Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 April 2014

Caleg Stress dan Kelakuannya

Salah seorang calon anggota legislatif DPRD Kota Parepare dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Hj Andi Apriani membongkar paksa rumah warga di Kelurahan Watang Soreang, Kecamatan Soreang, Sabtu (12/4). Ia melakukan hal itu karena kecewa terhadap warga yang diketahui tidak memilihnya pada pilcaleg 9 April lalu.

Pemilik rumah bernama Sariyana, mengaku lokasi yang ditempatinya sejak tahun 1997 silam merupakan milik caleg Andi Apriani. Namun karena perolehan suara yang ditargetkan oleh sang caleg kepada Sariyana, yang juga sebelumnya diminta menjadi saksi caleg, tidak sesuai dengan hasil akhir di TPS-nya di kelurahan tersebut, rumah milik Sariyana itu harus dibongkar.

"Sebelumnya saya diminta jadi saksi di TPS untuk Ibu Andi Apriyani. Saya ditarget suara, tapi pada perhitungan tidak sampai targetnya," kata Sariyana.

Ia menyayangkan apa yang dilakukan oleh caleg tersebut yang telah mengusirnya dari lokasi tersebut. Padahal, kata dia, perolehan suara yang didapat caleg tersebut memungkinkannya untuk duduk di legislatif.

"Entah apa penyebabnya sehingga saya diusir dari tanah milik Apriyani. Padahal, suaranya sudah cukup banyak," ujarnya.

Saat pembongkaran rumah, Sariyana hanya bisa pasrah. Untuk sementara dia tinggal di rumah saudaranya yang tidak jauh dari tempat sebelumnya.

Andi Apriyani yang dikonfirmasi, mengatakan tanah yang selama ini ditempati oleh Sariyana bukan miliknya, melainkan milik tim suksesnya.

"Tanah itu milik tim sukses saya. Tim kecewa karena mengetahui bukan saya yang dipilih," kata dia.

Apriyani mengklaim hal seperti ini wajar terjadi di momen politik seperti sekarang.

Setelah menghadapi pesta demokrasi yang digelar, 9 April lalu, sejumlah calon legislatif (caleg) yang saling berebut suara untuk duduk di DPRD harap-harap cemas menunggu hasil rapat pleno di masing-masing kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota. Kendati hasil resminya belum keluar, para caleg sudah mendapatkan gambaran.

Apalagi partai dan caleg rata-rata punya saksi sendiri di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Masalahnya, bagaimana dengan caleg yang gagal memperoleh suara banyak dan tidak mendapatkan jatah kursi di DPRD? Apalagi jika si caleg sudah mengeluarkan dana besar selama pencalegan. Tentu, kemungkinan hal tersebut menjadi stresor atau pemicu stres terbuka lebar.

Bahkan, di sejumlah daerah di Tanah Air sudah ada caleg yang mengalami gangguan jiwa. Di Balikpapan, ada caleg yang jatuh sakit karena tak tembus target.

Bukan cuma itu, ada caleg gagal yang pusing mencari tambahan uang untuk menutupi utang-utangnya di masa kampanye. Menanggapi kondisi tersebut, psikolog Patria Rahmawati menyebut ada beberapa ciri-ciri seseorang menderita stres.

Di antaranya mengalami kecemasan yang berlebihan hingga memicu emosi yang tidak terkontrol. Sedikit saja masalah yang dihadapi, bisa menjadi masalah besar baginya. Walapun permasalahan tersebut sebenarnya kecil dan tidak penting. Menurut Patria, stres tersebut juga bisa berdampak buruk bagi penderitanya. Salah satunya yaitu tindakan nekat yang diambil untuk mengakhiri hidupnya dengan sengaja atau biasa disebut bunuh diri.

"Kalau memang tingkat stres yang tinggi, tidak menutup kemungkinan jika dia mengambil jalan pintas. Dan hal ini tentunya membutuhkan perhatian dari orang terdekat dan terapi khusus yang dilakukan oleh seorang yang ahli," terang Patria kepada Balikpapan Pos, Sabtu (12/4) kemarin. Dia menjelaskan, penyakit stres terdiri dari dua jenis. Yaitu internal dan fisik.


Kedua jenis tersebut dibedakan menurut penyebab dari stres tersebut, selain itu, cara penyembuhan dan terapi yang dilakukan juga tergantung dari jenisnya. Termasuk ciri-ciri dari penyakit stres, juga tergantung dari penyebabnya. Semakin tinggi beban yang menjadi penyebab, maka semakin tinggi pula tingkat stres yang diderita oleh korban.

Dan seketika itu pula penderita harus mendapatkan perawatan serta pengobatan yang intensif untuk mengurangi stres dan membuatnya normal. Stres tingkat tinggi bisa berbahaya, bagi pria bisa membuat alat vitalnya alias “burungnya” tidak bisa bangun, tangan berkeringat, bahkan sampai serangan jantung. “Seperti keringat di telapak tangan, gelisah serta bingung bahkan hingga disfungsi ereksi.


Dan hal bahaya bagi orang yang menderita penyakit parah seperti jantung, pasalnya bisa menjadi pemicu serangan jantung,” bebernya. Selain tindakan pengobatan yang dilakukan oleh para ahli, peran dari orang terdekat penderita penyakit yang disebabkan oleh pola pikir ini juga sangat dibutuhkan.

Meskipun tidak banyak penderita mengungkapkannya secara langsung terhadap orang terdekat. “Kita sebagai orang dekat pasti mengetahui perubahan sikap yang dialami oleh penderita. Dan untuk mengembalikan kepercayaan diri serta keyakinannya, sangat dibutuhkan (pendekatan) untuk membangun kembali mentalnya,” tandas perempuan berkacamata ini

Jumat, 19 Juli 2013

Kapolda Sulsel Kumpulkan Pengusaha Petasan

MAKASSAR - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol Burhanuddin Andi, diam-diam ternyata telah mengumpulkan pengusaha, pemasok, dan diler petasan dan kembang api di Makassar.

Dalam pertemuan itu, Kapolda mengingatkan lagi agar para pengusaha, pedagang, dan diler untuk menghargai bulan Ramadan 1434 hijriyah ini, dengan tak mendistribusikan dan menjual petasan.

"Kita sudah kumpulkan mereka. Hampir semua pemasok, pengusaha, hingga penjual eceran, diinstruksikan tidak jual lagi petasan di wilayah hukum Polda Sulsel. Jika ketahuan, pasti kita beri sanksi berat," kata mantan Kapolwil Makassar ini, Kamis (18/7/2013).

Dia merujuk larangan itu kepada Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, tentang Senjata Api dan Bahan Peledak,
Selain mengumpulkan diler petasan dan membagikan surat edaran yang dia teken langsung di sebuah hotel di Makassar, kapolda juga sudah menginstruksikan jajaran aparat polsek-polsek untuk tetap berada di masjid, musallah selama jamaah menunaikan salat tarwih dan salat subuh.

Dari pantauan Tribun, sepanjang ramadan ini, suara petasan di malam hari mulai berkurang. Sejumlah takmir (panitia pengelola) masjid dan musallah, secara terpidsah juga mengkonfirmasikan, Ramadan tahun ini jamaah masjid sudah tak terganggu lagi dengan hiruk pikuk suara petasan.

"Suara azan dan imam tarawih sudah lebih nyaring terdengar," kata M Mukmin, takmir Masjid Al Iklhas di Jl Perintis Kemerdekaan VII, Makassar.

Hal senada juga dibenarkan Zuljalal Al-Hamdani, Takmir Masjid Masjid Darul Falah, BTN Mina Saupa, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Makassar ini mengakui bahwa suara petasan sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Mungkin penyebabnya itu karena kios-kios di sekitar masjid sudah tidak lagi menjual petasan," katanya.

Kapolda pun mengungkapkan terima kasihnya, atas dukungan pengusaha dan warga, para orangtua dan remaja yang sudah mulai saling menghargai untuk tidak membeli dan membakar petasan. "Terima kasih banyak kepada warga yang sudah tidak meledakkan petasan dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat," kata mantan Kapolda Bengkulu ini.

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kota Makassar, Zulkifli Hasanuddin mengatakan petasan dan bahan peledak lainnya tidak dapat serta-marta diperjual-belikan di sembarang tempat atau di ruang publik

"Apapun alasannya tidak boleh, barang itu termasuk bahan peledak yang dapat membahayakan diri pengguna maupun orang lain," jelas Zulkifli.

Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara bilah ada yang tidak menaati himbauan pihak penegak hukum

Rabu, 26 Juni 2013

Daeng Ancu Rayakan Ultah dengan Nasi Goreng

MAKASSAR Presiden Batu Putih Sindycate, Syamsul Bachri Sirajuddin merayakan hari ulang tahunnya yang ke-57 di Kantor Batu Putih Sindycate, Jl Gunung Batu Putih, Makassar, Rabu (26/6) dini hari.

Kakak kandung Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin ini enggan menggelar perayaan wah, namun berupa acara kecil-kecilan.

Daeng Ancu sapaan Syamsul Bachri Sirajuddin ini hanya mengajak rekan-rekannya atau kerabatnya santap menu nasi goreng, mie kering, dan kue ultah alakadarnya.

Ilham Arief Sirajuddin yang juga mantan calon gubernur Sulsel 2013, Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) hadir dalam syukuran ala Daeng Ancu ini.

Hadir pula sejumlah teman dekat Daeng Ancu dan beberapa pengurus Partai Nasdem Sulsel. "Alhamdulillah, salama dan sukses ki selalu daeng," kata Syamsu Rizal kepada Daeng Ancu yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Nasdem Sulsel itu.

Jafra Cosmetics Utamakan Perempuan

MAKASSAR -- JAFRA Cosmetics Indonesia menyasar pasar Makassar, Selasa (25/6/2013). Jafra Cosmetics Indonesia kini hadir di Makassar. Pengenalan produk sekaligus program direct selling digelar di Hotel Santika Makassar, siang tadi.

Hadir dalam event ini Senior Business Development Manager New Markets Asia Jafra Cosmetics, Peter Kropp dan Area Sales Manager Jafra Surabaya, Tenri Yulia.

Kepada wartawan Peter mengungkapkan, adanya Jafra di Makassar tidak hanya untuk menghadirkan produk kosmetik bermutu tinggi namun peluang bisnis untuk perempuan Makassar.

"Tidak seperti multilevel marketing lain, di Jafra kami tidak hanya merekrut konsultan dan kemudian memberi pelatihan untuk merekrut saja," ujar Peter.

"Di Jafra, juga memberi pelatihan-pelatihan bagaimana bisa maju, bagaimana teknik menjual yang baik, agar para perempuan Jafra bisa maju dalam berbisnis," tambah Tenri.

Konsultan Jafra Cosmetics diutamakan perempuan. Karena perempuan dinilai lebih baik dan lebih mampu. Kami tidak menutup peluang untuk laki-laki, tapi mengutamakan perempuan," ujar Peter.

Selasa, 25 Juni 2013

FMPK Minta Bupati Copot Hukum Tua Desa Karoa Kec,TompasoBaru Bonny N.M. Lobot

MINSEL – Forum Masyarakat Peduli Keadilan (FMPK ) Desa Karowa Kecamatan Tompaso Baru Minahasa Selatan Menolak Hukum tua Bonny N.M. Lobot sebagai Hukum Tua.
Alasan nya Forum Masyarakat Peduli Keadilan(FMPK) Menolak Hukum Tua Bonny Lobot Di Duga banyak hal anggaran desa yang selama 6 Tahun tidak di realisasi sebagai mana mestinya dan juga bantuan sosial Tahun 2010 sebesar Rp.60 juta entah kemanah dan banyak permasalahan bantuan yang tidak tepat pada sasaran dan tidak ada bukti .
Kata Jhony Poluan,”Dan lebih lagi Hukum Tua Bonny Lobot Penah terlibat tindak pidana,Perbuatan tidak menyenangkan yang di putuskan Pengadilan Negeri Amurang No.124/SK/PID/2013/PN.AMG ,dengan pidana penjara selama 3 (tiga) Bulan dan telah berkekuatan Hukum tetap,Namun sampai hari ini oknum Hukum tua tersebut masih berkeliaran di luar.Yang lebih para lagi sering duduk berkelompok minum minuman keras sampai mabuk,melakukan penjudian togel yang jelas jelas dilarang oleh pemerintah sehingga banyak generasi muda yang ikut jejak Hukum Tua”.
Menurut Jhony Poluan dan Mody Mokosuli, Forum Masyarakat Peduli Keadilan(FMPK) mereka sudah menyurati kepada Bupati Christiani Eugenia Paruntu.SE untuk membatalkan Hukum Tua Bonny N.M. Lobot yang terpilih dan juga diminta kepada pihak kepolisian untuk memeriksa atas Dugaan Korupsi selama 6 tahun kepemimpinan Hukum tua Desa Karowa, Bonny Lobot

Minggu, 16 Juni 2013

Pemprov Sulbar Siapkan Bantuan 500 Alat Penggiling

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan bantuan 500 unit alat penggiling untuk mendukung pengembangan produksi unggulan daerah industri rumah tangga di daerah itu.

"Tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran untuk pengadaan sarana berupa alat pengggiling untuk kegiatan home indutry sebanyak 500 unit," kata Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Rabu.

Menurutnya, bantuan ini akan diberikan bagi alumni yang telah menyelesaikan pelatihan kegiatan home industri hasil kerjasama PT Malindo di Kabupaten Luwuk Utara, Sulawesi Selatan.

"Tahun lalu kami berhasil mencetak calon wirausahawan baru industri rumah tangga. Makanya, pemerintah berniat untuk memberikan fasilitas sarana berupa alat penggiling pembuatan kerupuk dan bahan makanan lainnya," ungkap Anwar.

Ia menyampaikan, kerjasama dengan PT Malindo ini telah berlangsung sejak 2012 yang diharapkan kelak daerah ini mampu mencetak wirausahawan baru.

Gubernur dua periode ini menyampaikan, pengembangan home industri rumah tangga ini ditargetkan mampu mencetak wirausaha baru sebanyak 10.000 hingga akhir 2015.

Target itu kata dia, akan dapat tercapai karena tahun ini kembeli melakukan perekrutan sebanyak 1.800 wirausahawan baru untuk mengikuti pelatihan pemanfaatan industri skala rumah tangga.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sulbar, H.Hamzah Hapati Hasan, menyampaikan, kerjasama PT Malindo dan Pemprov sulbar patut untuk diberikan dukungan.

"Secara kelembagaan kami mendukung penuh atas program yang digulirkan pemprov Sulbar karena muaranya untuk kepentingan rakyat. Jadi, berapa pun besar anggaran yang diminta sepanjang muaranya untuk rakyat maka kami akan turut meresponsnya," ungkap Hamzah.

Tahun ini kata dia, telah menyetujui anggaran pengadaan sarana alat penggiling penunjang kegiatan industri rumah tangga senilai Rp450 juta.

"Ini merupakan komitmen DPRD untuk merespon kegiatan pro rakyat. Karena itu, ketika pemerintah mengajukan anggaran untuk home industry kami langsung menyetujuinya," ujar Hamzah.

Gubernur Sulbar Minta Cerdas Manfaatkan Hibah Amerika

Gubernur Sulawesi Barat minta kepada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulbar cerdas dalam membuat program dan menyusun proposal untuk mendapatkan dana hibah Amerika.

"Saya minta Bappeda dalam menyusun program pembangunan yang akan memanfaatkan bantuan hibah Amerika harus cerdas, dan jangan kerja asal-asalan," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, di Mamuju, Rabu.

Ia mengatakan, program maupun proposal yang akan diajukan kepada lembaga Millenium Challenge Corporation (MCC) yang mengelola anggaran hibah Amerika untuk Indonesia harus benar benar sesuai kebutuhan masyarakat.

"Koordinasikan pembangunan yang akan dijalankan dengan pemerintah tingkat kabupaten, sampai level desa, dan juga kepada pemerintah pusat melalui Badan Perencanaan Pembangunan Nasional jangan sampai perencanaan dan program yang dilaksanakan amburadul," katanya.

Menurut dia, Provinsi Sulbar dijadikan pilot proyek atau proyek percontohan pengelolaan sejumlah program pembangunan dan pengentasan kemiskinan, serta pelestarian lingkungan, oleh Amerika dengan diberikan bantuan 600 juta dollar untuk pelaksanaan programnya bersama dengan Provinsi Jambi.

"Karena Sulbar menjadi contoh bagi provinsi lain yang juga diberikan bantuan yang sama oleh Amerika Serikat, maka pelaksanaan program menggunakan bantuah hibah dari negara tersebut harus dikerjakan dengan benar," katanya.

Sementara Direktur MCC, Troy Murray yang sebelumnya berkunjung ke Sulbar, sudah berpesan kepada pemerintah di Sulbar agar cerdas menyusun program yang akan diajukan ke MCC sebagai pengelola dana hibah Amerika untuk Indonesia.

Ia mengatakan, koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten sampai pemerintah di desa sangat penting dalam menyusun program kerja pembangunan memanfaatkan dana hibah, agar program yang dilaksanakan memenuhi standar yang telah ditentukan MCC untuk dibantu.

HPN 2013 Sulut “Dimanfaatkan” Sejumlah Partai Besar

Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2013 yang di pusatkan di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara, Senin (11/02) hari ini, akan dibuka secara langsung oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sayangnya momentum HPN 2013 di Manado – Sulut yang seharusnya menjadi hari kebanggan seluruh kalangan insan pers di Indonesia, justru dinodai dengan kepentingan politik beberapa partai besar.

Buktinya, disepanjang jalan dari Bandara Samratulangi Manado hingga samping SPBU Kairagi, bukannya dihiasi atribut HPN 2013, tetapi justru dihiasi atribut Partai Demokrat dan Kosgoro yang nota bene adalah organisasi sayap dari Partai Golkar.

Momentum HPN 2013 yang kini berubah menjadi ajang politik, mendapat kecaman keras dari sejumlah pemerhati dan pelaku pers di Provinsi Sulawesi Utara.

Senin, 03 Juni 2013

Guru Sertifikasi di Bitung Mengeluh, Tunjangan Sertifikasi Triwulan I 2013 Belum Cair

Sejumlah guru yang telah memiliki SK serifikasi di Kota Bitung, menyoroti lambannya kinerja Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga dalam mengurus pencairan dana sertifikasi.

Hal ini disebabkan hingga kini tunjangan sertifikasi triwulan 1 tahun 2013, belum kunjung terealisasi, kendati saat ini sudah berada di penghujung triwulan II tahun 2013.

”Padahal berkas yang kami masukan sudah lengkap sebagaimana persyaratan. Tapi anehnya hingga saat ini belum juga dicairkan,” keluh sejumlah Guru Sertifikasi yang enggan namanya disebut.

Dana sertifikasi ini kata mereka sudah sangat dibutuhkan, apalagi saat ini Pemkot Bitung tidak lagi mengalokasikan tunjangan tambahan penghasilan (TPP) bagi guru sertifikasi, kendati kebutuhan hidup setiap hari semakin meningkat.

”Kami berharap Dikpora akan secepatnya melakukan pengurusan berkas, sehingga tunjangan sertifikasi secepatnya akan terealisasi,” pungkas para Guru profesional sebutan untuk Guru sertifikasi.

Senin, 20 Mei 2013

Sampah dan Jalan Dominasi Pengaduan di Makassar

Masalah sampah dan kondisi jalan yang rusak masih mendominasi pengaduan yang masuk di sub bagian pengaduan pada bagian humas Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Bahkan sejak Januari hingga Mei ini, sebanyak 600 pengaduan warga yang berada di 14 kecamatan dan 143 kelurahan.
Kepala Bidang Pengaduan Pemkot Makassar, Andi Tenri Palalloi, Kamis (16/5) mengatakan, keluhan terkait layanan publik masih mendominasi kasus pengaduan di Kota Makassar.
“Rata-rata kasus pengaduan yang kami terima, itu sebagian besar mengeluhkan layanan publik seperti sampah dan jalan,” kata Tenri di ruangan Pressroom, Kamis (16/5).
Selain keluhan masalah sampah dan jalan, warga juga mengeluhkan dugaan pungutan liar (pungli), layanan yang terkesan sengaja diperlambat ataupun panjangnya birokrasi yang harus dilalui.

Menurutnya, meskipun Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin terus mensosialisasikan pada aparatnya untuk menggratiskan sejumlah layanan publik seperti pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), akta kelahiran dan kartu keluarga (KK), namun di lapangan masih dikeluhkan adanya pungli.
“Dari sejumlah keluhan yang kami inventarisasi baik yang dilaporkan langsung kepada kami, maupun melalui pantauan media, itu kemudiaan ditelaah dan selanjutnya di­sampaikan kepada pengambil kebijakan. Syukur sudah 80 persen kami selesaikan ke satuan kerja perangkat daerah (SKPD) masing-masing,” katanya.
Mantan anggota KPU Sulsel ini menambahkan, pengaduan sebanyak 600 lebih merupakan bentuk kesadaran warga tentang hak-haknya. Hanya saja yang menjadi kendala jika ada pengaduan warga yang menyangkut permasalahan yang merupakan kewenangan provinsi, jelasnya.(

Pasien Jiwa Tewas, Polisi Gelar Perkara

Penyidik Polsek Mamajang terus mengusut adanya dugaan unsur pidana dalam kasus tewasnya dua pasien jiwa di Rumah Sakit Khusus Daerah Provinsi Sulsel di Jalan Lanto Daeng Pasewang.
Dua pasien yang tewas adalah saudara kembar Hasan (16) dan Husein (16) warga Kampung Pucue, Desa Pao-pao, Kecamatan Tanete Rilau, Barru. Keduanya ditemukan tewas di kamar pasien.
"Pekan ini kami akan gelar perkara untuk menguatkan adanya unsur kelalaian serta pelanggaran prosedur dalam kasus ini," kata Kapolsek Mamajang, AKP Agus Chaerul, Kamis (16/5).
Sebelumnya, penyidik polsek mengaku telah memeriksa saksi-saksi diantaranya dr Agus, Koordinator Pasien. Saksi lainnya adalah Ismail, pegawai.

Sekadar diketahui, dua bersaudara ini ditemukan tewas tertutup bantal serta kain. Diduga, korban tewas akibat dicekik oleh rekan sekamarnya yang juga mengalami gangguan jiwa berat yakni Daniel Layar (39), warga Makale, Tana Toraja.

Kedua korban dirawat di rumah sakit, Jumat (12/4) sekitar pukul 23.00 Wita. Sedangkan Daniel sendiri dimasukkan oleh keluarganya pada tanggal yang sama. Ketiganya satu kamar dalam keadaan terikat di atas tempat tidur. Namun, Daniel berhasil memutuskan ikatan. Akibat kelalaian ini, pihak keluarga korban tidak menerima kematian Hasan dan Husain.
"Kami tidak terima kematiannya. Kami mempersoalkan kenapa ini bisa terjadi," kata keluarga korban.
Korban sendiri dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, sedangkan pelaku tidak dapat dimintai keterangan karena tidak waras.

Perampok Sandera 2 Pengawai Travel

Dua perampok menggunakan helm standar serta penutup wajah beraksi di Tour Travel di Jalan Anuang, Kamis (16/5) siang. Dalam aksinya, pelaku menyekap dua pegawai travel, Soni (25) dan Rahmat (24).
Sebelum menggasak barang, pelaku perampokan mengikat serta menyumbat mulut kedua karyawan travel itu dengan latbang.
Berhasil melumpuhkan karyawan travel, pelaku langsung mengobrak-abrik kantor seraya mengambil handphone merek Nokia, Samsung serta dompet.
Soni dan Rahmat saat melapor di Polsek Mamajang mengungkapkan, dia sama sekali tak berkutik karena ditodong badik oleh pelaku. Kedua pelaku, kata Soni, masuk ke dalam travel dengan menggunakan helem.
''Kami ditodong badik. Kemudian tangan diikat serta mulut disumbat. Pelaku kemudian mengobrak abrik laci meja mencari uang serta barang berharga,'' kata Soni.
Usai menjalankan aksinya, kedua pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor.
Kapolsek Mamajang, AKP Agus Khaerul mengatakan, hasil identifikasi di lokasi kejadian, tidak ditemukan ada kerusakan baik di laci meja serta lemari trave.
''Dugaan sementara, kedua pelaku sudah lama mengintai aktivitas di travel itu. Laporan korban sudah kami terima. Kami sedang menyelidiki kasus ini, untuk mengungkap identitas pelaku perampokan,'' kata Agus.

Minggu, 12 Mei 2013

Warga Sangihe Minta Izin Taksi Dikeluarkan



Kendati sudah banyak taksi beroperasi, namun hingga kini belum juga ada izin yang dikeluarkan.

“Kami tak tahu harus mengeluh kemana karena belum ada izin resmi sehingga dalam menjalankan kendaraan masih banyak rekan rekan yang khawatir dan diselimuti rasa cemas, ” aku Bambang salah satu sopir
Menyikapi hal ini Ketua Forum LSM Sangihe, Azis Janis mendesak pihak terkait untuk memperhatikan nasib para sopir.

“Kami minta nasib para sopir ini diperhatikan, karena mereka juga manusia yang harus menghidupi anak dan isteri,” tegas Janis seraya meminta agar pihak berkompeten untuk mengeluarkan izin.

Nelayan Sangihe Keluhkan Keberadaan Nelayan Asing



Nelayan Sangihe terus menjerit karena hasil tangkapan mereka terus berkurang.

Ini diakibatkan masuknya nelayan asing asal negara tetangga Filipina.

“Kami jelas terusik dengan keberadaan nelayan asing. Untuk itu, kami minta aparat dan pihak terkait tegas dalam hal ini. Sudah berulang kali dikeluhkan tapi tas ada respons,” keluh sejumlah nelayan kepada manadotoday.com, Jumat (10/05).

Sementara itu pemerhati pembangunan Nusa Utara, Darwis Saselah mendesak pihak aparat dan Dinas Perikanan tegas dan jangan pilih kasih.

“Kami minta nelayan asing ditertibkan. Harus ada tindakan yang dilakukan. Karena ini menyangkut kehidupan dan kelangsungan hidup para nelayan di Sangihe,” tukas Saselah.

Bupati Sangihe Hadiri Pencanangan BBGRM dan HKG di Manalu

Pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-10 dan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-41, Kabupaten Sangihe tahun 2013 di Kampung Kalagheng Kecamatan Tabukan Selatan sukses digelar.

Bupati Sangihe Drs HR Makagansa MSi didampingi First Lady Sangihe, dr Ny Wisje Makagansa-Rompis langsung disambut antusias warga.

Bupati pilihan rakyat Sangihe ini berharap agar ke depan nanti untuk pencanangan dibuat bergilir sehingga semua wilayah di Sangihe dapat dikunjungi.

Acara ini dihadiri juga sejumlah pimpinan SKPD, PNS, pelajar dan LSM.

Jalan Sehat Memperingati ‘International Nurces Day’ di Sulut



Dalam rangka Hari Perawat se-Dunia yang diperingati setiap tanggal 12 Mei, para perawat dan dokter di Rumah Sakit (RS) Siloam Manado, menggelar jalan sehat bersama, Sabtu (11/5/2013).

Kegiatan yang juga dilaksanakan senam jantung di kawasan RS. Siloam itu, turut dimeriahkan Wakil Gubernur Sulut Dr. Djouhari Kansil MPd, bersama istri tercinta Ny. Mieke Kansil Tatengkeng.

Kansil disela-sela kegiatan itu, mengatakan, tugas seorang perawat tidaklah mudah, karena setiap hari menangani manusia yang sedang sakit untuk memerlukan perawatan medis secara cepat dan tepat.

“Saya berharap momentum peringatan hari perawat se-dunia ini, para perawat di Sulut terus meningkatkan kualitas SDM kesehatan dalam memenuhi tuntutan pekerjaan yang sangat kompleks saat ini,” ungkap Kansil.

Senin, 06 Mei 2013

Sepenggal Kisah Pedagang Mobil Warung Bubur Ayam

PALU-“Jual bubur ayam di Palu itu seperti jual es di musim penghujan, saya lihat orang Palu biasa makan nasi kuning,”Demikian ungkapan keraguan Tasman di sela-sela melayani pembeli yang mulai ramai sejak pagi hingga siang hari.

Bapak empat orang anak ini sebelumnya membuka usaha makanan dan minuman di Pantai Taman Ria yang berada di tepian Teluk Palu sejak 2000. Namun lambat laun usaha itu mulai tidak menjanjikan lagi dan ia pun membuka warung makan, sayangnya usaha itu tidak berjalan mulus karena lokasi ia berusaha milik orang lain.

“Usaha baru dirintis sudah gagal karena lokasi yang saya beli ternyata milik orang lain yang dijual kepada saya, kejadian seperti ini membuat saya stress untungnya istri saya tetap memberi dorongan dan meminta saya pergi ke Makassar,”Ungkapnya.

Selama berjalan-jalan di Makassar ia pun melihat pedagang bubur ayam yang banyak dia temui namun lagi-lagi keraguan itu muncul dalam benaknya. Bukannya tanpa alas an Tasman mengatakan kebiasaan orang Palu itu makan nasi kuning bukan bubur ayam.

Lagi-lagi istrinya memberikan dukungan untuk berusaha,”Kita jualan bubur ayam saja pak karena dimana-mana bubur ayam pada kondisi apapun bisa laku,”Ungkapnya mengutip pernyataan istrinya.

Tasman kemudian berbalik bertanya kepada Shanti(28) memangnya bisa membuat bubur ayam. Si istri pun menjawabnya bisa dan keraguan itu berbuah keyakinan,”Bismillah saya akan berusaha jualan bubur ayam,”tegasnya menyakinkan dirinya.

Keraguan Tasman pun berbuah keuntungan dari setiap mangkuk bubur ayam yang saban hari di jajakannya mulai dari modal awal Rp50 juta ia pun kini bisa mengembangkan usahanya bahkan bisa mempekerjakan 12 orang karyawan termasuk mendapat suntikan modal dari Bank Mandiri senilai Rp200 juta.

Tasman pun menyebutkan untuk gaji karyawannya setiap bulan ia mengeluarkan masing-masing karyawan berkisar Rp600 ribu hingga Rp750 ribu dan untuk membayar angsuran di bank setiap bulannya Rp5 juta. Sementara untuk pendapatan sehari-hari dari penjualan bubur ayam bisa bervariasi antara dibawah Rp1 juta bahkan kadang bisa lebih dari itu.

“Orang kebanyakan bilang kalau bisnis makanan banyak untungnya, kalau saya hanya bilang Alhamdulillah,”Ungkapnya bersyukur.

Sulut Urutan ke-9 Penurunan Angka Kemiskinan Tingkat Nasional

Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), terus berupaya menekan angka penduduk miskin. Salah satu bukti, daerah yang dipimpin Gubernur Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), menempati urutan ke sembilan dalam penurunan angka penduduk miskin secara nasional.

Kepala Bagian Humas Setdaprov Sulut, Jackson Ruaw, mengatakan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan Sulut terus membaik. Dimana, hingga posisi akhir 2012, tercatat penduduk miskin di Sulut hanya 7,64 persen.

Kata dia, untuk angka kemiskinan terendah yakni DKI Jakarta 3,7 persen, Bali 3,95 persen, Kalimantan Selatan 5,01 persen, Bangka Belitung 5,37 persen, Banten 5,71 persen, Kalimantan Tengah 6,19 persen, Kalimantan Timur 6,38 persen, Kepulauan Riau 6,83 persen dan Sulut 7,64 persen.

“Ya, kita berada di urutan kesembilan dengan angka kemiskinan terendah. Namun, kita menjadi provinsi terbaik di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI,red) untuk penurunan angka kemiskinan itu,” terangnya.

Kemiskinan dengan angka 7,64 persen dijelaskan Ruaw, membuat Sulut masuk kategori miskin turun 0,54 persen atau menjadi 177,54 ribu jiwa, dibandingkan data terakhir pada Maret 2012 lalu sebesar 8,18 persen atau 189,12 ribu jiwa.

“Jadi, posisi awal tahun 2013 telah terjadi penurunan sekitar 11,6 ribu jiwa sehingga posisi terakhir masyarakat miskin daerah ini hanya tercatat sebanyak 177,54 ribu jiwa,” ungkapnya.

Lanjutnya mengatakan, memang perlu diakui untuk penurunan tingkat kemiskinan di Sulut lebih signifikan terjadi di daerah urban atau perkotaan yang berkurang 0,76 persen atau 7,6 ribu jiwa. Sedangkan di daerah rural (pedesaan) hanya turun 0,36 persen atau 4 ribu jiwa.

“Indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan mengalami perubahan yang cukup berarti. Untuk indeks kedalaman kemiskinan tercatat sebesar 1,180 persen, sementara indeks keparahan kemiskinan September 2012 sebesar 0,297 persen,” pungkasnya.

Lagi, Pemkot Manado Gelar Rapat Pemantapan Penilaian Adipura

Setalah pakan lalu rapat persiapan penilaian Adipura Kencana dipimpin langsung Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut, Senin (6/5) kembali dilakukan guna memantapkan kebersihan lingkungan yang masih rawan sampah.

Rapat yang dipimpin Asisten III, Dra Henny Giroth, didampingi Kadis Kebersihan Julises Oehlers SH, dalam arahannya, bahwa masih ada sejumlah spot yang kebersihan lingkungan perlu ditingkatkan.

“Camat, Lurah harus lebih intens memantau wilayahnya masing-masing. Karena masih ada beberapa spot yang perlu ditingkatkan kebersihannya,”kata Giroth.

Lanjut dikatakannya, estetika dan keindahan taman perlu diperhatikan.

“Estetika dan keindahan taman perlu ditata dan diatur lebih menarik,”ujarnya.

Sementara itu, Oehlers menuturkan aktifitas sejumlah BUMN dihentikan dahulu.

“Seperti halnya PLN jangan ada lagi pemotongan pohon, kerena selama ini tampa koordinasi. Begitupula dengan pengalian kabel serat optik dari PT Telkom agar dihentikan dan sisa material galian harus dibersihkan,”ungkapnya.

Sinergitas Koordinasi Tim KIBBLA se-Sulut Penting Capai MDGs Tahun 2015

Sinergitas koordinasi tim Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir Bayi dan Anak Balita (KIBBLA) se-Sulawesi Utara (Sulut), memiliki peran penting untuk pencapaian target Pemprov Sulut menuju Millennium Development Goals (MDGs) Tahun 2015. Hal itu disampaikan Ketua KIBBLA Sulut, Dr. Djouhari Kansil MPd.

Menurut Kansil, koordinasi tim KIBBLA Pemkab/Pemkot se-Sulut, secara langsung akan meningkatkan Kesehatan Reproduksi (Kespro), dengan pemenuhan standard pelayanan kesehatan Ibu, anak dan gizi, sebagai upaya percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak di daerah ini.

“Dari evaluasi data MDGs 2012 bidang kesehatan, menunjukan pencapaian target MDGs bidang kesehatan Sulut yang masih rendah untuk angka kematian ibu dan HIV/AIDS. Saya berharap, sinergitas koordinasi Pemkab/Pemkot, lebih ditingkatkan untuk pencapaian target MDGs itu,” ungkap Wakil Gubernur Sulut itu.

Dijelaskannya lagi, angka kematian ibu merupakan adalah salah satu indikator utama status kesehatan suatu wilayah. Untuk Sulut sendiri, sampai kini masih mengalami permasalah serius dengan masih tingginya angka kematian ibu dan anak.

“Memang data kematian ibu dan anak mengalami penurunan 189/100.000 KH di tahun 2011 dan menurun 125/100.000 KH d tahun 2012. Tapi, kita masih perlu kerja keras untuk mencapai angka 102/100.000 KH di tahun 2015 nanti,” kata Kansil.

Ia menambahkan, Pemprov Sulut sendiri terus memproses strategis khusus untuk percepatan pencapaian MDGs dan SPM bidang kesehatan, lewat Keputusan Gubernur No. 80/2011 Tanggl 18 Maret 2011 Tentang Pembentukan Tim KIBBLA dan Kespro.

“Ini semua dalam rangka upaya percepatan pencapaian target MDGS dan SPM bidang kesehatan,” tandasnya, sembari mengingatkan kembali pentingnya sinergitas kebijakan antar Pemprov dan Pemkab/Pemkot dalam pembagian peran yang tersusun rencana untuk aksi daerah.