga tidak kecil, baik secara materi maupun waktu,” ujar Tonny Lumenta SH.
Dia juga menuding Pemprov Sulut tidak responsif dan terkesan melakukan pembiaran.
” Kalau sampai terputus bahkan memakan korban jiwa, siapa yang bertanggung jawab, Pemerintah pusat selaku pemilik jalan terkesan pilih kasih. Kalau di daerah lain pasti sudah diperbaiki, tapi mungkin karena di Sulut makanya ditunda-tunda. Untuk itu, kami mintakan pemerintah baik di daerah maupun pusat segera melakukan perbaikan,” tandasnya.
Gundukan Material di Jalan Apengsembeka Dinilai Bahayakan Pelintas
Pekerjaan proyek drainase dan trotoar di Kelurahan Apengsembeka Kecamatan Tahuna Kabupaten Sangihe, menuai sorotan dari para pengguna jalan.
Material di jalan yang tak beraturan, mengakibatkan ruas jalan di Apengsambeka membahayakan pengguna jalan atau pelintas.
“Kami minta pihak perusahaan bertanggung jawab, karena sudah banyak warga termasuk pengendara roda dua dan empat minta material berupa pasir diletakkan di pekarangan rumah bukan di badan jalan, karena mmebahayakan, apalagi di malam hari,”tegas D Saselah warga Tahuna kepada manadotoday.com Senin (06/05).
Sorotan juga datang dari warga lainnya yang meminta agar pelaksana proyek memperhatikannya.
Material di jalan yang tak beraturan, mengakibatkan ruas jalan di Apengsambeka membahayakan pengguna jalan atau pelintas.
“Kami minta pihak perusahaan bertanggung jawab, karena sudah banyak warga termasuk pengendara roda dua dan empat minta material berupa pasir diletakkan di pekarangan rumah bukan di badan jalan, karena mmebahayakan, apalagi di malam hari,”tegas D Saselah warga Tahuna kepada manadotoday.com Senin (06/05).
Sorotan juga datang dari warga lainnya yang meminta agar pelaksana proyek memperhatikannya.
PNS Setdakab Minahasa Malas Masuk Kantor, Siap-siap Dimutasi
Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Drs Warouw Karouwan, mewarning PNS di lingkup Setdakab agar profesional dalam menjalan tugas. Sebab kenyataannya banyak PNS yang mulai malas masuk kantor.
“Tak masuk kantor lima kali dalam tiga bulan sanksinya akan di mutasi,”tegas Sekda. Menurutnya penegasan bapak bupati dan wakil bupati dan akan di tindak bagi yang tidak disiplin.
Mungkin saja lanjutnya, para PNS ini sudah tak mau lagi bekerja di setdakab, karenanya jika melanggar aturan ini maka siap-siap saja untuk di pindahkan ke dinas atau instansi lain. “PNS yang tak disiplin tandanya tak mau lagi di perintah atasan,”tegas Warouw.
“Tak masuk kantor lima kali dalam tiga bulan sanksinya akan di mutasi,”tegas Sekda. Menurutnya penegasan bapak bupati dan wakil bupati dan akan di tindak bagi yang tidak disiplin.
Mungkin saja lanjutnya, para PNS ini sudah tak mau lagi bekerja di setdakab, karenanya jika melanggar aturan ini maka siap-siap saja untuk di pindahkan ke dinas atau instansi lain. “PNS yang tak disiplin tandanya tak mau lagi di perintah atasan,”tegas Warouw.
Rabu, 24 April 2013
Hotel Mega Bintang Lantai Tiga Terbakar
Lantai tiga hotel Mega Bintang yang terletak di Jalan Supu Yusuf, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) terbakar, Rabu sekitar pukul 14:10 Wita.
Pantauan di lokasi kejadian, saat kajadian itu, para tamu yang ada di dalam hotel itu secara spontan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri-masing-masing setelah mendapat informasi dari penjaga hotel itu.
Salah seorang saksi mata Tato, mengatakan awalnya ia melihat asap berasal dari lantai tiga bagian belakang hotel atau tepanya di bagian gudang.
"Diperkirakan api berasal dari gudang itu. Awalnya saya pikir kebakaran itu adalah bekas ban, namun setelah banyak barang-barang yang dikeluarkan dari gudang yang merupakan awal sumber api itu," katanya.
Warga setempat dan karyawan hotel berusaha menyelamatkan beberapa perabot dalam hotel itu, dan bahkan ada yang melakukan dengan cara melemparkannya keluar dari lantai dua, sebelum mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian.
Beberapa menit setelah si jago merah melalap hotel dilantai tiga kemudian muncul beberapa unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan berhasil memadamkan api dua jam kemudian. Polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas untuk menghindari kemacetan di ruas jalan yang tepatnya berada disudut lapangan parkir eks MTQ Kota Kendari.
Pemilik hotel, Mega Bintang, Bayun, saat ditemui mengatakan api yang muncul dilantai tiga yang membakar seluru aula, diduga dari puntung rokok yang saat dibuang tidak dimatikan sehingga melalap kain yang mudah terbakar di dalam aula hotel itu..
"Saya tidak menudu apakah dari karyawan hotel, ataukah tamu hotel yang tidak sengaja membuang puntung rokoknya pada salah satu tempat, yang dimana terdapat ada bahan baku yang mudah terbakar," katanya.
Kapolsek Mandonga, Kompol Danang Kuswoyo mengatakan, api berasal dari dalam aula hotel lantai tiga. Kemudian menjalar ke tiga kamar hotel. Namun pihaknya belum mengetahui persis penyebab kebakaran tersebut.
"Saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa karyawan yang tinggal di hotel, api berasal dari aula lantai tiga, tempat penyimpanan barang-barang yang mudah terbakar seperti kasur, bantal dan kursi," katanya.
Ia menmabhakan, sebab kebakaran masih dalam proses pendalaman, sebab aula itu digunakan sebagai tempat tinggal karyawan.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun pihaknya memperkirakan kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah
BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim
Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mengimbau warga untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam menyusul adanya cuaca cukup ekstrim di daerah itu.
"Curah hujan di beberapa daerah selama dua pekan terakhir ini menunjukkan peningkatan sehingga beberapa daerah di Sulteng terjadi bencana banjir," kata Kepala BPBD Sulawesi Tengah (Sulteng) Bartholomeus Tandigala di Palu, Kamis.
Menurut dia, semua kabupaten dan kota di Sulteng sangat memungkinkan terjadi bencana banjir dan tanah longsor.
Di Sulteng banyak sekali sungai kecil dan besar dan pada saat curah hujan tinggi sewaktu-waktu banjir, katanya.
Ia juga mengingatkan mengenai kondisi tanah labil sehingga mudah longsor. Hal itu ditambah dengan fungsi hutan yang semakin menurun akibat perambahan dan pembabatan, termasuk untuk areal kebun masyarakat.
Mengingat cuaca dalam dua pekan ini terlihat ektrim, masyarakat khususnya yang bermukim di dekat sungai dan bukit-bukit perlu waspada.
Bartholomeus juga mengatakan soal ketersediaan logistik, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makanan dan keperluan rumah tangga lainnya sebagai cadangan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam masih cukup tersedia dalam jumlah memadai.
Soal stok logistik untuk korban bencana alam di Sulteng digudang BPBD Sulteng dan juga di kabupaten dan kota dijamin cukup.
Begitu juga untuk sarana dan prasana pendukung, BPBD Sulteng memiliki beberapa unit kendaraan operasional, antara lain mobil dapur umum serba guna, ambulans dan mobil untuk kebutuhan air bersih.
Jika terjadi bencana alam di daerah-daerah, kendaraan-kendaraan tersebut langsung dikerahkan ke lokasi untuk digunakan sesuai kebutuhan.
Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu Aschadi SR mengatakan semua wilayah di Sulteng dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi diguyur hujan ringan sampai lebat.
"Termasuk wilayah Palu dan juga Kabupaten tentangga Sigi dan Donggala," katanya
Langganan:
Postingan (Atom)