Fenomena game online kini banyak digandrungi oleh anak-anak muda di indoensia. Demam game online melanda banyak kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Para gamer di Indonesia jumlahnya terus bertambah. Perkembangan itu tak terlepas dari peran kecanggihan dari smartphone saat ini.
Terus berkembangnya smartphone memudahkan para pengguna smartphone untuk bermain game. Tren yang sempat ramai dimainkan oleh masyarakat Indonesia adalah Pokemon Go, Clash of Clan, Clash Royale, Mobile Legend dan masih banyak lagi.
Minat anak muda untuk bermain game yang semakin tinggi, tak sedikit orang yang mencoba membuat game sendiri. Walaupun banyak jenis games yang dapat dicari dan didownload di Google Play Store secara gratis.
Ternyata hanya berbekal dengan smartphone Android, kamu juga bisa membuat game sendiri. Enggak perlu keahlian khusus, bahkan beberapa cara membuat game Android tidak membutuhkan coding. Jadi kamu bisa game kamu sendiri dengan bebas berkreasi.
Berikut cara membuat game Android sendiri yang bisa kamu coba.
Pakai Appsgeyser
Cara membuat game Android sendiri yang pertama kamu bisa melalui website Appsgeyser. Langkah-langkahnya sangat mudah untuk kamu ikuti.
1. Kamu buka website appsgeyser.com, lalu klik Create Now.
2. Lalu pilih Other App. Ini adalah halaman untuk kamu membuat game. Karena dalam websiter tersebut tak hanya menyediakan game saja.
3. Kemudian pilih Matching Puzzle.
4. Ini adalah contoh membuat game tentang puzzle. Saat kamu mencoba membeuat game ini, kamu harus sediakan setidaknya 6 gambar yang berbeda untuk kamu jadikan model puzzle.
5. Ganti semua elemen sesuai kebutuhan kamu.
6. Jika sudah, kamu bisa melihat preview terlebih dahaulu. Jika sudah, klik Next.
7. Isi semua langkah sesuai keperluanmu.
8. Kemudian klik Create. Sebelumnya kamu harus memiliki akun Apssgeyser terlebih dahulu agar kamu bisa mengambil file Apk game yang kamu buat tadi.
9. Selesai.
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prestasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Oktober 2018
Minggu, 16 Juni 2013
Tim Ekspedisi Temukan Tiga Hewan Langka Mamuju
Tim ekspedisi Negara Kesatuan Republik Indonesia 2013 yang diprakarsai TNI berhasil menemukan tiga hewan langka yang terdapat di kawasan hutan di Kabupaten Mamuju ibukota Provinsi Sulawesi Barat.
"Tim Ekspedisi NKRI yang terdiri dari personil TNI, peneliti dan mahasiswa melakukan penjelajahan dan penelitian di kawasan hutan Mamuju sejak awal Maret 2013, telah menemukan hasil yang positif termasuk penemuan tiga hewan langka yang saat ini populasinya mulai berkurang," kata anggota tim Ekspedisi NKRI, Taufik Al Zurjan yang juga mahasiswa Universitas Gajah Mada, Selasa.
Menurut dia tim penjelajah dan peneliti yang melakukan penyisiran di kawasan hutan telah menemukan habitat burung Maleo di Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, populasi hewan Anoa dan Tarsius.
"Tim ekspedisi menemukan telur burung maleo di daerah Tapandullu. Ini mengindikasikan, di wilayah itu masih ada populasi burung endemiki Maleo walaupun populasinya mulai berkurang," ungkapnya.
Ia menyampaikan tim ekspedisi ini melakukan tugasnya hanya fokus pada tiga bagian yakni penjelajahan, penelitian dan komunikasi sosial.
Dia menyampaikan potensi kekayaan kawasan hutan di Mamuju perlu dijaga sehingga terhindar dari perusakan yang dilakukan oleh manusia termasuk melakukan pengawasan terhadap perburuan burung endemik Maleo.
"Flora dan fauna ini perlu dijaga kelestariannya sehingga tidak mengalami kepunahan. Kekayaan alam ini harus terpelihara dengan baik sebagai potensi kekayaan yang dapat dibanggakan," ungkap dia.
Al Zurjan juga menyampaikan, selain menemukan hewan langka juga berhasil menemukan kandungan mineral di sejumlah titik diantaranya Kecamatan Kalumpang, Karossa dan Tappalang.
"Kandungan Uranium di temukan di Desa Takandeang, Kecamatan Tappalang. Potensi Uranium itu cukup luas hingga meliputi satu desa," urainya.
Dari tim sosial budaya kata dia, juga menemukan beberapa benda bersejarah yang memiliki nilai budaya yang tinggi misalnya Artefak Minanga Sipakko, Kapak Perambas dan fosil berbentuk Kerang (Chepalopada) yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun silam.
"Penemuan benda-benda sejarah ini dapat kita manfaatkan untuk pengembangan kawasan peradaban tertua di Sulbar. Tentunya hal ini bernilai wisata," ujarnya.
"Tim Ekspedisi NKRI yang terdiri dari personil TNI, peneliti dan mahasiswa melakukan penjelajahan dan penelitian di kawasan hutan Mamuju sejak awal Maret 2013, telah menemukan hasil yang positif termasuk penemuan tiga hewan langka yang saat ini populasinya mulai berkurang," kata anggota tim Ekspedisi NKRI, Taufik Al Zurjan yang juga mahasiswa Universitas Gajah Mada, Selasa.
Menurut dia tim penjelajah dan peneliti yang melakukan penyisiran di kawasan hutan telah menemukan habitat burung Maleo di Desa Tapandullu, Kecamatan Simboro, populasi hewan Anoa dan Tarsius.
"Tim ekspedisi menemukan telur burung maleo di daerah Tapandullu. Ini mengindikasikan, di wilayah itu masih ada populasi burung endemiki Maleo walaupun populasinya mulai berkurang," ungkapnya.
Ia menyampaikan tim ekspedisi ini melakukan tugasnya hanya fokus pada tiga bagian yakni penjelajahan, penelitian dan komunikasi sosial.
Dia menyampaikan potensi kekayaan kawasan hutan di Mamuju perlu dijaga sehingga terhindar dari perusakan yang dilakukan oleh manusia termasuk melakukan pengawasan terhadap perburuan burung endemik Maleo.
"Flora dan fauna ini perlu dijaga kelestariannya sehingga tidak mengalami kepunahan. Kekayaan alam ini harus terpelihara dengan baik sebagai potensi kekayaan yang dapat dibanggakan," ungkap dia.
Al Zurjan juga menyampaikan, selain menemukan hewan langka juga berhasil menemukan kandungan mineral di sejumlah titik diantaranya Kecamatan Kalumpang, Karossa dan Tappalang.
"Kandungan Uranium di temukan di Desa Takandeang, Kecamatan Tappalang. Potensi Uranium itu cukup luas hingga meliputi satu desa," urainya.
Dari tim sosial budaya kata dia, juga menemukan beberapa benda bersejarah yang memiliki nilai budaya yang tinggi misalnya Artefak Minanga Sipakko, Kapak Perambas dan fosil berbentuk Kerang (Chepalopada) yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun silam.
"Penemuan benda-benda sejarah ini dapat kita manfaatkan untuk pengembangan kawasan peradaban tertua di Sulbar. Tentunya hal ini bernilai wisata," ujarnya.
Generasi Muda Sulbar Diminta Pertahankan Pilar Bangsa
Generasi muda di wilayah Provinsi Sulawesi Barat diminta mempertahankan empat pilar bangsa untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.
"Fakta dan fenomena yang berkembang menunjukkan nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah mengalami pergeseran dengan ditandainya perilaku yang lebih mengedepankan nilai-nilai individualisme, pragmatisme, dan liberalisme," kata Ketua Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik Wilayah IV Sulbar, Andi Ilham Bambang Parenrengi di Mamuju, Rabu.
Dia mengatakan sikap seperti itu telah menggerus nilai-nilai gotong royong, musyawarah mufakat, toleransi, serta persatuan dan kesatuan bangsa yang dimiliki bangsa ini.
Oleh karena itu, dia meminta, generasi muda sudah seharusnya memiliki pondasi yang kuat dengan mengamalkan nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika untuk mempertahankannya.
Sebab, kata dia, generasi muda merupakan pewaris kepemimpinan nasional.
Dia mengatakan, untuk memperkuat empat pilar bangsa maka generasi muda juga harus memperkuat wawasan kebangsaan agar dapat mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Menurut dia, empat pilar kebangsaan sangat penting untuk diimplementasikan karena mengandung nilai-nilai luhur bangsa sebagai dasar pengetahuan dan moral dengan itu maka ketidakteraturan dan kesewenang-wenangan tidak akan timbul ketika generasi muda menjadi pejabat ataupun posisi penting lainnya di dunia usaha dan lainnya.
Dia mengatakan, bangsa Indonesia ini memiliki banyak perbedaan atau pluralitas yang cukup tinggi sehingga berpotensi untuk tercerai-berai.
Namun demikian, ada hal penting yang mampu mencegah dan menghindarkan Indonesia dari perpecahan seperti halnya yang terjadi di Uni Soviet.
"Kita mempunyai empat pilar kebangsaan yang mengandung nilai-nilai luhur, sehingga mampu menjadi perekat untuk mencegah tercerai-berainya bangsa ini. Itulah sehingga harus dipertahankan dan harus dipelajari dan dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," katanya.
"Fakta dan fenomena yang berkembang menunjukkan nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara telah mengalami pergeseran dengan ditandainya perilaku yang lebih mengedepankan nilai-nilai individualisme, pragmatisme, dan liberalisme," kata Ketua Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Sosial dan Politik Wilayah IV Sulbar, Andi Ilham Bambang Parenrengi di Mamuju, Rabu.
Dia mengatakan sikap seperti itu telah menggerus nilai-nilai gotong royong, musyawarah mufakat, toleransi, serta persatuan dan kesatuan bangsa yang dimiliki bangsa ini.
Oleh karena itu, dia meminta, generasi muda sudah seharusnya memiliki pondasi yang kuat dengan mengamalkan nilai-nilai dalam empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD RI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika untuk mempertahankannya.
Sebab, kata dia, generasi muda merupakan pewaris kepemimpinan nasional.
Dia mengatakan, untuk memperkuat empat pilar bangsa maka generasi muda juga harus memperkuat wawasan kebangsaan agar dapat mengamanatkan kepada seluruh bangsa agar menempatkan persatuan dan kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Menurut dia, empat pilar kebangsaan sangat penting untuk diimplementasikan karena mengandung nilai-nilai luhur bangsa sebagai dasar pengetahuan dan moral dengan itu maka ketidakteraturan dan kesewenang-wenangan tidak akan timbul ketika generasi muda menjadi pejabat ataupun posisi penting lainnya di dunia usaha dan lainnya.
Dia mengatakan, bangsa Indonesia ini memiliki banyak perbedaan atau pluralitas yang cukup tinggi sehingga berpotensi untuk tercerai-berai.
Namun demikian, ada hal penting yang mampu mencegah dan menghindarkan Indonesia dari perpecahan seperti halnya yang terjadi di Uni Soviet.
"Kita mempunyai empat pilar kebangsaan yang mengandung nilai-nilai luhur, sehingga mampu menjadi perekat untuk mencegah tercerai-berainya bangsa ini. Itulah sehingga harus dipertahankan dan harus dipelajari dan dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," katanya.
ulutangkis - Lilyana Natsir Jajal Atlet Sulsel di Makassar
Makassar - Lilyana Natsir dan sejumlah pebulutangkis Pelatnas asal PB Djarum Kudus direncanakan menjajal sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi atlet Sulsel di GOR Sudiang Makassar, 31 Mei - 1 Juni 2013.
"Atlet Pelatnas seperti Lilyana Natsir akan menghadapi atlet kita dalam sebuah laga eksebhisi. Soal siapa yang akan terpilih pada kesempatan istimewa ini akan kita tentukan jelang pelaksanaan," jelas Pengurus PBSI Sulsel Atman Amir, di Makassar, Rabu.
Selain menghadapi atlet Sulsel, menurut Atman, laga eksebisi yang merupakan program salah satu perusahaan ini juga akan menggelar pertandingan yang melibatkan sesama pemain bintang PB Djarum Kudus.
Kegiatan ini juga, kata dia, akan menggelar pelatihan (coaching clinic) terhadap atlet bulutangkis Sulsel yang berusia 10-12 tahun, 13-15 tahun serta pelatih dari berbagai daerah di Sulsel.
Untuk kegiatan coaching clinic, akan dilakukan pagi hingga siang hari. Sedangkan untuk laga eksebhisi mulai digelar sore hingga malam.
"50 pelatih dari berbagai daerah akan hadir dalam coaching clinic nanti.Sementara untuk atlet sendiri saya kira jauh lebih banyak karena atlet usia muda di Sulsel memang cukup menjanjikan," katanya.
Mengenai kegiatan tersebut, Atman mengatakan sangat mendukung. Pihaknya juga berharap dengan kegiatan ini bisa menambah motivasi atlet khususnya dalam meningkatkan kemampuan masing-masing.
Pengalaman bermain dengan pebulutangkis pelatnas juga diharapkan membuat mental atlet Sulsel yang selama ini masih menjadi persoalan bisa lebih meningkat.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir, juga memberikan apresiasi dengan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga Sulsel kedepan.
"Bulutangkis Sulsel sejauh ini memang masih kesulitan saat bertemu wakil Jawa. Namun kita tetap optimistis bulutangkis akan bangkit dengan pembinaan yang lebih maksimal," ujarnya.
"Atlet Pelatnas seperti Lilyana Natsir akan menghadapi atlet kita dalam sebuah laga eksebhisi. Soal siapa yang akan terpilih pada kesempatan istimewa ini akan kita tentukan jelang pelaksanaan," jelas Pengurus PBSI Sulsel Atman Amir, di Makassar, Rabu.
Selain menghadapi atlet Sulsel, menurut Atman, laga eksebisi yang merupakan program salah satu perusahaan ini juga akan menggelar pertandingan yang melibatkan sesama pemain bintang PB Djarum Kudus.
Kegiatan ini juga, kata dia, akan menggelar pelatihan (coaching clinic) terhadap atlet bulutangkis Sulsel yang berusia 10-12 tahun, 13-15 tahun serta pelatih dari berbagai daerah di Sulsel.
Untuk kegiatan coaching clinic, akan dilakukan pagi hingga siang hari. Sedangkan untuk laga eksebhisi mulai digelar sore hingga malam.
"50 pelatih dari berbagai daerah akan hadir dalam coaching clinic nanti.Sementara untuk atlet sendiri saya kira jauh lebih banyak karena atlet usia muda di Sulsel memang cukup menjanjikan," katanya.
Mengenai kegiatan tersebut, Atman mengatakan sangat mendukung. Pihaknya juga berharap dengan kegiatan ini bisa menambah motivasi atlet khususnya dalam meningkatkan kemampuan masing-masing.
Pengalaman bermain dengan pebulutangkis pelatnas juga diharapkan membuat mental atlet Sulsel yang selama ini masih menjadi persoalan bisa lebih meningkat.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel, Nukhrawi Nawir, juga memberikan apresiasi dengan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi olahraga Sulsel kedepan.
"Bulutangkis Sulsel sejauh ini memang masih kesulitan saat bertemu wakil Jawa. Namun kita tetap optimistis bulutangkis akan bangkit dengan pembinaan yang lebih maksimal," ujarnya.
Senin, 03 Juni 2013
Sarundajang Dipercaya Diplomasi Publik Ke American Samoa
Manado - Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Sinyo H Sarundajang mendapat
tugas mewakili pemerintah Indonesia melakukan diplomasi publik kepada
pemerintah teritori American Samoa.
"Sarundajang
memperoleh kepercayaan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk
mengemban misi diplomasi publik atas nama dengan amanat membangun
kerjasama dan hubungan strategis dengan pemerintah teritori American
Samoa, melalui pendekatan di bidang ekonomi, sosial dan budaya," kata
Sarundajang melalui Staf Ahli Gubernur Sulut, Michael F Umbas dari New
York, Amerika Serikat, Jumat.
Presiden SBY,
kata Sarundajang, sebenarnya meminta mendampingi tugas kenegaraan ke dua
negara yakni Swedia dan Amerika Serikat, namun karena harus membuka
acara Asian Media Summit di Manado, maka baru bisa bergabung di New York
Amerika Serikat akhir Mei.
Di sela-sela acara
penting Presiden SBY di New York, Sarundajang melakukan pertemuan khusus
dengan Presiden RI dan mendapat arahan serta pesan terkait tugas
diplomasi publik di American Samoa.
”Ya, sudah
ketemu dan beliau memberikan penekanan terhadap beberapa langkah
strategis dan penting untuk tugas ke American Samoa. Sulut diberikan
kepercayaan membuka hubungan mutual benefit dengan daerah tersebut,”
kata Sarundajang.
Penugasan Sarundajang sebagai
special envoy tersebut juga telah diperkuat dengan sejumlah langkah
kerjasama konkret yang didukung oleh Dubes RI di Amerika, Dino Patti
Djalal.
"Presiden meminta agar berkoordinasi
dengan pihak kedutaan besar RI di Washington DC. Pak Duta Besar
kebetulan ikut mendampingi dan kami sudah membahas detail plan-nya
antara lain The establishment of Province-Territory Partnership and
cooperation," tandas Sarundajang .
Sulut
sebelumnya sudah mengirimkan tim ke American Samoa untuk menjajaki
sejumlah peluang kerjasama di bidang budaya dan ekonomi, serta rencana
sister province/territory dengan wilayah yang terletak di Asia Pasifik
tersebut.
"Kita sudah mengutus tim sebelumnya
dan telah mendapat respon positif oleh Pemerintah American Samoa. Hal
tersebut sudah saya laporkan langsung kepada Presiden," kata
Sarundajang.
Dubes RI di Amerika Serikat Dinno
Patti Djalal mengaku langkah Presiden SBY memilih Sarundajang untuk
menjalankan misi ke American Samoa sudah tepat karena Gubernur Sulut
tersebut dinilai mempunyai kemampuan diplomasi public dan memiliki
pengalaman yang mumpuni.
"Saya optimis dan
mendukung penuh mengingat kemampuan dan kapasitas Pak Sarundajang.
Langkah diplomasi publik Indonesia di kawasan Pasifik memang sedang
ditingkatkan dalam rangka memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi
internasional," ujar Dino Patti Djalal.
Sesuai
rencana, dari New York, Amerika Serikat, rombongan Gubernur akan
didampingi pihak KBRI Washington DC langsung bertolak menuju Pago-pago,
ibukota American Samoa untuk melakukan rangkaian pertemuan dengan
pemerintah setempat.
Gubernur menyertakan
delegasinya yakni Asisten II Ir Roy Roring MSi, Kepala Bappeda, Dr Noldy
Tuerah, Kepala Dinas ESDM Ir Boy Tamon, serta Staf khusus Michael F.
Umbas dan Freddy Lengkong.
Siswa SMP di Minahasa Lulus UN 100 Persen
TONDANO – Usaha siswa SMP di Minahasa saat mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2013 tak sia-sia. Pasalnya, kelulusan siswa SMP dalam UN tahun ini di Kabupaten Minahasa mencapai 100 persen.
“100 persen lulus untuk SMP di Minahasa,”ujar kadis Dikpora Minahasa Drs Jemmy Mamahit.
Meski tak merinci jumlah siswa, Maramis memastikan semuanya lulus UN.
“Kalau tidak ikut jelas tak lulus, yang ikut UN maka merekalah yang di nyatakan lulus,”terang Maramis yang mengatakan hasilnya akan diumumkan hari ini Sabtu (10/06) di semua sekolah SMP lewat door to door para siswa oleh guru.
Dia berpesan agar siswa jangan melakukan hal-hal yang bisa berisiko, dan juga corat-coret seragam.
“100 persen lulus untuk SMP di Minahasa,”ujar kadis Dikpora Minahasa Drs Jemmy Mamahit.
Meski tak merinci jumlah siswa, Maramis memastikan semuanya lulus UN.
“Kalau tidak ikut jelas tak lulus, yang ikut UN maka merekalah yang di nyatakan lulus,”terang Maramis yang mengatakan hasilnya akan diumumkan hari ini Sabtu (10/06) di semua sekolah SMP lewat door to door para siswa oleh guru.
Dia berpesan agar siswa jangan melakukan hal-hal yang bisa berisiko, dan juga corat-coret seragam.
Hadijah Tayeb: Sarjana Harus Bermanfaat Bagi Masyarakat, Bangsa dan Negara
GORONTALO – Sarjana harus dapat bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat bangsa dan Negara dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didapatkan selama kuliah demi terciptanya masyarakat yang demokratis, sejahtera dan mandiri.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Hadijah Tayeb dalam sambutan mewakili Bupati Gorontalo David Bobihoe di hadapan ratusan mahasiswa yang akan diwisuda di Universitas Gorontalo Convetion Center, Selasa (28/05).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie serta Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.
Menurut Sekkab, tantangan yang akan dihadapi kedepan begitu berat dan kompleks seiring dengan perkembangan zaman yang setiap saat semakin maju sehingga d tuntut untuk menjadi seorang sarjana yang mempunyai skill dan kompentensi yang memadai untuk dapat bersaing dengan sehat. Dengan demikian seorang sarjana harus memiliki mindset dan optimisme serta para wisudawan harus dapat membangun komitmen pada diri sendiri, harus mampu berpikir cerdas untuk tidak berhenti berkarya menciptakan inovasi baru secara mandiri.
Sekkab Hadijah yang saat itu didampingi Kepala BKD Diklat Roswati Lasimpala mengatakan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo mengucapkan selamat dimana para wisudawan telah menyelesaikan sebuah perjuangan panjang dalam proses pendidikan dengan segala keterbatasan, ruang dan waktu.
‘’Pemerintah akan terus konsisten dalam peningkatan SDM di daerah ini dengan memberi perhatian lebih pada dunia pendidikan sebagai tanggung jawab Pemerintah Daerah,’’ tutur Sekkab.
Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Hadijah Tayeb dalam sambutan mewakili Bupati Gorontalo David Bobihoe di hadapan ratusan mahasiswa yang akan diwisuda di Universitas Gorontalo Convetion Center, Selasa (28/05).
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Gorontalo Rusli Habibie serta Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga.
Menurut Sekkab, tantangan yang akan dihadapi kedepan begitu berat dan kompleks seiring dengan perkembangan zaman yang setiap saat semakin maju sehingga d tuntut untuk menjadi seorang sarjana yang mempunyai skill dan kompentensi yang memadai untuk dapat bersaing dengan sehat. Dengan demikian seorang sarjana harus memiliki mindset dan optimisme serta para wisudawan harus dapat membangun komitmen pada diri sendiri, harus mampu berpikir cerdas untuk tidak berhenti berkarya menciptakan inovasi baru secara mandiri.
Sekkab Hadijah yang saat itu didampingi Kepala BKD Diklat Roswati Lasimpala mengatakan atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Gorontalo mengucapkan selamat dimana para wisudawan telah menyelesaikan sebuah perjuangan panjang dalam proses pendidikan dengan segala keterbatasan, ruang dan waktu.
‘’Pemerintah akan terus konsisten dalam peningkatan SDM di daerah ini dengan memberi perhatian lebih pada dunia pendidikan sebagai tanggung jawab Pemerintah Daerah,’’ tutur Sekkab.
Wabub Gorontalo Buka “TINELO LIPU CUP”
GORONTALO – Mengemban amanah sebagai Ketua PSSI Kabupaten Gorontalo, Tonny Junus yang juga selaku Wakil Bupati Gorontalo membuka secara resmi Tournament Sepak Bola Mini “Tinelo Lipu Cup” yang dikuti oleh 20 team yang berasal dari Kelurahan Bionga, Kelurahan Polohungo, Kelurahan Bongohulawa, serta unsur undangan dari Universitas Ikhsan Gorontalo, IAIN Sultan Amai Gorontalo dan PDAM Kabupaten Gorontalo.
Pembukaan Tournament tersebut ditandai dengan penendangan bola pertama oleh Wabup Tonny sebelum pertandingan pertama antara keseblasan Kelurahan Bionga melawan Kelurahan Polohungo yang dilaksanakan di Lapangan Olahraga kelurahan Bionga, Senin (27/05). Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Limboto Udin Pango, Lurah Bionga Wijaya Mobonggi serta Lurah Polohungo Amin Rahmola.
Dalam sambutannya Wabup Tonny mengatakan Tournament Sepak Bola Mini “Tinelo Lipu Cup” ini dapat dijadikan ajang untuk membina kreatifitas dan sportifitas dikalangan generasi muda Kabupaten Gorontalo.
“Apalagi saat ini bangsa kita tengah mengalami fluktuasi para atlit olahraga dibanding negara-negara tetangga lainnya. Olehnya, penyelenggaraan tournament Sepak Bola ini diharapkan mampu melahirkan atlit Sepak Bola Gorontalo yang mampu berkarier ditingkat nasional”, Ungkap Tonny.
Selain itu, dijelaskannya, kegiatan tersebut juga untuk menghilangkan gap antara pemerintah dan masyarakat. “Dengan pertandingan yang ditonton masyarakat ini, juga diselingi dengan sosialisasi kebijakan pembangunan daerah, sehingga dengan demikian kedekatan dan keakraban antara masyarakat dan pemerintah yang tercipta dalam susasana seperti ini akan terbawa hingga pada aktivitas pembangunan”, jelasnya.
Diakhir sambutannya, Tonny yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo tersebut berpesan kepada seluruh peserta yang mengikuti kejuaraan sepak bola tersebut agar dapat menunjukkan kemampuan secara optimal baik dari segi fisik maupun karakter bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas
Pembukaan Tournament tersebut ditandai dengan penendangan bola pertama oleh Wabup Tonny sebelum pertandingan pertama antara keseblasan Kelurahan Bionga melawan Kelurahan Polohungo yang dilaksanakan di Lapangan Olahraga kelurahan Bionga, Senin (27/05). Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Limboto Udin Pango, Lurah Bionga Wijaya Mobonggi serta Lurah Polohungo Amin Rahmola.
Dalam sambutannya Wabup Tonny mengatakan Tournament Sepak Bola Mini “Tinelo Lipu Cup” ini dapat dijadikan ajang untuk membina kreatifitas dan sportifitas dikalangan generasi muda Kabupaten Gorontalo.
“Apalagi saat ini bangsa kita tengah mengalami fluktuasi para atlit olahraga dibanding negara-negara tetangga lainnya. Olehnya, penyelenggaraan tournament Sepak Bola ini diharapkan mampu melahirkan atlit Sepak Bola Gorontalo yang mampu berkarier ditingkat nasional”, Ungkap Tonny.
Selain itu, dijelaskannya, kegiatan tersebut juga untuk menghilangkan gap antara pemerintah dan masyarakat. “Dengan pertandingan yang ditonton masyarakat ini, juga diselingi dengan sosialisasi kebijakan pembangunan daerah, sehingga dengan demikian kedekatan dan keakraban antara masyarakat dan pemerintah yang tercipta dalam susasana seperti ini akan terbawa hingga pada aktivitas pembangunan”, jelasnya.
Diakhir sambutannya, Tonny yang juga sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo tersebut berpesan kepada seluruh peserta yang mengikuti kejuaraan sepak bola tersebut agar dapat menunjukkan kemampuan secara optimal baik dari segi fisik maupun karakter bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas
Dominica Londa, Peraih Nilai Tertinggi UN SMP di Minsel
AMURANG – Dominica Londa, siswa SMP Katolik Aquino Amurang, menjadi peraih nilai tertinggi untuk Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di Minahasa Selatan (Minsel).
Kabid Dikdas Dikpora Minsel, Calvin Mamoto, mengatakan bahwa nilai Londa sendiri, mencapai 35,85 dan nilai akhir mencapai 37,40.
“Ya, Dominica Londa menjadi peraih nilai tertinggi untuk ujian nasional tingkat SMP di Minsel,” kata Mamoto.
Sedangkan untuk sekolah, menurut Mamoto, SMP N 4 Sinonsayang menjadi sekolah peraih nilai tertinggi di Minsel, dimana nilai rata-rata kelulusan mencapai 32,44, kemudian disusul SMP N 2 Modoinding dengan nilai 32,33, dan SMP Nasional Karimbow dengan nilai 32,14
Kabid Dikdas Dikpora Minsel, Calvin Mamoto, mengatakan bahwa nilai Londa sendiri, mencapai 35,85 dan nilai akhir mencapai 37,40.
“Ya, Dominica Londa menjadi peraih nilai tertinggi untuk ujian nasional tingkat SMP di Minsel,” kata Mamoto.
Sedangkan untuk sekolah, menurut Mamoto, SMP N 4 Sinonsayang menjadi sekolah peraih nilai tertinggi di Minsel, dimana nilai rata-rata kelulusan mencapai 32,44, kemudian disusul SMP N 2 Modoinding dengan nilai 32,33, dan SMP Nasional Karimbow dengan nilai 32,14
Tomohon Siap Laksanakan Kejuaraan Renang se-Indonesia Timur
TOMOHON – Pelaksanaan Kejuaraan Renang se-Indonesia Timur yang akan dilaksanakan di Kota Tomohon sudah siap dilaksanakan.
Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak Senin (03/06) melakukan peninjauan kesiapan lokasi.
”Ya, persiapan sudah siap dan tinggal menunggu pelaksanaan pertandingan. Semua mulai dari akomodasi dan lokasi lomba sudah siap,” ujar walikota.
Pembukaan kejuaraan akan dilaksanakan pada Jumat (07/06) dengan memperebutkan Piala Kapolda Sulawesi Utara dan Walikota Tomohon.
Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak Senin (03/06) melakukan peninjauan kesiapan lokasi.
”Ya, persiapan sudah siap dan tinggal menunggu pelaksanaan pertandingan. Semua mulai dari akomodasi dan lokasi lomba sudah siap,” ujar walikota.
Pembukaan kejuaraan akan dilaksanakan pada Jumat (07/06) dengan memperebutkan Piala Kapolda Sulawesi Utara dan Walikota Tomohon.
SMP Negeri 1 Sonder Menggelar Penamatan Siswa Ala Wisuda S1
TONDANO – Keluarga besar SMP Negeri 1 Sonder, Senin (03/06), menggelar penamatan 109 siswa di Wale taman Eman Sonder. Hal yang menarik dari kegiatan ini, para siswa yang telah berhasil dalam UN baru-baru ini, harus melewati prosesi penematan layaknya wisudawan sarjana.
“Kegiatan ini telah mendapat persetujuan dari orang tua murid dan Dikpora Minahasa, agar para siswa bisa melanjutkan study hingga ke jenjang Sarjana,”urai kepsek Margotje Manorek SPd.
Pada kesempatan itu juga diumumkan peraih nilai terbaik untuk semua mata pelajaran UN.
“Kami sangat berbangga dengan hasil yang di capai para siswa yang tentu sangat memuaskan, kami sangat berharap para tamatan ini bisa berguna bagi orang tua dan bangsa di kemudian hari,”terang Manorek.
“Kegiatan ini telah mendapat persetujuan dari orang tua murid dan Dikpora Minahasa, agar para siswa bisa melanjutkan study hingga ke jenjang Sarjana,”urai kepsek Margotje Manorek SPd.
Pada kesempatan itu juga diumumkan peraih nilai terbaik untuk semua mata pelajaran UN.
“Kami sangat berbangga dengan hasil yang di capai para siswa yang tentu sangat memuaskan, kami sangat berharap para tamatan ini bisa berguna bagi orang tua dan bangsa di kemudian hari,”terang Manorek.
Senin, 20 Mei 2013
Festival Seni Budaya Perancis Hadir di Unhas
Institut Francais Indonesia (IFI) akan menghadirkan seni musik dan akrobatik di Universitas Hasanuddin, Makassar.
"Pertunjukan yang menarik dan spektakuler itu akan memadukan seni musik dan akrobatik pada 22 Mei 2013 di Baruga AP Pettarani, Unhas," kata Pembantu Rektor IV Unhas Dr Dwiah Ariestina di Makassar, Kamis.
Menurut dia, kerjasama IFI dan Unhas tersebut untuk memberikan suguhan seni bagi penikmat musik dan akrobatik. Adapun musisi yang dijadwalkan tampil adalah jazz prancis Limousine dan sirkus kontemporer Chabatz dEntrar dalam Printemps Francais 2013.
Printemps Francais merupakan festival seni dan budaya Perancis yang diselenggarakan tiap tahun oleh Institut Perancis di Indonesia - Bagian Kerjasama dan Kebudayaan Kedutaan Besar Perancis.
Kegiatan Ini merupakan edisi ke-9 dengan 13 kota tujuan di Indonesia, yakni Bali, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Kudus, Makassar, Malang, Medan, Purwokerto, Semarang, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta.
Sedang di Kota Makassar merupakan kali pertama festival yang dilaksanakan di universitas ternama di KTI yakni Unhas yang menjadi tuan rumah.
Sebagai pertunjukan penutup Printemps Francais di Makassar akan dibawakan oleh sirkus kontemporer Prancis, Chabatz dEntrar. IFI mengajak Chabatz dEntrar untuk berkolaborasi dengan seniman Indonesia.
Karya yang akan ditampilkan diberi judul "Di sini, sekarang dan di sana!" merupakan karya yang dipersiapkan selama enam bulan di Bandung. Pada pertunjukan tersebut, pemain akrobat Chabatz dEntrar memberikan dimensi baru pada permainan egrang, alat yang sering dipakai dalam sirkus.
"Pertunjukan yang menarik dan spektakuler itu akan memadukan seni musik dan akrobatik pada 22 Mei 2013 di Baruga AP Pettarani, Unhas," kata Pembantu Rektor IV Unhas Dr Dwiah Ariestina di Makassar, Kamis.
Menurut dia, kerjasama IFI dan Unhas tersebut untuk memberikan suguhan seni bagi penikmat musik dan akrobatik. Adapun musisi yang dijadwalkan tampil adalah jazz prancis Limousine dan sirkus kontemporer Chabatz dEntrar dalam Printemps Francais 2013.
Printemps Francais merupakan festival seni dan budaya Perancis yang diselenggarakan tiap tahun oleh Institut Perancis di Indonesia - Bagian Kerjasama dan Kebudayaan Kedutaan Besar Perancis.
Kegiatan Ini merupakan edisi ke-9 dengan 13 kota tujuan di Indonesia, yakni Bali, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Kudus, Makassar, Malang, Medan, Purwokerto, Semarang, Solo, Surabaya, dan Yogyakarta.
Sedang di Kota Makassar merupakan kali pertama festival yang dilaksanakan di universitas ternama di KTI yakni Unhas yang menjadi tuan rumah.
Sebagai pertunjukan penutup Printemps Francais di Makassar akan dibawakan oleh sirkus kontemporer Prancis, Chabatz dEntrar. IFI mengajak Chabatz dEntrar untuk berkolaborasi dengan seniman Indonesia.
Karya yang akan ditampilkan diberi judul "Di sini, sekarang dan di sana!" merupakan karya yang dipersiapkan selama enam bulan di Bandung. Pada pertunjukan tersebut, pemain akrobat Chabatz dEntrar memberikan dimensi baru pada permainan egrang, alat yang sering dipakai dalam sirkus.
Sekolah Pinggiran, Seabrek Prestasi
Berada dipinggiran kota tak membuatSD Inpres Tamajene Kecamatan Panakkukang kehilangan asa. Sebagai sekolah kecil bersubsidi penuh dari Pemkot, kerja keras dan kebersamaan yang dibangun Kepsek, para guru dan masyarakat setempat membuat sekolah ini mampu bersaing dengan sekolah lain.
Terbukti berbagai prestasi ditoreh yakni juara I lomba pertunjukan cerita rakyat 2012. 10 besar sekolah terbaik program G21H Lifebooy tingkat provinsi 2012 dan masuk 10 besar sekolah terbaik Dokter kecil program G21H Lifebouy 2012 tingkat provinsi, dari 90 SD yang dilombakan.
Kepsek SD Tamajene Hj Sitti Rabina, S.Pd kepada BKM mengatakan sekolah yang dipimpinnya sejak tahun 2005 hingga sekarang mengalami perkembangan yang signifikan.
''Kini SDI Tamajene siap mengikuti lomba Kantin Sehat dan akan menuju ke sekolah berwawasan lingkungan tahun 2013,'' ujar Kepsek.
Letak sekolah berada di Kodam VII-Wrb Jalan Perintis Kemerdekaan. Soal kebersihan sekolah sudah diakui tidak perlu di pertanyakan namanya kompleks TNI kata dia, sambil mengajak BKM berkeliling rungan kelas.
Setiap kelas ada wastafel dan pot-pot ditumbuhi berbagai macam kembang hias. Termasuk disetiap sudut, pekarangan sekolah ditanami apotik hidup. Selain itu ada Ruang perpustakaan,UKS dan perangkat pembelajaran LCD (proyektor) sekalipun belum maksimal penggunaanya karena masih terbatas, jelas kepsek.
Sekolah ini kata dia lagi, berada di kompleks Kodam Wirabuana, tetapi dari 370 siswa yang di bina hanya 30 persen anak anggota 70 persen tergolong dari anak kurang mampu yang tinggal di perkampungan belakang Asrama pekerjaan orang tuanya dari buruh bangunan, sopir angkot dan tukang cuci.
Inilah kendala sekolah karena orang tua sebahagian masih kurang perhatian terhadap pendidikan anak-anaknya. setiap di undang kesekolah untuk membicarakan soal anaknya atau diundang rapat komite mereka tidak hadir alasannya kerja. Tapi kami guru berjumlah 15 orang punya komitmen siapapun anak didik kita mereka adalah generasi bangsa. (
Terbukti berbagai prestasi ditoreh yakni juara I lomba pertunjukan cerita rakyat 2012. 10 besar sekolah terbaik program G21H Lifebooy tingkat provinsi 2012 dan masuk 10 besar sekolah terbaik Dokter kecil program G21H Lifebouy 2012 tingkat provinsi, dari 90 SD yang dilombakan.
Kepsek SD Tamajene Hj Sitti Rabina, S.Pd kepada BKM mengatakan sekolah yang dipimpinnya sejak tahun 2005 hingga sekarang mengalami perkembangan yang signifikan.
''Kini SDI Tamajene siap mengikuti lomba Kantin Sehat dan akan menuju ke sekolah berwawasan lingkungan tahun 2013,'' ujar Kepsek.
Letak sekolah berada di Kodam VII-Wrb Jalan Perintis Kemerdekaan. Soal kebersihan sekolah sudah diakui tidak perlu di pertanyakan namanya kompleks TNI kata dia, sambil mengajak BKM berkeliling rungan kelas.
Setiap kelas ada wastafel dan pot-pot ditumbuhi berbagai macam kembang hias. Termasuk disetiap sudut, pekarangan sekolah ditanami apotik hidup. Selain itu ada Ruang perpustakaan,UKS dan perangkat pembelajaran LCD (proyektor) sekalipun belum maksimal penggunaanya karena masih terbatas, jelas kepsek.
Sekolah ini kata dia lagi, berada di kompleks Kodam Wirabuana, tetapi dari 370 siswa yang di bina hanya 30 persen anak anggota 70 persen tergolong dari anak kurang mampu yang tinggal di perkampungan belakang Asrama pekerjaan orang tuanya dari buruh bangunan, sopir angkot dan tukang cuci.
Inilah kendala sekolah karena orang tua sebahagian masih kurang perhatian terhadap pendidikan anak-anaknya. setiap di undang kesekolah untuk membicarakan soal anaknya atau diundang rapat komite mereka tidak hadir alasannya kerja. Tapi kami guru berjumlah 15 orang punya komitmen siapapun anak didik kita mereka adalah generasi bangsa. (
UPTD Pendidikan Manggala Juara Umum
UPTD Pendidikan Kecamatan Manggala sukses menoreh prestasi gemilang diajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SD-SMP tingkat Kota Makassar. Manggala meraih 10 gelar dari 11 Cabang Olahraga (Cabor) yang dilombakan.
Upacara penyerahan kepada para pemenang dilakukan di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Makassar dirangkai dengan upacara KORPRI setiap tanggal 17 bagi seluruh PNS lingkup Dinas Pendidikan Makassar. Upacara dipimpin oleh staf ahli Walikota.
Kabid Dikmenum Ismunandar mengaku bangga khususnya kepada seluruh UPTD Pendidikan, Kepsek, guru, pelatih dan orang tua yang hadir mendampingi para atletnya. Pelaksanaan O2SN sebagai ajang evaluasi dalam menjaring potensi yang dimiliki anak didik di bidang olahraga dan seni.
''Ini sebagai persiapkan mengikuti 02SN tingkat Provinsi Sulsel dan tingkat nasional,'' ujarnya.
Bagi yang juara jangan larut dalam euvoria kemenangan karena perjalanan masih panjang. Perbanyak latihan untuk persiapan lomba tingkat provinsi. Keluar sebagai juara Umum I UPTD Pendidikan Kecamatan Manggala, Juara Umum II Kecamatan Tamalanrea dan Juara Umum III diraih Kecamatan Makassar. 11 Cabor lomba yang di lombakan yakni bola volly mini, karate, sepak takraw, sepakbola, renang, senam, bulutangkis, lawan tenis, catur dan atletik.
Meski saat penyerahan hadiah berlangsung ramai tapi ditengah keramaian masih ada sejumlah kalangan yang kurang puas dengan kinerja panitia. Mereka menilai pelaksanaan O2SN asal jadi.
Dimulai upacara pembukaan di Lapangan FIK UNM BantaBantaeng, pertandingan hingga penyerahan piala kepada para pemenang semuanya dilakukan kurang profesional. Jadwal pertandingan berubah-ubah dan tidak sportif.
Kedepan kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan baik O2SN dan kegiatan lainnya agar lebih baik lagi.Ketua panitia Hj Asniah mengakui tiap perlombaan itu pasti ada yang puas ada yang tidak. Hal itu tidak perlu ditanggapi tapi pihaknya bersyukur karena itu menjadi masukan bagi panitia sebagai bahan evaluasi kedepan.
''Setiap jenis lomba ada koordinator kecamatan untuk menangani setiap persoalan yang ada. Selama berlangsung kegiatan tidak ada sekolah yang protes,''jelas Asni.
Yang paling fatal adalah setiap piala yang diserahkan kepada para pemenang tidak ditempeli stiker sehingga tidak bisa dikenali piala untuk juara berapa dan dari cabor mana
Upacara penyerahan kepada para pemenang dilakukan di Halaman Kantor Dinas Pendidikan Makassar dirangkai dengan upacara KORPRI setiap tanggal 17 bagi seluruh PNS lingkup Dinas Pendidikan Makassar. Upacara dipimpin oleh staf ahli Walikota.
Kabid Dikmenum Ismunandar mengaku bangga khususnya kepada seluruh UPTD Pendidikan, Kepsek, guru, pelatih dan orang tua yang hadir mendampingi para atletnya. Pelaksanaan O2SN sebagai ajang evaluasi dalam menjaring potensi yang dimiliki anak didik di bidang olahraga dan seni.
''Ini sebagai persiapkan mengikuti 02SN tingkat Provinsi Sulsel dan tingkat nasional,'' ujarnya.
Bagi yang juara jangan larut dalam euvoria kemenangan karena perjalanan masih panjang. Perbanyak latihan untuk persiapan lomba tingkat provinsi. Keluar sebagai juara Umum I UPTD Pendidikan Kecamatan Manggala, Juara Umum II Kecamatan Tamalanrea dan Juara Umum III diraih Kecamatan Makassar. 11 Cabor lomba yang di lombakan yakni bola volly mini, karate, sepak takraw, sepakbola, renang, senam, bulutangkis, lawan tenis, catur dan atletik.
Meski saat penyerahan hadiah berlangsung ramai tapi ditengah keramaian masih ada sejumlah kalangan yang kurang puas dengan kinerja panitia. Mereka menilai pelaksanaan O2SN asal jadi.
Dimulai upacara pembukaan di Lapangan FIK UNM BantaBantaeng, pertandingan hingga penyerahan piala kepada para pemenang semuanya dilakukan kurang profesional. Jadwal pertandingan berubah-ubah dan tidak sportif.
Kedepan kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan baik O2SN dan kegiatan lainnya agar lebih baik lagi.Ketua panitia Hj Asniah mengakui tiap perlombaan itu pasti ada yang puas ada yang tidak. Hal itu tidak perlu ditanggapi tapi pihaknya bersyukur karena itu menjadi masukan bagi panitia sebagai bahan evaluasi kedepan.
''Setiap jenis lomba ada koordinator kecamatan untuk menangani setiap persoalan yang ada. Selama berlangsung kegiatan tidak ada sekolah yang protes,''jelas Asni.
Yang paling fatal adalah setiap piala yang diserahkan kepada para pemenang tidak ditempeli stiker sehingga tidak bisa dikenali piala untuk juara berapa dan dari cabor mana
Pendidikan Karakter Rapuh di Bangku Akademik
Pendidikan merupakan alat utama membentuk dan membangun karakter bangsa. Saat ini bangsa Indonesia mengalami krisis multidimensi. Sesuai fungsinya, maka pendidikan merupakan obyek harus ditinjau kembali.
''Karena rapuhnya karakter suatu bangsa, pastilah diawali dan disebabkan oleh rapuhnya pendidikan karakter di bangku akademik,'' kata Ketua Program Studi (Prodi) S3 Sosiologi PPs-Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Andi Agustang,MSi dalam makalah berjudul; Peranan Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa.
Makalah tersebut dipresentasikan dalam seminar internasional, An International Conference on Historical Awareness Through Strengthening the National Pillars Towards a Smart and Civilived Nation: Shared Experiences of Indonesia, Malaysia and Brunai Darussalam, digelar Senin (20/5) oleh Prodi Sejarah FKIP UVRI Makassar kerjasama dengan Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia.
Menurut Guru Besar Sosiologi Antropoligi UNM ini, di samping mengembangkan daya nalar kritis-kognitif, juga merupakan upaya berkelanjutan membangun dan membentuk karakter. Penanaman nilai akhlak, moral dan budi pekerti, sesuai pada UU Pendidikan Nasional No 20/2003 harus menjadi dasar utama dalam pola pelaksanaan dan evaluasi sistem pendidikan nasional.
Proses penyelenggaraan pendidikan telah mengalami degradasi, yaitu terkikisnya nilai kearifan lokal oleh kuatnya arus pendidikan global, kecerdasan kognitif menjadi ukuran lebih dominan menentukan keberhasilan dalam menempuh pendidikan.
''Akibatnya, tata krama, etika dan moral generasi bangsa tereduksi dalam sebuah nilai-nilai sempit cognitive oriented,'' tegas doktor sosiologi antropologi PPs Universitas Padjajaran Bandung ini.
Melalui semua jalur pendidikan, ungkap pria kelahiran Bone ini, terjadi proses transformasi nilai kebaikan dan kebenaran sebagai indikator kualitas pengetahuan mempreskripsi setiap individu dalam praktik kehidupannya dimaknai sebagai watak, akhlak, tabiat atau kepribadian atau ciri psikologis dan atau dengan sebutan karakter. Karakter sebagai ciri psikologis yang dimiliki individu pada lingkup pribadi, secara evolutif akan berkembang menjadi ciri kelompok dan lebih luas lagi menjadi ciri sosial.
Wakil Rektor II UVRI Makasar, Abd Wahab yang membuka seminar, mengatakan seminar ini sangat strategis dan berarti bagi pengembangan akademik di kampus UVRI. Rekomendasi seminar, tandas kandidat doktor sosiologi PPs-UNM ini akan semakin memberi bobot dan kualitas pendidikan sejarah di perguruan tinggi.
Ketua panitia seminar, Dr Anzar Abdullah,MPd dalam laporannya mengatakan, narasumber dalam seminar berasal dari Malaysia, Indonesia dan Brunei Darussalaman. Diantaranya Prof Dr Noorhasni Zaenal Abidin, Prof Dr Awang Asbol Haji Mail, Prof Dr Ampuan Haji Brahim, Prof Dr Andi Agustang,MSi dengan moderator, Dr Andi Tenri Mahmud,MSi.
''Karena rapuhnya karakter suatu bangsa, pastilah diawali dan disebabkan oleh rapuhnya pendidikan karakter di bangku akademik,'' kata Ketua Program Studi (Prodi) S3 Sosiologi PPs-Universitas Negeri Makassar, Prof Dr Andi Agustang,MSi dalam makalah berjudul; Peranan Pendidikan dalam Membangun Karakter Bangsa.
Makalah tersebut dipresentasikan dalam seminar internasional, An International Conference on Historical Awareness Through Strengthening the National Pillars Towards a Smart and Civilived Nation: Shared Experiences of Indonesia, Malaysia and Brunai Darussalam, digelar Senin (20/5) oleh Prodi Sejarah FKIP UVRI Makassar kerjasama dengan Asosiasi Sarjana Pendidikan Sejarah Indonesia.
Menurut Guru Besar Sosiologi Antropoligi UNM ini, di samping mengembangkan daya nalar kritis-kognitif, juga merupakan upaya berkelanjutan membangun dan membentuk karakter. Penanaman nilai akhlak, moral dan budi pekerti, sesuai pada UU Pendidikan Nasional No 20/2003 harus menjadi dasar utama dalam pola pelaksanaan dan evaluasi sistem pendidikan nasional.
Proses penyelenggaraan pendidikan telah mengalami degradasi, yaitu terkikisnya nilai kearifan lokal oleh kuatnya arus pendidikan global, kecerdasan kognitif menjadi ukuran lebih dominan menentukan keberhasilan dalam menempuh pendidikan.
''Akibatnya, tata krama, etika dan moral generasi bangsa tereduksi dalam sebuah nilai-nilai sempit cognitive oriented,'' tegas doktor sosiologi antropologi PPs Universitas Padjajaran Bandung ini.
Melalui semua jalur pendidikan, ungkap pria kelahiran Bone ini, terjadi proses transformasi nilai kebaikan dan kebenaran sebagai indikator kualitas pengetahuan mempreskripsi setiap individu dalam praktik kehidupannya dimaknai sebagai watak, akhlak, tabiat atau kepribadian atau ciri psikologis dan atau dengan sebutan karakter. Karakter sebagai ciri psikologis yang dimiliki individu pada lingkup pribadi, secara evolutif akan berkembang menjadi ciri kelompok dan lebih luas lagi menjadi ciri sosial.
Wakil Rektor II UVRI Makasar, Abd Wahab yang membuka seminar, mengatakan seminar ini sangat strategis dan berarti bagi pengembangan akademik di kampus UVRI. Rekomendasi seminar, tandas kandidat doktor sosiologi PPs-UNM ini akan semakin memberi bobot dan kualitas pendidikan sejarah di perguruan tinggi.
Ketua panitia seminar, Dr Anzar Abdullah,MPd dalam laporannya mengatakan, narasumber dalam seminar berasal dari Malaysia, Indonesia dan Brunei Darussalaman. Diantaranya Prof Dr Noorhasni Zaenal Abidin, Prof Dr Awang Asbol Haji Mail, Prof Dr Ampuan Haji Brahim, Prof Dr Andi Agustang,MSi dengan moderator, Dr Andi Tenri Mahmud,MSi.
Minggu, 12 Mei 2013
Paruntu dan KPD Jadi Saksi Acara Kawin Masal 319 Pasutri di Minsel
Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE, bersama suami tercintanya Kristovorus Decky Palingi (KDP), menjadi saksi dalam acara kawin masal 319 pasangan suami istri (pasutri) di Minsel, Jumat (10/5/2013).
Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 16.30 Wita itu, digagas Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Minsel, dan digelar di Gedung Waleta Kantor Bupati.
“Untuk pasangan tertua berumur 80 tahun dengan 65 tahun dari Kecamatan Tompasobaru. Sedangkan untuk pasangan termuda berumur 15 dan 18 tahun dari Kecamtamatan Tareran. Mereka berasal dari dari berbagai golongan gereja,” ujar Kepala Discapilduk Minsel, Jimmy Tamon, SE.
Kata dia, acara tersebut dibiayai Discapilduk Minsel, sekaligus diberikan bantuan dengan total Rp. 50 Juta untuk meringankan biaya perkawinan tersebut.
Sebanyak 319 pasangan yang tersebar di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan dipersatukan dalam ikatan pernikahan kudus secara masal oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).
” Ya, siang ini, sekitar Pukul 13:00 WITA, kami akan menikahkan 319 pasangan yang kurang mampu,” ujar Kepala Dinas Dukcapil Minsel Jimmy Tamon
Menurut Dia, acara tersebut akan dilangsungkan di gedung Waleta Pemkab Minsel, dan untuk jemaat GMIM, sesuai aturan gereja mereka akan dinikahkan di gedung gereja, begitu juga aliran gereja lain seperti Katolik, Pantekosta dan lain-lain mereka juga ikut.
” Hanya untuk pencatatanya akan dilakukan secara bersamaan di kantor Pemkab Minsel,” kata mantan Kadishub Minsel itu.
Lanjutnya, dari 319 pasangan yang tercatat sebagai pasangan yang mendaftarkan diri ikut dalam kawin masal tersebut pasangan paling muda untuk laki-laki berumur 18 tahun, sedangkan perempuan 15 tahun.
” Ada juga peserta paling tua untuk laki-laki berumur 80 tahun, sedangkan untuk perempuan berumur 65 tahun,” katanya.
Dia juga menambahkan bahwa, untuk kawin massal ini dibiayai langsung oleh Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SEn dengan anggaran Rp 50 juta.
” Ini biaya murni yang diambil langsung di kantong pribadi Bupati Minsel,” ketus mantan Kadis Perhubungan Minsel ini.
Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 16.30 Wita itu, digagas Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) Minsel, dan digelar di Gedung Waleta Kantor Bupati.
“Untuk pasangan tertua berumur 80 tahun dengan 65 tahun dari Kecamatan Tompasobaru. Sedangkan untuk pasangan termuda berumur 15 dan 18 tahun dari Kecamtamatan Tareran. Mereka berasal dari dari berbagai golongan gereja,” ujar Kepala Discapilduk Minsel, Jimmy Tamon, SE.
Kata dia, acara tersebut dibiayai Discapilduk Minsel, sekaligus diberikan bantuan dengan total Rp. 50 Juta untuk meringankan biaya perkawinan tersebut.
Sebanyak 319 pasangan yang tersebar di 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) akan dipersatukan dalam ikatan pernikahan kudus secara masal oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).
” Ya, siang ini, sekitar Pukul 13:00 WITA, kami akan menikahkan 319 pasangan yang kurang mampu,” ujar Kepala Dinas Dukcapil Minsel Jimmy Tamon
Menurut Dia, acara tersebut akan dilangsungkan di gedung Waleta Pemkab Minsel, dan untuk jemaat GMIM, sesuai aturan gereja mereka akan dinikahkan di gedung gereja, begitu juga aliran gereja lain seperti Katolik, Pantekosta dan lain-lain mereka juga ikut.
” Hanya untuk pencatatanya akan dilakukan secara bersamaan di kantor Pemkab Minsel,” kata mantan Kadishub Minsel itu.
Lanjutnya, dari 319 pasangan yang tercatat sebagai pasangan yang mendaftarkan diri ikut dalam kawin masal tersebut pasangan paling muda untuk laki-laki berumur 18 tahun, sedangkan perempuan 15 tahun.
” Ada juga peserta paling tua untuk laki-laki berumur 80 tahun, sedangkan untuk perempuan berumur 65 tahun,” katanya.
Dia juga menambahkan bahwa, untuk kawin massal ini dibiayai langsung oleh Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu SEn dengan anggaran Rp 50 juta.
” Ini biaya murni yang diambil langsung di kantong pribadi Bupati Minsel,” ketus mantan Kadis Perhubungan Minsel ini.
Makaenas Buka Lomba Bintang Vokalia Pemuda/Remaja GMIM se-Wilayah Amurang Satu
Camat Amurang, Sonny Makaenas, membuka pelaksanaan lomba Bintang Vokalia yang diikuti Pemuda dan Remaja GMIM se-Wilayah Amurang Satu.
Kegiatan yang dilangsungkan di Kelurahan Bitung Amurang, digagas remaja Kolom V Jemaat GMIM Maranatha Bitung Amurang.
Dalam sambutan Makaenas dihadapan pemuda dan remaja serta Jemaat yang menhadiri kegiatan itu, mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif dalam upaya memotifasi kaum muda untuk lebih mengenal Tuhan.
Menurutnya lagi, kegiatan itu diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan, agar pemerintah pun kedepannya dapat berkontribusi memberikan bantuan pada semua kegiatan yang menyangkut Agama.
“Saya meyakini bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat besar bagi Jemaat khsusnya kaum muda. Oleh karena itu, saya menyampaikan salut serta apresiasi yang setinggi-tingihnya kepada remaja GMIM Maranatha Bitung, yang menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Makaenas.
Sementara Ketua Panitia, Mira Masengi Bella didampingi sekretaris Venda Sumual dan Bendahara Ratna Pioni, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemkab Minsel, sehingga kegiatan itu bisa terlaksana.
“Untuk kegiatan ini, berlangsung 10 dan 11 Mei. Yang meraiah juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan uang tunai jutaan rupiah dan tropi tetap,” kata Bela.
Kegiatan yang dilangsungkan di Kelurahan Bitung Amurang, digagas remaja Kolom V Jemaat GMIM Maranatha Bitung Amurang.
Dalam sambutan Makaenas dihadapan pemuda dan remaja serta Jemaat yang menhadiri kegiatan itu, mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif dalam upaya memotifasi kaum muda untuk lebih mengenal Tuhan.
Menurutnya lagi, kegiatan itu diharapkan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan, agar pemerintah pun kedepannya dapat berkontribusi memberikan bantuan pada semua kegiatan yang menyangkut Agama.
“Saya meyakini bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat besar bagi Jemaat khsusnya kaum muda. Oleh karena itu, saya menyampaikan salut serta apresiasi yang setinggi-tingihnya kepada remaja GMIM Maranatha Bitung, yang menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Makaenas.
Sementara Ketua Panitia, Mira Masengi Bella didampingi sekretaris Venda Sumual dan Bendahara Ratna Pioni, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemkab Minsel, sehingga kegiatan itu bisa terlaksana.
“Untuk kegiatan ini, berlangsung 10 dan 11 Mei. Yang meraiah juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan uang tunai jutaan rupiah dan tropi tetap,” kata Bela.
Senin, 06 Mei 2013
Masuk Figur Capres Alternatif 2014 dari Daerah Buat SHS Kaget
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Dr. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), kaget jika dirinya masuk dalam sepuluh figur Calon Presiden (Capres) alternatif untuk Pemiluhan Umum (Pemilu) Tahun 2014 mendatang, dari daerah.
Diketahui, nama SHS sapaan akrab Sarundajang, masuk dalam survei opinion makers dan experts yang mengangkat tema ‘Mencari Kandidat Alternatif 2014′ yang dilaksanakan Pol-Tracking Institute, merilis hasil. Menurut Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda, sepuluh figur daerah berpotensi dan telah terbukti berprestasi memimpin daerahnya.
“Saya terkejut mendengar informasi itu. Sebab, saya tak tahu proses dan hasil polling ini, karena saya tidak pernah dihubungi,” ujar Sarundajang, melalui juru bicaranya, Jackson Ruaw, Senin (6/5/2013).
Lanjutnya mengatakan, SHS sendiri tak ingin berkomentar lebih jauh untuk hasil survei tersebut. Kata dia, biarkan masyarakat yang menilai soal hasil survei lembaga itu.
“Kata pak Sarundajang, biarlah masyarakat yang menilai. Tapi, pak Gubernur juga memberikan apresiasi dan berterimakasih jika ada yang telah memberikan pendapat,” ungkap Ruaw lagi.
Ruaw menambahkan, dari informasi yang diterima pihaknya, SHS berada di urutan ke sembilan dari sepuluh figur berpotensial dari daerah, untuk Capres dan Cawapres Tahun 2014, yang dilakukan Pol-Tracking Institute.
Untuk urutan pertama, ditempati Mantan Walikota Solo Joko Widodo, kemudian Wali Kota Surabaya Tri Rismahari, diikuti Mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo, Bupati Kutai Timur Isran Noor, Mantan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, dan yang terakhir Walikota Blitar Drajot Syaiful Hidayat.
Sementara pemerhati politik dan pemerintahan di Sulut, Taufik Tumbelaka, menilai, potensi dan kemampuan SHS tak diragukan lagi. Namun, untuk menempati Capres kemungkinan SHS tidak akan bisa. Pasalnya, secara tak tertulis, sebagai Capres ada kekhususannya.
“Mungkin pak SHS dapat mengambil posisi Cawapres, atau menteri yang menduduki jabatan strategis dulu,” kata Tumbelaka.
Diketahui, nama SHS sapaan akrab Sarundajang, masuk dalam survei opinion makers dan experts yang mengangkat tema ‘Mencari Kandidat Alternatif 2014′ yang dilaksanakan Pol-Tracking Institute, merilis hasil. Menurut Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda, sepuluh figur daerah berpotensi dan telah terbukti berprestasi memimpin daerahnya.
“Saya terkejut mendengar informasi itu. Sebab, saya tak tahu proses dan hasil polling ini, karena saya tidak pernah dihubungi,” ujar Sarundajang, melalui juru bicaranya, Jackson Ruaw, Senin (6/5/2013).
Lanjutnya mengatakan, SHS sendiri tak ingin berkomentar lebih jauh untuk hasil survei tersebut. Kata dia, biarkan masyarakat yang menilai soal hasil survei lembaga itu.
“Kata pak Sarundajang, biarlah masyarakat yang menilai. Tapi, pak Gubernur juga memberikan apresiasi dan berterimakasih jika ada yang telah memberikan pendapat,” ungkap Ruaw lagi.
Ruaw menambahkan, dari informasi yang diterima pihaknya, SHS berada di urutan ke sembilan dari sepuluh figur berpotensial dari daerah, untuk Capres dan Cawapres Tahun 2014, yang dilakukan Pol-Tracking Institute.
Untuk urutan pertama, ditempati Mantan Walikota Solo Joko Widodo, kemudian Wali Kota Surabaya Tri Rismahari, diikuti Mantan Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo, Bupati Kutai Timur Isran Noor, Mantan Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang, Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, Gubernur Sulut Dr. Sinyo Harry Sarundajang, dan yang terakhir Walikota Blitar Drajot Syaiful Hidayat.
Sementara pemerhati politik dan pemerintahan di Sulut, Taufik Tumbelaka, menilai, potensi dan kemampuan SHS tak diragukan lagi. Namun, untuk menempati Capres kemungkinan SHS tidak akan bisa. Pasalnya, secara tak tertulis, sebagai Capres ada kekhususannya.
“Mungkin pak SHS dapat mengambil posisi Cawapres, atau menteri yang menduduki jabatan strategis dulu,” kata Tumbelaka.
Rabu, 24 April 2013
UN Susulan Di Palu Diikuti Seorang Siswi
Ujian Nasional (UN) susulan tingkat SMA di Kota Palu, Sulawesi Tengah, yang berlangsung Kamis, hanya diikuti seorang siswi.
"Hari pertama UN susulan hanya hadir satu orang saja, padahal tahun-tahun sebelumnya peserta cukup banyak," kata Saiful Bakri, panitia penyelanggara UN SMA Kota Palu, Kamis.
Ia mengaku belum mendapat laporan dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Dikjar) Kota Palu mengenai jumlah siswa yang seharusnya mengikutin UN susulan.
"Yang jelas hari ini hanya hadir satu siswa saja," katanya.
UN susulan untuk tingkat SMA di ibu kota provinsi yang akan berlangsung empat hari dari 25-26 April 2013 dan dilanjutkan pada 29-30 April 2013 dipusatkan di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Palu terletak di bilangan Jln Thmarin Kecamatan Palu Timur.
Hari pertama UN susulan sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah mengujikan mata pelajaran bidang studi biologi, kimia, sosiologi, geografi dan antropologi untuk jurusan IPA, IPS dan Bahasa.
Tetapi hari pertama UN susulan di MAN 2 Palu yang hanya diikuti seorang siswi jurusan IPS dengan mata pelajaran diujikan adalah geografi dan sosiologi.
Sementara Humas SMA Negeri 5 Palu Hasri Hamid mengatakan satu-satunya siswi yang mengikuti UN susulan karena bersangkutan pada hari pertama UN tidak ikut karena sakit.
Tetapi hanya UN mata pelajaran sosiologi dan geografi yang terpaksa harus mengikuti ujian susulan.
Khusus untuk UN mata pelajaran lainnya, semua diikutinya.
Total siswa SMA Negeri 5 yang mengikuti UN tingkat SMA pada tahun ajaran 2012/2013 sebanyak 215 orang.
Meski pelaksanaan UN kali ini untuk SMA terkesan buruk karena keterlambatan naskah, ia tetap optimis tingkat kelulusan akan lebih bagus dari sebelumnya karena jauh sebelum UN dilaksanakan berbagai strategi telah dilakukan pihak sekolah.
Senin, 22 April 2013
UN Tingkat SMP di Sulut Serentak
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Dr. Djouhari Kansil MPd, menyatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di daerah ini, serentak dilaksanakan Senin (22/4/2013)
Penegasan Kansil itu, sekaligus menjawab isu-isu yang beredar terkait adanya penundaan UN tingkat SMP di daerah berjulukan Bumi Nyiur Melambai ini.
“Pelaksanaan ujian nasional SMP di daerah ini, tak ada penundaan. Akan dilaksaakan Senin besok,” tegas Kansil, Minggu (21/4/2013).
Lanjutnya menjelaskan, untuk semua naskah soal mata pelajaran UN, sudah berada di masing-masing Kabupaten Kota, setelah sebelumnya naskah soal UN itu sudah terdistribusi dengan baik.
“Termasuk naskah soal untuk daerah kabupaten kepulauan, yakni Sangihe, Talaud dan Sitaro, yang sudah didistribusikan,” tandas mantan Kepala Diknas Sulut itu.
Disis lain Kansil berharap, siswa peserta UN tingkat SMP di Sulut, untuk teliti dalam mengisi setiap lembar jawaban mata pelajaran.
“Belajarlah dengan tekun dan tak lupa berdoa kepada Tuhan, meminta hikmat kepada Tuhan untuk mengikuti UN,” ujarnya.
Sekedar informasi, Kansil direncanakan akan membuka naskah soal dan mememantau pelaksanaa UN di SMP Negeri 3 Tuminting Manado
Langganan:
Postingan (Atom)
