Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Juni 2013

Pemprov Sulbar Siapkan Bantuan 500 Alat Penggiling

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan bantuan 500 unit alat penggiling untuk mendukung pengembangan produksi unggulan daerah industri rumah tangga di daerah itu.

"Tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran untuk pengadaan sarana berupa alat pengggiling untuk kegiatan home indutry sebanyak 500 unit," kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, bantuan ini akan diberikan bagi alumni yang telah menyelesaikan pelatihan kegiatan home industri hasil kerjasama PT Malindo di Kabupaten Luwuk Utara, Sulawesi Selatan.

"Tahun lalu kami berhasil mencetak calon wirausahawan baru industri rumah tangga. Makanya, pemerintah berniat untuk memberikan fasilitas sarana berupa alat penggiling pembuatan kerupuk dan bahan makanan lainnya," ungkap Anwar.

Ia menyampaikan, kerjasama dengan PT Malindo ini telah berlangsung sejak 2012 yang diharapkan kelak daerah ini mampu mencetak wirausahawan baru.

Gubernur dua periode ini menyampaikan, pengembangan home industri rumah tangga ini ditargetkan mampu mencetak wirausaha baru sebanyak 10.000 hingga akhir 2015.

Target itu kata dia, akan dapat tercapai karena tahun ini kembeli melakukan perekrutan sebanyak 1.800 wirausahawan baru untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan industri skala rumah tangga.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sulbar, H.Hamzah Hapati Hasan, menyampaikan, kerjasama PT Malindo dan Pemprov sulbar patut untuk diberikan dukungan.

"Secara kelembagaan kami mendukung penuh atas program yang digulirkan pemprov Sulbar karena muaranya untuk kepentingan rakyat. Jadi, berapa pun besar anggaran yang diminta sepanjang muaranya untuk rakyat maka kami akan turut meresponsnya," ungkap Hamzah.

Tahun ini kata dia, telah menyetujui anggaran pengadaan sarana alat penggiling penunjang kegiatan industri rumah tangga senilai Rp450 juta.

"Ini merupakan komitmen DPRD untuk merespon kegiatan pro rakyat. Karena itu, ketika pemerintah mengajukan anggaran untuk home industry kami langsung menyetujuinya," ujar Hamzah.

Jelang Kenaikan BBM, Disperindag Jamin Sembako Aman

Manado – Menjelang rencana Pemerintah Pusat menaikan harga Bahan Bakar Minyak, tidak mempengaruhi jumlah stok sembako aman di Sulawesi Utara (Sulut). Persediaan bahan kebutuhan pokok di Sulut dijamin aman untuk ketahanan hingga Agustus mendatang.

“Walaupun ada rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM, bahan kebutuhan pokok masyarakat tersedia secara cukup baik yang dipasok dari produsen lokal maupun didatangkan dari daerah lain,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan.

Dikatakannya, bahan kebutuhan pokok cukup penuhi konsumsi masyarakat yakni beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, mentega, susu, telur ayam, daging sapi dan daging ayam

Minggu, 12 Mei 2013

Suswono Larang Lahan Pertanian Jadi Perumahan



Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulut yang melarang lahan pertanian untuk dijadikan lokasi perumahan, Hal itu mendapat dukungan dari Menteri Pertanian RI Suswono, saat berkunjung bersama Wagub Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, di peternatakan sapi di perkebunan wawona Desa Kinali Kec, Kawangkoan Minahasa, Jumat (3/5) kemarin, untuk menghadiri Panen Pedet (sapi anak) dengan petani peternak Kec, Kawangkoan.


Menurut Suswono walaupun lahan pertanian di daerah ini masih cukup luas untuk dijadikan lahan peternakan (padang), tetapi secara global jika berbicara ketahanan pangan, lahan pertanian menjadi kunci suksesnya sektor pertanian. Karena apabila lahan pertanian ini dialih fungsikan menjadi lokasi perumahan, dengan demikian akan menurunkan produksi pertanian itu sendiri, termasuk didalamnya para peternak.


Karena itu Suswono mengajak petani sulut untuk tidak menjual lahan pertanian yang ada untuk dijadikan Perumahan. Karena lahan pertanian di sulut sangat baik untuk ditanami berbagai jenis komoditas pertanian, bahkan kalau perlu pekarangan rumah juga bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman hortikultura, ajaknya.


Wagub Djouhari Kansil mengatakan, pemprov lewat program revitalisasi dengan menempatkan sektor pertanian dan peternakan sebagai salah satu program prioritas pembangunan daerah, yang ditopang dengan sektor-sektor strategis lainnya. Antara lain kelautan dan perikanan, perdagangan serta pariwisata sebagai sektor unggulan daerah, tujuannya untuk mendorong usaha peternakan yang dinamis dengan wawasan bisnis agar bisa menghasilkan nilai tambah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, jelas Kansil.


Karena itu Kansil berharap agar petani peternak sapi untuk menaati peraturan pemerintah untuk tidak memotong sapi betina bunting dan sapi betina produktif yang berumur dibawah delapan tahun dan belum beranak limakali sesuai UU No. 3 Tahun 2000, agar tidak terjadi penurunan populasi ternak sapi didaerah ini, terutama bisa terhindar dari ancaman hukuman kurangan atau denda, pungkasnya. Kesempatan itu Suswonotelah menyerahkan bantuan peralatan kepada petugas insminator, bantuan motor dan bansos serta dialog dengan peternak kec, kawangkoan. turut hadir Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang.

Minggu, 27 Januari 2013

Bantaeng Terus Kembangkan Beragam Jenis Buah

BANTAENG, Berbagai jenis tanaman produksi kini telah dikembangkan di sejumlah areal perkebunan milik masyarakat Bantaeng. Buah-buahan tersebut seperti duku, rambutan, manggis, strawberry, dan apel.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Ketua Tim Penggerak PKK Hj Lies F Nurdin, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Hj Aisyah Yasin bahkan telah melakukan panen duren di Desa Kacidu Kecamatan Tompobulu, Sabtu 26 Januari lalu.

Panen duren yang juga dihadiri Kepala Dinas PPKAD Afris, Kadis PU dan Praswil Arsyad Borahima sejumlah Camat dan Kepala Desa tersebut diawali pemetikan pada pohon yang landai.
Pada saatnya, terang Nurdin Abdullah, daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini mengembangkan wisata buah.

Khusus di Kecamatan Ulu Ere, sudah dijadikan kawasan agro wisata yang sudah banyak dikunjungi, sementara kecamatan lainnya yang menghasilkan berbagai jenis buah diharapkan menjadi daerah kunjungan tersendiri. Di Kecamatan Ere Merasa dikembangkan tanaman manggis, serta appel dan strawberry di Kecamatan Ulu Ere.

Tahun Ini Bulog tidak Impor Beras

PALU, Pada tahun ini pemerintah tidak akan mengimpor beras, kecuali jika terjadi gangguan yang mengakibatkan petani mengalami gagal panen.

"Kami targetkan Bulog tahun ini tidak impor beras," kata Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum Perum Bulog Abdul Karim di sela-sela kunjungan kerja selama dua hari di Palu, Sulawesi Tengah (sulteng), Jumat 18 Januari.

Ia berharap sepanjang 2013 produksi petani bagus sehingga target Bulog untuk tidak mengimpor beras dari luar terpenuhi. Secara nasional, Bulog kini memiliki stok dalam jumlah memadai, yaitu 2,3 juta ton, sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama delapan bulan ke depan.

Sementara itu, rencana pengadaan beras pada musim panen tahun ini ditargetkan sebanyak 3,5 juta ton. "Kita semua berharap target pengadaan beras sebanyak itu bisa terealisasi sehingga pemerintah tak perlu lagi impor beras," ujarnya.

Guna mendukung target pembelian yang telah ditetapkan Bulog, Karim meminta kepada semua Kepala Divisi Regional (Divre) Bulog di daerah-daerah, termasuk Sulteng untuk gencar melakukan pembelian. Penetapan target pengadaan beras disesuaikan dengan luas areal sawah dan produksi petani di setiap daerah. "Mudah-mudahan hasil produksi petani pada musim panen 2013 lebih bagus dan meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya," ujar Karim