Program kerja yang tertuang dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) hendaknya bersinergi dengan kebijakan program dari pusat hingga ke daerah. Kegiatan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) merupakan titik awal untuk menyusun konsep pencapaian program ditahun 2015.
''Jika ingin target program terwujud maka program kerja harus terjalin sinergitas,'' ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulbar, Agus Tamadjoe, usai melaksanakan acara Musrenbang tingkat Provinsi Sulbar, di Mamuju, kemarin.
Untuk itu, katanya, pelaksanaan Musrenbang tahun ini menghasilkan kesepakatan program kerja yang terarah untuk mencapai target pembangunan ditahun 2015. Selama ini, program kerja kabupaten tidak bersinergi dengan program provinsi. Makanya, banyak usulan kabupaten tidak bisa terakomodir dengan baik. Sehingga masyarakat terkesan tidak mau lagi mengikuti acara Musrenbang ditingkat kecamatan maupun kabupaten.
Sebagai contoh, kata Agussalim, plafon program kerja Pemprov Sulbar telah dituangkan dalam program Panca Karya Pembangunan. Di antaranya peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah daerah, memperluas dan meningkatkan kualitas prasarana dan sarana ekonomi vital, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Selain itu, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan serta penerapan kebijakan yang berpihak pada pemanfaatan sumber daya alam (SDA) dan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Pada saat ini, Pemprov Sulbar lebih fokus mengembangkan argo industri pariwisata. Jika pemerintah kabupaten mengusulkan di luar dari konsep program provinsi, maka usulan kabupaten tidak akan terakomodir.
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Tengah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 April 2014
Selasa, 25 Juni 2013
Komisi I DPR: Kedepankan Aspek Ekonomi Yang Merata di Daerah Bukan di Pusat
Manado – Anggota Komisi I DPR Mayjen TNI (Purn) Yahya Sacawiria, Sip, MM menyatakan kita sekarang ini lebih menonjolkan bagaimana mengedepankan aspek ekonomi yang merata di daerah bukan di pusat. Hal ini disampaikannya saat kunjungan kerjanya bersama Komisi I DPR RI diSulawesi Utara.
“Kalau aspek ekonomi itu jangan kuatnya dipusat, tetapi harus merata itu yang dikatakan otonomi, saya sepakat bagaimana kaitannya, ini memang agak menyerempet sedikit bagaimana itu DAK, DAU, optimalisasi kemudian Dekonsentrasi masalah keuangan,” jelas Anggota DPR dari Partai Demokrat.
Untuk itu dalam kunjungannya kali ini di kantor Gubernur dalam membahas refisi mengenai perjanjian internasional mengatakan, daerah harus diberi ruang oleh pusat untuk bisa bagaimana mengakomodasi kepentingan-kepentingan yang ada di daerah, katanya.
“Kalau aspek ekonomi itu jangan kuatnya dipusat, tetapi harus merata itu yang dikatakan otonomi, saya sepakat bagaimana kaitannya, ini memang agak menyerempet sedikit bagaimana itu DAK, DAU, optimalisasi kemudian Dekonsentrasi masalah keuangan,” jelas Anggota DPR dari Partai Demokrat.
Untuk itu dalam kunjungannya kali ini di kantor Gubernur dalam membahas refisi mengenai perjanjian internasional mengatakan, daerah harus diberi ruang oleh pusat untuk bisa bagaimana mengakomodasi kepentingan-kepentingan yang ada di daerah, katanya.
Senin, 03 Juni 2013
RSUD Undata Merasa Diteror
PALU - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata dalam beberapa malam ini merasa diteror dengan lemparan batu oleh orang tak dikelnal (OTK). Karenanya, pihak manajemen meminta perlindungan dari pihak keamanan.
Diduga penyebab teror itu berasal dari sistem penertiban jam besuk dan perparkiran di rumah sakit tersebut. Pihak RSUD Undata mengaku belakangan ini melakukan penertiban itu karena ada laporan kecurian bagi keluarga pasien saat membesuk. "Kita tidak mau hal itu terjadi lagi," sebut Direktur RSUD Undata, dr Abdullah DHSM, M.Kes.
Sejak penertiban itu, hampir setiap malam diteror dengan lemparan batu, tidak diketahui siapa yang melakukannya. Dirinya mengaku sudah melaporkan soal teror itu ke pihak kepolisian setempat, juga bertemu dengan ketua RT di sekitar rumah sakit.
Ke depan katanya, bukan hanya soal parkir dan jam besuk yang akan ditertibkan, tetapi juga termasuk larangan merokok di area rumah sakit. Karena disadarinya, saat ini asap-asap rokok di sekitar rumah sakit pemerintah tersebut sangat mengganggu, bukan hanya kepada yang tidak merokok tetapi jug apemnadangan sekitarnya.
Diduga penyebab teror itu berasal dari sistem penertiban jam besuk dan perparkiran di rumah sakit tersebut. Pihak RSUD Undata mengaku belakangan ini melakukan penertiban itu karena ada laporan kecurian bagi keluarga pasien saat membesuk. "Kita tidak mau hal itu terjadi lagi," sebut Direktur RSUD Undata, dr Abdullah DHSM, M.Kes.
Sejak penertiban itu, hampir setiap malam diteror dengan lemparan batu, tidak diketahui siapa yang melakukannya. Dirinya mengaku sudah melaporkan soal teror itu ke pihak kepolisian setempat, juga bertemu dengan ketua RT di sekitar rumah sakit.
Ke depan katanya, bukan hanya soal parkir dan jam besuk yang akan ditertibkan, tetapi juga termasuk larangan merokok di area rumah sakit. Karena disadarinya, saat ini asap-asap rokok di sekitar rumah sakit pemerintah tersebut sangat mengganggu, bukan hanya kepada yang tidak merokok tetapi jug apemnadangan sekitarnya.
Pemkot Pakai Pengacara Inventarisasi Aset
PALU - Pemerintah Kota Palu kini sedang melakukan inventarisasi seluruh aset swapraja yang dulunya dibangun guna kepentingan pemerintah Kabupaten Donggala. Inventarisasi itu melalui bantuan pengacara. Siapa pengacara yang dipakai itu? Walikota Palu, Rusdi Mastura tidak menyebutkannya.
Walikota Rusdi Masturan mnegatajan, pengacara Pemkot itu sedang melakukan inventarisasi aset yang tidak masuk dalam item penyerahan dari Kabupaten Donggala ke Pemkot Palu. Menurutnya, surat penyerahan aset yang oleh Pemkab Donggala ke Pemkot Palu, tidak semua tanah dan bangunan swapraja yang menggunakan tanah leluhur warga Kota Palu dikembalikan ke Pemkot.
"Sebenarnya surat penyerahan aset yang diserahkan Pemkab Donggala tidak mencantumkan semua daftar aset bangunan-bangunan swapraja yang berdiri di atas tanah raja-raja Palu untuk dikembalikan ke Pemkot. Saat ini pengacara Pemkot tengah merampungkan semua daftar inventarisasi aset yang belum diserahkan ke Pemkot Palu," jelasnya.
Sayang sekali, Rusdi tidak merinci satu persatu aset swapraja yang dimaksudnya, kecuali beberapa saja di antaranya yang terletak di Jalan Hasanuddin. JIka inventarisasi tersebut selesai maka pihaknya akan mengonsultasikan dengan Kementrian Dalam Negeri soal langkah yang akan ditempuh selanjutnya.
"Tidak menutup kemungkinan penyelesaiannya dilakukan melalui penyerahan aset kembali oleh Pemkab Donggala ke Pemkot Kota. Dan bisa jadi pula harus dituntaskan dalam ranah hukum yang berlaku," ungkapnya.
Meski demikian, Rusdi juga berharap Pemprov Sulteng dapat memediasi "perseteruan" antara Pemkot Palu dengan Pemkab Donggala terkait penyerahan aset tersebut. Pemkot Palu katanya membutuhkan fasilitas bangunan perkantoran karena masih ada kantor pemerintah yang menempati bangunan kurang layak, dan sementara itu aset Pemkab Donggala yang seharusnya bisa dimanfaatkan hanya dibiarkan terbengkalai.
"Ada juga aset Pemkab Donggala yang harusnya diserahkan ke Pemkot Palu tapi malah diberikan ke Pemprov Sulteng," sebut Rusdi tanpa menyebut aset yang mana dimaksudkan.
Walikota Rusdi Masturan mnegatajan, pengacara Pemkot itu sedang melakukan inventarisasi aset yang tidak masuk dalam item penyerahan dari Kabupaten Donggala ke Pemkot Palu. Menurutnya, surat penyerahan aset yang oleh Pemkab Donggala ke Pemkot Palu, tidak semua tanah dan bangunan swapraja yang menggunakan tanah leluhur warga Kota Palu dikembalikan ke Pemkot.
"Sebenarnya surat penyerahan aset yang diserahkan Pemkab Donggala tidak mencantumkan semua daftar aset bangunan-bangunan swapraja yang berdiri di atas tanah raja-raja Palu untuk dikembalikan ke Pemkot. Saat ini pengacara Pemkot tengah merampungkan semua daftar inventarisasi aset yang belum diserahkan ke Pemkot Palu," jelasnya.
Sayang sekali, Rusdi tidak merinci satu persatu aset swapraja yang dimaksudnya, kecuali beberapa saja di antaranya yang terletak di Jalan Hasanuddin. JIka inventarisasi tersebut selesai maka pihaknya akan mengonsultasikan dengan Kementrian Dalam Negeri soal langkah yang akan ditempuh selanjutnya.
"Tidak menutup kemungkinan penyelesaiannya dilakukan melalui penyerahan aset kembali oleh Pemkab Donggala ke Pemkot Kota. Dan bisa jadi pula harus dituntaskan dalam ranah hukum yang berlaku," ungkapnya.
Meski demikian, Rusdi juga berharap Pemprov Sulteng dapat memediasi "perseteruan" antara Pemkot Palu dengan Pemkab Donggala terkait penyerahan aset tersebut. Pemkot Palu katanya membutuhkan fasilitas bangunan perkantoran karena masih ada kantor pemerintah yang menempati bangunan kurang layak, dan sementara itu aset Pemkab Donggala yang seharusnya bisa dimanfaatkan hanya dibiarkan terbengkalai.
"Ada juga aset Pemkab Donggala yang harusnya diserahkan ke Pemkot Palu tapi malah diberikan ke Pemprov Sulteng," sebut Rusdi tanpa menyebut aset yang mana dimaksudkan.
Syarat SIM C Harus Tes Lulus Psikologi
PALU - Kalau selama ini tes psikologi untuk hanya diberlakukan untuk pengambilan SIM A dan B1 dan B Umum, maka saat ini SIM C juga harus mengikuti tes tersebut.
Itu sudah menjadi amanah peraturan seperti yang tertuang pada Peraturan Kapolri Nomor 5 Tentang Persyaratan Pemohon SIM, kata Kasat Lantas Polres Palu, AKP Prayoga, belum lama ini.
“Seharusnya ini sudah diberlakukan, tapi baru beberapa waktu terakhir ini diberlakukan. Kalau merujuk aturannya maka SIM C juga harus tes psikologi,” tegasnya.
Untuk tes psikologi itu sebutnya, pihaknya sudah menyiapkan psikiater khusus. Setiap pemohon, selain dinyatakan lulus tes tertulis, lisan, tes praktik, surat keterangan sehat dari dokter, maka satu tambahan lagi yakni dinyatakan lulus tes psikologi, baru bisa mendapatkan SIM.
Kenapa baru sekarang diberlakukan? Prayogo mengatakan, belakangan ini banyak kejaidan terutama lakalantas yang disebabkan karena indikasi gangguan jiwa. Karena itu, lewat penerbitan SIM itu akan didetekasi secara dini siapa saja yang bisa mengantongi SIM.
Kejuaraan Terbuka Paralayang Dimulakan
SIGI - Kejuaraan paralayang bertaraf internasional bertajuk Matantimali Indonesian Open Paragliding Competition 2013 resmi dimulakan di pengunungan Matantimali, Desa Wayu, Marawola Barat, Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (1/6).
Sedikitnya 35 atlit ikut ambil bagian pada kejuaraan tersebut, beberapa diantaranya adalah atlit nasional seperti duta dari Korea Selatan dan Singapura. Kali ini, cabang yang dipelombakan adalah Race to Goal.
Salah seorang Panitia, Hilmi kepada beritapalu.com mengatakan, kejuaraan terbuka tersebut sekaligus sebagai pra kejuaraan tingkat internasional yang akan digelar setelah kejuaraan tersebut. "Kita belum bisa memastikan waktunya karena itu keputusan dari pusat, namun ini menjadi ajang pra pada tingkat kejuaraan internasional berikutnya," sebutnya.
Ia menyebutkan, selain peserta dari kedua negara tersebut, sejumlah pesertalainnya berasal dari kota-kota di Indonesia yang intens dan dikenal dengan kemampuan olahraga paralayangnya.
Kejuaraan tersebut akan berlansgung selama sepekan dan akan berakhir pada 6 Juni mendatang.
Sedikitnya 35 atlit ikut ambil bagian pada kejuaraan tersebut, beberapa diantaranya adalah atlit nasional seperti duta dari Korea Selatan dan Singapura. Kali ini, cabang yang dipelombakan adalah Race to Goal.
Salah seorang Panitia, Hilmi kepada beritapalu.com mengatakan, kejuaraan terbuka tersebut sekaligus sebagai pra kejuaraan tingkat internasional yang akan digelar setelah kejuaraan tersebut. "Kita belum bisa memastikan waktunya karena itu keputusan dari pusat, namun ini menjadi ajang pra pada tingkat kejuaraan internasional berikutnya," sebutnya.
Ia menyebutkan, selain peserta dari kedua negara tersebut, sejumlah pesertalainnya berasal dari kota-kota di Indonesia yang intens dan dikenal dengan kemampuan olahraga paralayangnya.
Kejuaraan tersebut akan berlansgung selama sepekan dan akan berakhir pada 6 Juni mendatang.
Besok Peserta Calon KPU Kota Palu Lulus Berkas Diumumkan
PALU-Tim Seleksi Calon Komisi Pemilihan Umum Kota Palu besok akan mengumumkan nama-nama peserta yang lulus pemeriksaan administrasi berkas.
Peserta yang mengikuti seleksi calon KPU Kota Palu dapat memperoleh informasi tersebut melalui media cetak, televisi dan radio atau melihat langsung di sekretariat Tim Seleksi Calon KPU Kota Palu di Hotel Pondok Indah Jalan Thamrin Nomor 7.
Peserta yang mengikuti seleksi calon KPU Kota Palu dapat memperoleh informasi tersebut melalui media cetak, televisi dan radio atau melihat langsung di sekretariat Tim Seleksi Calon KPU Kota Palu di Hotel Pondok Indah Jalan Thamrin Nomor 7.
323 Calon Brigadir Ikut Pendidikan
PALU - Setelah melalui proses seleksi yang ketat, akhrinya Polda Sulteng menetapkan 323 orang untuk mengikuti pendidikan kepolisian di sejumlah lemabaga pendidikan polisi di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, 243 calon polisi dititipkan pendidikannya di Sekolah Polisi Nasional (SPN) Labuan Palu, 36 ke SPN Batua Makassar dan 30 orang lagi ke SPN Brimob Watukosek. 14 orang yang terdiri calon polisi wanita dididik di Pusat.
Kasubid Penerangan Masyarakat Polda Sulteng, Kompol Rostin Tumaloto, belum lama ini menyatakan pendidikan tersebut akan dilaksanakan selama tujuh bulan.
Dari jumlah tersebut, 243 calon polisi dititipkan pendidikannya di Sekolah Polisi Nasional (SPN) Labuan Palu, 36 ke SPN Batua Makassar dan 30 orang lagi ke SPN Brimob Watukosek. 14 orang yang terdiri calon polisi wanita dididik di Pusat.
Kasubid Penerangan Masyarakat Polda Sulteng, Kompol Rostin Tumaloto, belum lama ini menyatakan pendidikan tersebut akan dilaksanakan selama tujuh bulan.
Suasana Poso Tetap Kondusif
POSO - Suasana ibukota Kabupaten Poso paska terjadinya bom bunuh diri tetap kondusif. Aktivitas warga tetap berjalan seperti biasanya. Warga di pasar tradisional Poso tetap menjalankan kegiatan perdagangannya seperti biasa.
Pada saat kejadian, yakni pagi hari sekitar pukul 08.05 wita pagi, sempat terjadi kerumunan di depan Mapolres Poso, namun sesaat kemudian, bubar sendiri. Polisi menutup jalan Pulau Sumatra, tempat Maporles Poso berada. Selain jalan itu, jalan-jalan lainnya terlihat normal seperti biasanya.
Para pegawai negeri sipil kelihatan bekerja seperti biasanya, begitu pula dengan toko-toko dan kios tampak dibuka sebagaimana sehari-harinya.
Hingga saat ini, belum dilakukan olah TKP atas insiden bom bunuh diri tersebut. Namun demikian, aparat tetap berjaga-jaga.
Pada saat kejadian, yakni pagi hari sekitar pukul 08.05 wita pagi, sempat terjadi kerumunan di depan Mapolres Poso, namun sesaat kemudian, bubar sendiri. Polisi menutup jalan Pulau Sumatra, tempat Maporles Poso berada. Selain jalan itu, jalan-jalan lainnya terlihat normal seperti biasanya.
Para pegawai negeri sipil kelihatan bekerja seperti biasanya, begitu pula dengan toko-toko dan kios tampak dibuka sebagaimana sehari-harinya.
Hingga saat ini, belum dilakukan olah TKP atas insiden bom bunuh diri tersebut. Namun demikian, aparat tetap berjaga-jaga.
Jenazah Pelaku Bom Bunuh Diri Dibawa ke Palu
Sebuah bom bunuh diri menyalak di halaman Mapolres Poso, Jalan Pulau Sumatera, Kelurahan Gebang Rejo, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Senin (3/6) sekitar pukul 08.05 Wita.
Pelaku yang membawa bom tersebut hancur berantakan. Potongan tubuhnya berserakan di sekitar tempat kejadian.
Informasi yang berhasil dihimpun di TKP, pelaku tersebut menggunakan sepeda motor, melintasi penjagaan dan meledakkan bom pertama tapi gagal. Pelaku dihentikan petugas piket tapi tanap gas dan meledak di depan Masjid Polres Poso.
Jenazah pelaku bom bunuh diri di halaman Polres Poso pada Senin (3/6) pagi tadi sekitar pukul 08.05 Wita akan dibawa ke Palu. Itu dinyatakan oleh berbagai sumber di Poso, meski belum terverifikasi dari pihak aparat. Jenazah itu dibawa ke Palu untuk proses identifikasi lebih lanjut karena begian tubuhnya terpisah-pisah.
Keberangkatan jenazah itu dikawal oleh sejumlah pasukan bersenjata.
Sementara itu, saat ini sedang berlangsung olah TKP oleh Tim Inafis Polda Sulteng.
Tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polda Sulteng mulai melakukan olah TKP di halaman Mapolres Poso, tempat bom bunuh diri terjadi, Senin (3/6).
Tim itu mulai mengumpulkan bukti-bukti terkait insiden yang menewaskan pelaku bom bunuh diri tersebut. Nantinya, dari hasil olah TKP itu akan diketahui jenis bom yang digunakan, kekuatan bom, target bom tersebut, termasuk kemungkinan mengungkap motif dari aksi nekat tersebut.
Seperti diketahui, terjadi insiden bom bunuh diri di Mapolres Poso pada Senin (3/6) sekitar pukul 08.05 Wita. Pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha jenis Jupier Z tanpa nomor polisi yang menerobos masuk ke halaman Mapolres Poso.
Anggota yang sedang jaga atau piket di Pos 1 sempat menegur pelaku namun tetap menerobos masuk menuju kantor Mapolres. Selang lima detik kemudian, tepatnya antara Mushallah dan parkiran terdengan ledakan kecil yang kemudian disusul dengan ledakan besar yang mengaibatkan pelaku bersama sepeda motor yang dikendarainya hancur berantakan.
Atas ledakan yang hampir dapat dipastikan berupa bom itu mengakibatkan kaca jendela kantor provost
yang berdekatan dengan ledakan itu pecah, termasuk beberapa kaca jendela moushallah ikut pecah.
Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI akan mengirim tim identifikasi untuk mengungkap siapa pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso pada Senin (3/6). Tim Mabes Polri ini akan tiba di Palu siang ini juga untuk melakukan tugasnya bertepatan dengan tibanya jenazah pelaku yang saat ini sedang dalam perjalanan ke Palu.
Sejumlah pihak berharap agar insiden tersebut cepat terungkap agar prasangka-prasangka dapat ditepis. "Kejadian ini akan menjadikan daerah kita semakain tidak baik namanya, makanya kita berharap agar aparat secepatnya melakukan pengungkapan agar tidak menimbulkan prasangka-prasangka yang jelek dan lebih penting lagi agar masyarakat bisa tenang dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya,"harap Ridwan, salah seorang warga di palu.
Semenara itu, pantauan kontributor bertiapalu.com di Poso melaporkan, paska bom bunuh diri yang terjadi pagi itu, suasana ibukota Kabupaten Poso tetap kondusif. Tidak ada toko yang tutup. Pasar tetap ramai dikunjungi. Hanya jalan Pulau Sumatera tempat insiden itu terjadi yang ditutup.
Pelaku yang membawa bom tersebut hancur berantakan. Potongan tubuhnya berserakan di sekitar tempat kejadian.
Informasi yang berhasil dihimpun di TKP, pelaku tersebut menggunakan sepeda motor, melintasi penjagaan dan meledakkan bom pertama tapi gagal. Pelaku dihentikan petugas piket tapi tanap gas dan meledak di depan Masjid Polres Poso.
Jenazah pelaku bom bunuh diri di halaman Polres Poso pada Senin (3/6) pagi tadi sekitar pukul 08.05 Wita akan dibawa ke Palu. Itu dinyatakan oleh berbagai sumber di Poso, meski belum terverifikasi dari pihak aparat. Jenazah itu dibawa ke Palu untuk proses identifikasi lebih lanjut karena begian tubuhnya terpisah-pisah.
Keberangkatan jenazah itu dikawal oleh sejumlah pasukan bersenjata.
Sementara itu, saat ini sedang berlangsung olah TKP oleh Tim Inafis Polda Sulteng.
Tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polda Sulteng mulai melakukan olah TKP di halaman Mapolres Poso, tempat bom bunuh diri terjadi, Senin (3/6).
Tim itu mulai mengumpulkan bukti-bukti terkait insiden yang menewaskan pelaku bom bunuh diri tersebut. Nantinya, dari hasil olah TKP itu akan diketahui jenis bom yang digunakan, kekuatan bom, target bom tersebut, termasuk kemungkinan mengungkap motif dari aksi nekat tersebut.
Seperti diketahui, terjadi insiden bom bunuh diri di Mapolres Poso pada Senin (3/6) sekitar pukul 08.05 Wita. Pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha jenis Jupier Z tanpa nomor polisi yang menerobos masuk ke halaman Mapolres Poso.
Anggota yang sedang jaga atau piket di Pos 1 sempat menegur pelaku namun tetap menerobos masuk menuju kantor Mapolres. Selang lima detik kemudian, tepatnya antara Mushallah dan parkiran terdengan ledakan kecil yang kemudian disusul dengan ledakan besar yang mengaibatkan pelaku bersama sepeda motor yang dikendarainya hancur berantakan.
Atas ledakan yang hampir dapat dipastikan berupa bom itu mengakibatkan kaca jendela kantor provost
yang berdekatan dengan ledakan itu pecah, termasuk beberapa kaca jendela moushallah ikut pecah. Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI akan mengirim tim identifikasi untuk mengungkap siapa pelaku bom bunuh diri di Mapolres Poso pada Senin (3/6). Tim Mabes Polri ini akan tiba di Palu siang ini juga untuk melakukan tugasnya bertepatan dengan tibanya jenazah pelaku yang saat ini sedang dalam perjalanan ke Palu.
Sejumlah pihak berharap agar insiden tersebut cepat terungkap agar prasangka-prasangka dapat ditepis. "Kejadian ini akan menjadikan daerah kita semakain tidak baik namanya, makanya kita berharap agar aparat secepatnya melakukan pengungkapan agar tidak menimbulkan prasangka-prasangka yang jelek dan lebih penting lagi agar masyarakat bisa tenang dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya,"harap Ridwan, salah seorang warga di palu.
Semenara itu, pantauan kontributor bertiapalu.com di Poso melaporkan, paska bom bunuh diri yang terjadi pagi itu, suasana ibukota Kabupaten Poso tetap kondusif. Tidak ada toko yang tutup. Pasar tetap ramai dikunjungi. Hanya jalan Pulau Sumatera tempat insiden itu terjadi yang ditutup.
Senin, 06 Mei 2013
Pemprov Sulteng Usulkan Kenaikan Kuota BBM
PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengusulkan kenaikan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk tahun 2013 ini sebesar 8 persen. Usulan ini didasarkan pada pertimbangan semakin besarnya kebutuhan, antara lain karena faktor pertumbuhan ekonomi yang berada di atas rata-rata nasional dan semakin banyaknya jumlah kendaraan.
Jika usulan penambahan 8 persen tersebut disetujui, maka kuota BBM Sulawesi Tengah akan berjumlah 578.241.433 liter, yang terdiri dari premium sebanyak 314.426.591 liter, solar 140.908.406 liter dan minyak tanah 122.906.436 liter.
“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi membawa konsekuensi pada meningkatnya kebutuhan BBM, demikian pula dengan jumlah kendaraan yang terus bertambah. Pertambahan ini tentu saja akan meningkatkan konsumsi BBM,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembanguna Setda Prov Sulteng, Dr. Bunga Elim Somba di Press Room Pemprov Sulteng dalam diskusi bertajuk Mengurai Dampak dan Kesiapan Pemprov menghadapi kenaikan BBM, Senin (6/5).
Ia mengatakan, usulan itu sudah diajukan tinggal menunggu realisasi dari Pertamina sebagai eksekutor. Penambahan itu tekan Elim tidak bisa ditunda-tunda lagi, apalagi katanya sering terjadi kekosongan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Belum lagi katanya pinalti yang diberika kepada SPBU yang menyelahai aturan.
“Kalau ada SPBU yang dipinalti, apakah itu tidak diberi jatah penyaluran ataukah dikenakan sanksi, maka efeknya adalah pelanggannya akan mencari SPBU di wilayah terdekatnya. Ini yang menyebabkan tumpukan atau antrian. Nah kalau jatahnya tidak ditambah maka akan terjadi kerawanan,” sebutnya.
Minat Warga di Palu terhadap Gadget dan Laptop Tinggi
PALU—Perkembangan teknologi di dunia gadget dan laptop yang menghadirkan berbagai fitur dan model menarik minat warga Kota Palu terhadap kedua jenis barang tersebut meningkat utamanya dikalangan pelajar dan mahasiswa.
Teknisi salah satu counter laptop di Mall Tatura Palu, Umar mengatakan pelajar dan mahasiswa sangat tertarik memiliki laptop dengan harga terjangkau dan mudah dibawa-bawa kemana-mana dan pilihannya jatuh pada laptop yang memiliki ukuran layar 11 atau 10 inchi dengan harga berkisar Rp.2,8 hingga Rp3 jutaan.
“Mereka lebih memilih laptot dengan ukuran tak hanya karena harganya dan ukurannya tapi karena kebutuhannya untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah atau kuliahan dan kebanyakan memilih laptop merek accer,”Ungkap Umar,Minggu(5/5/2013).
Menurut Umar, pilihan terhadap laptop produk Accer karena ukuran yang layar dan spesifikasi yang cukup untuk kebutuhan bagi mereka yang memiliki aktivitas yang cukup tinggi rutinitasnya sedangkan produk yang lain belum tentu memiliki ukuran layar seperti pada produk Accer biasanya jika dicari tidak ada ukuran yang demikian biasanya ukuran layar yang ada 14 Inchi yang tentunya ukurannya besar.
Buya Hamka salah satu pengunjung counter juga menegaskan bahwa memang produk accer memang banyak laris di Kota Palu sekalipun terdapat berbagai produk lainnya yang juga bisa jadi pilihan namun Accer masih lebih dominan.
Sementara itu menyangkut handphone dan gadget H Asnawi pemilik Plaza Handphone yang menjual berbagai produk handphone dan gadget terlengkap mengatakan minat warga Kota Palu terhadap alat komunikasi berupa handphone memang cukup luar biasa termasuk gadget.
“Dulu kita mungkin masih melihat mereka menggunakan satu buah handphone digenggamannya tapi sekarang bisa lebih dari satu terus ditambah lagi dengan gadget. Jadi bukan lagi barang yang mewah tapi sudah menjadi kebutuhan bahkan juga menjadi bagian dari gaya hidup seseorang,”ungkap Asnawi.
Asnawi mengatakan pihaknya bersama Grapari Telkomsel Palu mengadakan pameran dan berbagai merek handphone dan gadget dan bagi konsumen pihaknya pun memberikan kejutan-kejutan baik dalam bentuk merchandise maupun undian yang akan di undi pada akhir acara pameran nantinya untuk memperebutkan hadiah menarik tentunya.
Robert J Nandjong Staf Sales Post New Bussines Grapari Telkomsel Palu mengatakan kerjasama yang dibangun adalah untuk memperkenalkan produk Blackberry Z 10 yang pada kesempatan Grand Opening Plaza Hotel harganya hanya Rp6 jutaan lebih plus dengan kartu flash perdana.“Blackberry Z10 sudah tidak repot-repot lagi mengisi bis karena dikartu perdana flash sudah semuanya terakomodir mengingat Blackberry Z10 mendukung dalam hal akses data sekaligus bis untuk saling BBM,”kata Robert
Teknisi salah satu counter laptop di Mall Tatura Palu, Umar mengatakan pelajar dan mahasiswa sangat tertarik memiliki laptop dengan harga terjangkau dan mudah dibawa-bawa kemana-mana dan pilihannya jatuh pada laptop yang memiliki ukuran layar 11 atau 10 inchi dengan harga berkisar Rp.2,8 hingga Rp3 jutaan.
“Mereka lebih memilih laptot dengan ukuran tak hanya karena harganya dan ukurannya tapi karena kebutuhannya untuk mengerjakan tugas-tugas sekolah atau kuliahan dan kebanyakan memilih laptop merek accer,”Ungkap Umar,Minggu(5/5/2013).
Menurut Umar, pilihan terhadap laptop produk Accer karena ukuran yang layar dan spesifikasi yang cukup untuk kebutuhan bagi mereka yang memiliki aktivitas yang cukup tinggi rutinitasnya sedangkan produk yang lain belum tentu memiliki ukuran layar seperti pada produk Accer biasanya jika dicari tidak ada ukuran yang demikian biasanya ukuran layar yang ada 14 Inchi yang tentunya ukurannya besar.
Buya Hamka salah satu pengunjung counter juga menegaskan bahwa memang produk accer memang banyak laris di Kota Palu sekalipun terdapat berbagai produk lainnya yang juga bisa jadi pilihan namun Accer masih lebih dominan.
Sementara itu menyangkut handphone dan gadget H Asnawi pemilik Plaza Handphone yang menjual berbagai produk handphone dan gadget terlengkap mengatakan minat warga Kota Palu terhadap alat komunikasi berupa handphone memang cukup luar biasa termasuk gadget.
“Dulu kita mungkin masih melihat mereka menggunakan satu buah handphone digenggamannya tapi sekarang bisa lebih dari satu terus ditambah lagi dengan gadget. Jadi bukan lagi barang yang mewah tapi sudah menjadi kebutuhan bahkan juga menjadi bagian dari gaya hidup seseorang,”ungkap Asnawi.
Asnawi mengatakan pihaknya bersama Grapari Telkomsel Palu mengadakan pameran dan berbagai merek handphone dan gadget dan bagi konsumen pihaknya pun memberikan kejutan-kejutan baik dalam bentuk merchandise maupun undian yang akan di undi pada akhir acara pameran nantinya untuk memperebutkan hadiah menarik tentunya.
Robert J Nandjong Staf Sales Post New Bussines Grapari Telkomsel Palu mengatakan kerjasama yang dibangun adalah untuk memperkenalkan produk Blackberry Z 10 yang pada kesempatan Grand Opening Plaza Hotel harganya hanya Rp6 jutaan lebih plus dengan kartu flash perdana.“Blackberry Z10 sudah tidak repot-repot lagi mengisi bis karena dikartu perdana flash sudah semuanya terakomodir mengingat Blackberry Z10 mendukung dalam hal akses data sekaligus bis untuk saling BBM,”kata Robert
Sepenggal Kisah Pedagang Mobil Warung Bubur Ayam
PALU-“Jual bubur ayam di Palu itu seperti jual es di musim penghujan, saya lihat orang Palu biasa makan nasi kuning,”Demikian ungkapan keraguan Tasman di sela-sela melayani pembeli yang mulai ramai sejak pagi hingga siang hari.
Bapak empat orang anak ini sebelumnya membuka usaha makanan dan minuman di Pantai Taman Ria yang berada di tepian Teluk Palu sejak 2000. Namun lambat laun usaha itu mulai tidak menjanjikan lagi dan ia pun membuka warung makan, sayangnya usaha itu tidak berjalan mulus karena lokasi ia berusaha milik orang lain.
“Usaha baru dirintis sudah gagal karena lokasi yang saya beli ternyata milik orang lain yang dijual kepada saya, kejadian seperti ini membuat saya stress untungnya istri saya tetap memberi dorongan dan meminta saya pergi ke Makassar,”Ungkapnya.
Selama berjalan-jalan di Makassar ia pun melihat pedagang bubur ayam yang banyak dia temui namun lagi-lagi keraguan itu muncul dalam benaknya. Bukannya tanpa alas an Tasman mengatakan kebiasaan orang Palu itu makan nasi kuning bukan bubur ayam.
Lagi-lagi istrinya memberikan dukungan untuk berusaha,”Kita jualan bubur ayam saja pak karena dimana-mana bubur ayam pada kondisi apapun bisa laku,”Ungkapnya mengutip pernyataan istrinya.
Tasman kemudian berbalik bertanya kepada Shanti(28) memangnya bisa membuat bubur ayam. Si istri pun menjawabnya bisa dan keraguan itu berbuah keyakinan,”Bismillah saya akan berusaha jualan bubur ayam,”tegasnya menyakinkan dirinya.
Keraguan Tasman pun berbuah keuntungan dari setiap mangkuk bubur ayam yang saban hari di jajakannya mulai dari modal awal Rp50 juta ia pun kini bisa mengembangkan usahanya bahkan bisa mempekerjakan 12 orang karyawan termasuk mendapat suntikan modal dari Bank Mandiri senilai Rp200 juta.
Tasman pun menyebutkan untuk gaji karyawannya setiap bulan ia mengeluarkan masing-masing karyawan berkisar Rp600 ribu hingga Rp750 ribu dan untuk membayar angsuran di bank setiap bulannya Rp5 juta. Sementara untuk pendapatan sehari-hari dari penjualan bubur ayam bisa bervariasi antara dibawah Rp1 juta bahkan kadang bisa lebih dari itu.
“Orang kebanyakan bilang kalau bisnis makanan banyak untungnya, kalau saya hanya bilang Alhamdulillah,”Ungkapnya bersyukur.
Bapak empat orang anak ini sebelumnya membuka usaha makanan dan minuman di Pantai Taman Ria yang berada di tepian Teluk Palu sejak 2000. Namun lambat laun usaha itu mulai tidak menjanjikan lagi dan ia pun membuka warung makan, sayangnya usaha itu tidak berjalan mulus karena lokasi ia berusaha milik orang lain.
“Usaha baru dirintis sudah gagal karena lokasi yang saya beli ternyata milik orang lain yang dijual kepada saya, kejadian seperti ini membuat saya stress untungnya istri saya tetap memberi dorongan dan meminta saya pergi ke Makassar,”Ungkapnya.
Selama berjalan-jalan di Makassar ia pun melihat pedagang bubur ayam yang banyak dia temui namun lagi-lagi keraguan itu muncul dalam benaknya. Bukannya tanpa alas an Tasman mengatakan kebiasaan orang Palu itu makan nasi kuning bukan bubur ayam.
Lagi-lagi istrinya memberikan dukungan untuk berusaha,”Kita jualan bubur ayam saja pak karena dimana-mana bubur ayam pada kondisi apapun bisa laku,”Ungkapnya mengutip pernyataan istrinya.
Tasman kemudian berbalik bertanya kepada Shanti(28) memangnya bisa membuat bubur ayam. Si istri pun menjawabnya bisa dan keraguan itu berbuah keyakinan,”Bismillah saya akan berusaha jualan bubur ayam,”tegasnya menyakinkan dirinya.
Keraguan Tasman pun berbuah keuntungan dari setiap mangkuk bubur ayam yang saban hari di jajakannya mulai dari modal awal Rp50 juta ia pun kini bisa mengembangkan usahanya bahkan bisa mempekerjakan 12 orang karyawan termasuk mendapat suntikan modal dari Bank Mandiri senilai Rp200 juta.
Tasman pun menyebutkan untuk gaji karyawannya setiap bulan ia mengeluarkan masing-masing karyawan berkisar Rp600 ribu hingga Rp750 ribu dan untuk membayar angsuran di bank setiap bulannya Rp5 juta. Sementara untuk pendapatan sehari-hari dari penjualan bubur ayam bisa bervariasi antara dibawah Rp1 juta bahkan kadang bisa lebih dari itu.
“Orang kebanyakan bilang kalau bisnis makanan banyak untungnya, kalau saya hanya bilang Alhamdulillah,”Ungkapnya bersyukur.
54 Persen Kebutuhan BBM Sulteng Berupa Premium
PALU – Kebutuhan BBM Sulteng didominasi oleh premium, yakni mencapai 54 persen, atau sebesar 314.426.591 liter dari 578.241.443 liter seluruh jenis BBM. Sisanya sebesar 140.908.406 liter berupa solar (24 persen) dan minyak tanah sebesar 122.906.436 liter (21 persen).
Hal itu diungkapkan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Dr. Bunga Elim Somba saat diskusi bertajuk Mengurai Dampak dan Kesiapan Pemprov Sulteng Menghadapi Kenaikan BBM di Pressroom Pemprov Sulteng, Senin (6/5).
Kata Elim, angka itu merupakan proyeksi setelah dikaji dari kebutuhan BBM tahun 2012 lalu. “Tahun lalu belum sebanyak itu, tapi karena perhitungan kenaikan pertumbuhan ekonomi Sulteng yang rata-rata di atas 7 persen, maka kita dapat angka-angka kebutuhan seperti itu,” jelasnya.
Ia mengatakan, premium menempati urutan pertama dari seluruh jenis BBM yang dibutuhkan karena saat ini hampir semua aspek pergerakan warga ditunjang oleh premium. “Ke pasar saja butuh premium,” ujarnya berkelakar.
Berbeda dengan solar dan minyak tanah, kebutuhannya relatif tidak seperti premium karena penggunaannya juga tidak menyentuh semua tingkatan dana ktivitas masyarakat. Solar paling tidak bagi industri dan nelayan. “Seberapa banyak industri yang kita miliki,” sebutnya.
Demikian halnya dengan minyak tanah. Kecenderungan warga untuk beralih ke bahan bakar gas sudah mulai terlihat. Ini yang menyebabkan kenapa minyak tanah relatif tidak terlalu banyak dibutuhkan, meski pada faktanya setiap ada distribusi minyak tanah selalu saja terjadi antrian.
Hal itu diungkapkan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Dr. Bunga Elim Somba saat diskusi bertajuk Mengurai Dampak dan Kesiapan Pemprov Sulteng Menghadapi Kenaikan BBM di Pressroom Pemprov Sulteng, Senin (6/5).
Kata Elim, angka itu merupakan proyeksi setelah dikaji dari kebutuhan BBM tahun 2012 lalu. “Tahun lalu belum sebanyak itu, tapi karena perhitungan kenaikan pertumbuhan ekonomi Sulteng yang rata-rata di atas 7 persen, maka kita dapat angka-angka kebutuhan seperti itu,” jelasnya.
Ia mengatakan, premium menempati urutan pertama dari seluruh jenis BBM yang dibutuhkan karena saat ini hampir semua aspek pergerakan warga ditunjang oleh premium. “Ke pasar saja butuh premium,” ujarnya berkelakar.
Berbeda dengan solar dan minyak tanah, kebutuhannya relatif tidak seperti premium karena penggunaannya juga tidak menyentuh semua tingkatan dana ktivitas masyarakat. Solar paling tidak bagi industri dan nelayan. “Seberapa banyak industri yang kita miliki,” sebutnya.
Demikian halnya dengan minyak tanah. Kecenderungan warga untuk beralih ke bahan bakar gas sudah mulai terlihat. Ini yang menyebabkan kenapa minyak tanah relatif tidak terlalu banyak dibutuhkan, meski pada faktanya setiap ada distribusi minyak tanah selalu saja terjadi antrian.
Rabu, 24 April 2013
BPBD Sulteng Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim
Pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mengimbau warga untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam menyusul adanya cuaca cukup ekstrim di daerah itu.
"Curah hujan di beberapa daerah selama dua pekan terakhir ini menunjukkan peningkatan sehingga beberapa daerah di Sulteng terjadi bencana banjir," kata Kepala BPBD Sulawesi Tengah (Sulteng) Bartholomeus Tandigala di Palu, Kamis.
Menurut dia, semua kabupaten dan kota di Sulteng sangat memungkinkan terjadi bencana banjir dan tanah longsor.
Di Sulteng banyak sekali sungai kecil dan besar dan pada saat curah hujan tinggi sewaktu-waktu banjir, katanya.
Ia juga mengingatkan mengenai kondisi tanah labil sehingga mudah longsor. Hal itu ditambah dengan fungsi hutan yang semakin menurun akibat perambahan dan pembabatan, termasuk untuk areal kebun masyarakat.
Mengingat cuaca dalam dua pekan ini terlihat ektrim, masyarakat khususnya yang bermukim di dekat sungai dan bukit-bukit perlu waspada.
Bartholomeus juga mengatakan soal ketersediaan logistik, termasuk untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makanan dan keperluan rumah tangga lainnya sebagai cadangan jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam masih cukup tersedia dalam jumlah memadai.
Soal stok logistik untuk korban bencana alam di Sulteng digudang BPBD Sulteng dan juga di kabupaten dan kota dijamin cukup.
Begitu juga untuk sarana dan prasana pendukung, BPBD Sulteng memiliki beberapa unit kendaraan operasional, antara lain mobil dapur umum serba guna, ambulans dan mobil untuk kebutuhan air bersih.
Jika terjadi bencana alam di daerah-daerah, kendaraan-kendaraan tersebut langsung dikerahkan ke lokasi untuk digunakan sesuai kebutuhan.
Sementara Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Bandara Mutiara Palu Aschadi SR mengatakan semua wilayah di Sulteng dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi diguyur hujan ringan sampai lebat.
"Termasuk wilayah Palu dan juga Kabupaten tentangga Sigi dan Donggala," katanya
UN Susulan Di Palu Diikuti Seorang Siswi
Ujian Nasional (UN) susulan tingkat SMA di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang berlangsung Kamis, hanya diikuti seorang siswi.
"Hari pertama UN susulan hanya hadir satu orang saja, padahal tahun-tahun sebelumnya peserta cukup banyak," kata Saiful Bakri, panitia penyelanggara UN SMA Kota Palu, Kamis.
Ia mengaku belum mendapat laporan dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kota Palu mengenai jumlah siswa yang seharusnya mengikutin UN susulan.
"Yang jelas hari ini hanya hadir satu siswa saja," katanya.
UN susulan untuk tingkat SMA di ibu kota provinsi yang akan berlangsung empat hari dari 25-26 April 2013 dan dilanjutkan pada 29-30 April 2013 dipusatkan di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Palu terletak di bilangan Jln Thmarin Kecamatan Palu Timur.
Hari pertama UN susulan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah mengujikan mata pelajaran bidang studi biologi, kimia, sosiologi, geografi dan antropologi untuk jurusan IPA, IPS dan Bahasa.
Tetapi hari pertama UN susulan di MAN 2 Palu yang hanya diikuti seorang siswi jurusan IPS dengan mata pelajaran diujikan adalah geografi dan sosiologi.
Sementara Humas SMA Negeri 5 Palu Hasri Hamid mengatakan satu-satunya siswi yang mengikuti UN susulan karena bersangkutan pada hari pertama UN tidak ikut karena sakit.
Tetapi hanya UN mata pelajaran sosiologi dan geografi yang terpaksa harus mengikuti ujian susulan.
Khusus untuk UN mata pelajaran lainnya, semua diikutinya.
Total siswa SMA Negeri 5 yang mengikuti UN tingkat SMA pada tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 215 orang.
Meski pelaksanaan UN kali ini untuk SMA terkesan buruk karena keterlambatan naskah, ia tetap optimis tingkat kelulusan akan lebih bagus dari sebelumnya karena jauh sebelum UN dilaksanakan berbagai strategi telah dilakukan pihak sekolah.
Basri Beberapa Kali Dapat Izin Keluar Lapas
Basri, narapidana kasus kekerasan Poso yang kabur, diketahui beberapa kali mendapat izin dari petugas Lapas Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, untuk keluar penjara.
"Saya tidak tahu seberapa sering, tapi dia beberapa kali izin keluar tapi tanpa pengawalan ketat oleh polisi," kata juru bicara Polda Sulawesi Tengah AKBP Soemarno di Palu, Rabu.
Basri mendapatkan izin dari pihak Lapas Klas II/A Ampana untuk menjenguk keluarganya yang sakit di Kabupaten Poso yang berjarak sekitar 220 kilometer dari Kabupaten Tojo Una-Una.
Selama ini petugas Lapas Ampana jarang meminta bantuan kepada aparat kepolisian untuk mengawal Basri saat mendapat ijin keluar dari penjara.
"Seharusnya ada pengawalan ketat mengingat Basri adalah tahanan khusus," katanya.
Polda Sulawesi Tengah saat ini juga berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk memburu Basri alias Bagong.
"Kita juga meminta bantuan Densus 88 untuk meringkusnya," katanya.
Basri kabur saat mendapat izin keluar penjara untuk menjenguk keluarganya yang sakit keras pada 19 April 2013.
Bagong kabur usai shalat Jumat dengan memanfaatkan kelengahan petugas lapas.
Basri adalah narapidana kasus kekerasan Poso yang mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Klas II/A Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una.
Kepala Humas Kawil Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, Rustam Effendi, menyatakan pencarian Basri difokuskan di Kabupaten Poso.
"Kita fokuskan di situ karena dia diketahui hilang saat menjenguk keluarganya di Poso," kata Rustam.
Dia juga berharap masyarakat bisa bekerja sama untuk menangkap Basri.
Tiga Penegdar Narkoba Dibekuk Polisi
Tiga tersangka pengedar narkoba berhasil dibekuk Satuan Narkoba Polres Palu saat melakukan transkasi di Jalan Juanda, Palu, Rabu (24/4) dini hari. Saat akan dibekuk, ketiga tersangka mencoba melakukan perlawanan dan mencoba kabur.
Satu anggota polisi terluka dalam upaya penangkapan itu karena menabrakkan kendaraannya ke motor tersangka yang akan mencoba kabur. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan satu paket besar sabu-sabu dan tiga paket kecil siap edar.
Salah satu tersangka diidentifikasi sebagai bandar yang sudah lama menjadi target operasi Satnarkoba Polres Palu. Ketiga tersangka ditangkap di tempat yang berbeda, dua tersangka di tangkap di jalan Moh. Hatta dan sempat membuang sabu-sabu mereka ke rumput di halaman DPRD Kota Palu. Satunya lagi berinisial I ditangkap di jalan Juanda.
Kini ketiga tersangka diamankan di Mapolres Palu untuk diperiksa dan dikembangkan kasusnya.
KNPI Sulteng Buat Pelatihan Perikanan Budidaya
DPD KNPI Sulteng berencana akan membuat pelatihan Perikanan Budidaya pada pekan depan mendatang. Pelatihan itu didasarkan pada kesepakatan dengan Dinas Perikanan dan kelautan Provinsis Sulawesi Tengah yang diteken beberapa waktu lalu.
Ketua DPD KNPI Sulteng, Yahdi Basma kepada beritapalu.com mengatakan, KNPI akan mengirim sejumlah pemuda ke Blitar, Jatim untuk mengikuti kualitasi lapangan atau magang soal perikanan budidaya.
“Selanjutnya melalui dana stimulan dari dinas terkait, akan dikucurkan untuk sejumlah kelompok pemuda di Palu, yaitu di Nunu, Tavanjuka dan Sigi yang mencakup beberapa kecamatan,” ungkap Yahdi.
Yahdi mengatakan, program ini akan diarahkan pada pengelolaan ikan lele yang berbasis teknologi, produksi dan pemasaran.
“Program ini akan ditindaklanjuti hingga ke KNPI Kabupaten dan Kota,” tandasnya.
Kapolda Perintahkan Pengejaran Basri
Basri alias Bagong, terpidana kasus terorisme dan mutilasi tiga siswi SMU di Kabupaten Poso beberapa tahun lalu, diduga melarikan diri dari Lapas Kelas 2 Ampana, Kabupaten Tojo Unauna (Touna), 19 April 2013 lalu. Hingga saat ini, Polda Sulteng dan Densus 88 masih terus melakukan pencarian.
Awalnya Basri minta izin kepada pihak Lapas untuk menjenguk istrinya yang sedang sakit. Pihak Lapas mengizinkannya dengan pengawalan seorang petugas Lapas pada 19 April 2013. Namun setelah tiba di rumah Basri, petugas Lapas yang mengawalnya tidak mengetahui keberadaannya.
Hingga 23 April 2013 kemarin, terpidana berbagai kasus terorisme itu tidak kunjung balik ke Lapas dan dinyatakan kabur. Pihak Lapas kemudian berkoordinasi dengan aparat Polda Sulteng dan Densus 88 untuk mengejar Basri.
Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ari Dono Sukmanto yang dihubungi beritapalu.com menyatakan, saat ini Polda Sulteng dan Densus 88 terus melakukan pencarian terhadap Basri.
Sebelumnya Basri divonis 19 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena kasus mutilasi yang dilakukannya terhadap tiga siswi SMU dan sejumlah aksi terorisme di Kabupaten Poso.
Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Ari Dono Sukmanto memerintahkan jajaran Polres Tojo Unauna untuk mengejar Basri, terpidana teroris yang kabur dari Lapas Kelas 2 Tojo Unauna pada 19 April 2013 lalu.
Kapolda juga meminta kepada seluruh masyarakat yang mengetahui keberadaan Basri alias Bagong agar melaporkan ke kepolisian setempat jika melihatnya. Basri kabur dari Lapas setelah izin menjenguk istrinya yang sedang sakit. Ketika diberi izin, Basri tidak juga kunjung kembali ke Lapas hingga hari ini.
Meski sudah dilaporkan ke Mabes Polri perihalnya kaburnya Basri ini, namun Kapolda Ari Dono berkeyakinan yang bersangkutan tidak akan bertindak gegabah, apalagi katanya, masa tahanan yang akan dijalani Basri tidak lama lagi.
Basri alias Bagong bersama tiga rekannya dijatuhi vonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 11 Desember 2007. Basri dihukum penjara selama 19 tahun. Majelis Hakim menyatakan, Basri terbukti melakukan permufakatan jahat, menguasai senjaa api, melakukan pengeboman, penembakan, pembunuhan, menyebabkan kerusakan fasilitas umum dan bangunan, dan menebar rasa takut.
Dalam kasus itu, Basri didakwa lima kasus terorisme yakni penembakan terhadap Pendeta Susianti Tinulele, mutilasi terhadap tiga siswi Poso, penembakan terhadap Ivon Nathalia dan Siti Nuraini, peledakan bom di kauwa Poso, serta penguasaan senjata api atau bahan peledak dan perlawanan terhadap aparat kepolisian.
Langganan:
Postingan (Atom)