MAKASSAR - Entah apa yang ada dalam benak Syamsuddin (45), warga Kelurahan Suangga, Kota Makassar ini.
Gara-gara bosan dengan masakan yang dihidangkan sang istri Daeng Ngintang (43) ketika bersahur, Sengaja atau tidak, Syamsuddin memicu kebakaran besar yang menghanguskan rumah kediamannya sendiri, Kamis (18/07/2013) sore.
Alhasil, dua rumah semi permanen di kawasan urban utara kota ini, hangus terbakar.
Kisahnya bermula ketika Syamsuddin pulang bekerja, Kamis sore. Sesampainya di rumah, ia mendapati sang istri mulai mempersiapkan hidangan buka puasa.
"Masak apa ki ini mama-na (mama masak apa)," tanya Syamsuddin. "Biasa, sayur bening," jawab Ngintang.
Kecewa dengan jawaban sang istri, Syamsuddin lantas menyatakan keinginannya menikmati sayur berkuah santan. Selanjutnya, Uddin yang tengah menahan lapar itu kontan emosi. Dirinya lalu membanting peralatan dapur.
Tabung gas ukuran tiga kilogram atau "si melon yang mudah meledak" yang sementara dipakai memasak, juga ikut dibanting oleh Syamsuddin. Kontan, tabung gas itu meledak dan api segera menjalar di ruang dapur.
Selanjutnya, api secara cepat melahap rumah berkonstruksi kayu separuh batu tersebut. Nahasnya, rumah Daeng Laba, tetangga Syamsuddin, juga ikut terbakar. Warga yang panik, hanya bisa memadamkan api dari sumber seadanya sebelum mobil pemadam kebakaran datang.
Kepala Kepolisian Sektor Tallo Komisaris Woro Susilo menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki motif kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga.
"Api-tiba-tiba saja muncul di salah satu rumah. Akibat kebakaran itu, korban ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 250 juta," kata dia.
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Selatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Selatan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 19 Juli 2013
Penerimaan Siswa Baru di Bone Jadi Ladang Pungli
BONE - Penerimaan Siswa Baru(PSB) tingkat SMA di Kabupaten Bone, ternyata menjadi lahan subur bagi praktik pungutan liar (pungli).
Praktik yang termasuk korupsi tersebut, misalnya, terjadi di SMA Negeri 1 Ulaweng. Setiap calon siswa SMA itu, dikenakan pungutan sebesar Rp 845 ribu untuk perlengkapan sekolah dan pembangunan.
Selain itu, dalam pantauan, calon siswa yang tidak lolos pendaftaran masuk, diminta membayar Rp 1 juta sebagai "uang kursi." Namun, berbagai pungutan itu dibantah sebagai praktik pungli oleh Kepala SMAN I Muhammad Idris.
"Semua pungutan itu untuk membiayai pembangunan pagar sekolah, lapangan basket, serta biaya pembelian bangku dan meja bagi yang tidak lulus murni. Itu bukan pungli, karena dilegalisasi oleh komite sekolah," kata Idris, Jumat (19/07/2013).
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Bone, Nursalam, menyayangkan banyaknya pungutan yang dikenakan kepada calon siswa pada masa PSB. "Walaupun dilegalisasi oleh komite sekolah, peruntukan pungutan itu tampak mengada-ada. Apalagi, pembayaran berbagai pungutan itu dijadikan salah satu syarat menjadi siswa, itu sudah tidak benar," tandasnya.
Praktik yang termasuk korupsi tersebut, misalnya, terjadi di SMA Negeri 1 Ulaweng. Setiap calon siswa SMA itu, dikenakan pungutan sebesar Rp 845 ribu untuk perlengkapan sekolah dan pembangunan.
Selain itu, dalam pantauan, calon siswa yang tidak lolos pendaftaran masuk, diminta membayar Rp 1 juta sebagai "uang kursi." Namun, berbagai pungutan itu dibantah sebagai praktik pungli oleh Kepala SMAN I Muhammad Idris.
"Semua pungutan itu untuk membiayai pembangunan pagar sekolah, lapangan basket, serta biaya pembelian bangku dan meja bagi yang tidak lulus murni. Itu bukan pungli, karena dilegalisasi oleh komite sekolah," kata Idris, Jumat (19/07/2013).
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Bone, Nursalam, menyayangkan banyaknya pungutan yang dikenakan kepada calon siswa pada masa PSB. "Walaupun dilegalisasi oleh komite sekolah, peruntukan pungutan itu tampak mengada-ada. Apalagi, pembayaran berbagai pungutan itu dijadikan salah satu syarat menjadi siswa, itu sudah tidak benar," tandasnya.
Kapolda Sulsel Kumpulkan Pengusaha Petasan
MAKASSAR - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulsel Irjen Pol Burhanuddin Andi, diam-diam ternyata telah mengumpulkan pengusaha, pemasok, dan diler petasan dan kembang api di Makassar.
Dalam pertemuan itu, Kapolda mengingatkan lagi agar para pengusaha, pedagang, dan diler untuk menghargai bulan Ramadan 1434 hijriyah ini, dengan tak mendistribusikan dan menjual petasan.
"Kita sudah kumpulkan mereka. Hampir semua pemasok, pengusaha, hingga penjual eceran, diinstruksikan tidak jual lagi petasan di wilayah hukum Polda Sulsel. Jika ketahuan, pasti kita beri sanksi berat," kata mantan Kapolwil Makassar ini, Kamis (18/7/2013).
Dia merujuk larangan itu kepada Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, tentang Senjata Api dan Bahan Peledak,
Selain mengumpulkan diler petasan dan membagikan surat edaran yang dia teken langsung di sebuah hotel di Makassar, kapolda juga sudah menginstruksikan jajaran aparat polsek-polsek untuk tetap berada di masjid, musallah selama jamaah menunaikan salat tarwih dan salat subuh.
Dari pantauan Tribun, sepanjang ramadan ini, suara petasan di malam hari mulai berkurang. Sejumlah takmir (panitia pengelola) masjid dan musallah, secara terpidsah juga mengkonfirmasikan, Ramadan tahun ini jamaah masjid sudah tak terganggu lagi dengan hiruk pikuk suara petasan.
"Suara azan dan imam tarawih sudah lebih nyaring terdengar," kata M Mukmin, takmir Masjid Al Iklhas di Jl Perintis Kemerdekaan VII, Makassar.
Hal senada juga dibenarkan Zuljalal Al-Hamdani, Takmir Masjid Masjid Darul Falah, BTN Mina Saupa, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Makassar ini mengakui bahwa suara petasan sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Mungkin penyebabnya itu karena kios-kios di sekitar masjid sudah tidak lagi menjual petasan," katanya.
Kapolda pun mengungkapkan terima kasihnya, atas dukungan pengusaha dan warga, para orangtua dan remaja yang sudah mulai saling menghargai untuk tidak membeli dan membakar petasan. "Terima kasih banyak kepada warga yang sudah tidak meledakkan petasan dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat," kata mantan Kapolda Bengkulu ini.
Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kota Makassar, Zulkifli Hasanuddin mengatakan petasan dan bahan peledak lainnya tidak dapat serta-marta diperjual-belikan di sembarang tempat atau di ruang publik
"Apapun alasannya tidak boleh, barang itu termasuk bahan peledak yang dapat membahayakan diri pengguna maupun orang lain," jelas Zulkifli.
Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara bilah ada yang tidak menaati himbauan pihak penegak hukum
Dalam pertemuan itu, Kapolda mengingatkan lagi agar para pengusaha, pedagang, dan diler untuk menghargai bulan Ramadan 1434 hijriyah ini, dengan tak mendistribusikan dan menjual petasan.
"Kita sudah kumpulkan mereka. Hampir semua pemasok, pengusaha, hingga penjual eceran, diinstruksikan tidak jual lagi petasan di wilayah hukum Polda Sulsel. Jika ketahuan, pasti kita beri sanksi berat," kata mantan Kapolwil Makassar ini, Kamis (18/7/2013).
Dia merujuk larangan itu kepada Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, tentang Senjata Api dan Bahan Peledak,
Selain mengumpulkan diler petasan dan membagikan surat edaran yang dia teken langsung di sebuah hotel di Makassar, kapolda juga sudah menginstruksikan jajaran aparat polsek-polsek untuk tetap berada di masjid, musallah selama jamaah menunaikan salat tarwih dan salat subuh.
Dari pantauan Tribun, sepanjang ramadan ini, suara petasan di malam hari mulai berkurang. Sejumlah takmir (panitia pengelola) masjid dan musallah, secara terpidsah juga mengkonfirmasikan, Ramadan tahun ini jamaah masjid sudah tak terganggu lagi dengan hiruk pikuk suara petasan.
"Suara azan dan imam tarawih sudah lebih nyaring terdengar," kata M Mukmin, takmir Masjid Al Iklhas di Jl Perintis Kemerdekaan VII, Makassar.
Hal senada juga dibenarkan Zuljalal Al-Hamdani, Takmir Masjid Masjid Darul Falah, BTN Mina Saupa, Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, Makassar ini mengakui bahwa suara petasan sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Mungkin penyebabnya itu karena kios-kios di sekitar masjid sudah tidak lagi menjual petasan," katanya.
Kapolda pun mengungkapkan terima kasihnya, atas dukungan pengusaha dan warga, para orangtua dan remaja yang sudah mulai saling menghargai untuk tidak membeli dan membakar petasan. "Terima kasih banyak kepada warga yang sudah tidak meledakkan petasan dan tidak mengganggu ketertiban masyarakat," kata mantan Kapolda Bengkulu ini.
Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) kota Makassar, Zulkifli Hasanuddin mengatakan petasan dan bahan peledak lainnya tidak dapat serta-marta diperjual-belikan di sembarang tempat atau di ruang publik
"Apapun alasannya tidak boleh, barang itu termasuk bahan peledak yang dapat membahayakan diri pengguna maupun orang lain," jelas Zulkifli.
Ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara bilah ada yang tidak menaati himbauan pihak penegak hukum
Polda Sulsel Mulai Usut Pungli PSB di Sekolah
Maraknya kasus dugaan tindak pidana pungutan liar (pungli) pada masa penerimaan siswa baru (PSB) di Kota Makassar, ternyata membuat "gerah" Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel).
Kapolda Sulsel Irjen Burhanuddin Andi menegaskan, dirinya sudah memerintahkan penyidik tindak pidana korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk melakukan penyelidikan.
"Saya sudah menginstruksikan penyidik segera melakukan penyelidikan terkait dugaan pungli di sekolah," kata Burhanuddin Andi, Jumat (19/07/2013).
Mantan Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri ini menjelaskan, pungli merupakan bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Ancaman hukuman bagi yang terbukti melakukan pelanggaran paling singkat empat tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. "Penyelidikan akan dilakukan dangan bekerjasama instansi terkait," tandas mantan Kapolda Bengkulu ini.
Kapolda Sulsel Irjen Burhanuddin Andi menegaskan, dirinya sudah memerintahkan penyidik tindak pidana korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) untuk melakukan penyelidikan.
"Saya sudah menginstruksikan penyidik segera melakukan penyelidikan terkait dugaan pungli di sekolah," kata Burhanuddin Andi, Jumat (19/07/2013).
Mantan Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Polri ini menjelaskan, pungli merupakan bentuk pelanggaran Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Ancaman hukuman bagi yang terbukti melakukan pelanggaran paling singkat empat tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. "Penyelidikan akan dilakukan dangan bekerjasama instansi terkait," tandas mantan Kapolda Bengkulu ini.
Polda Sulsel Bentuk Tim Khusus Kejar Rampok di Bulan Ramadan
Aksiperampokan maupun pencurian, memang marak terjadi di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan, pada bulan Ramadan 2013.
Karena itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel membentuk tim khusus untuk mengejar sindikat perampok yang tetap beraksi di bulan Ramadan.
Bahkan, Kapolda Sulsel Irjen Burhanuddin Andi menginstruksikan kepada tim khusus tersebut, untuk tidak segan mengambil tindakan keras kepada para pelaku perampokan.
"Perampokan di Sulsel mengalami peningkatan. Jadi kita tetap fokus untuk menangkap para pelaku perampokan ini, dan sudah ada tim khusus untuk mengejar para pelaku," Kata Burhanuddin Andi saat berkunjung di Lapas 1 Makassar, Jumat (19/7/2013).
Dalam sepekan, tercatat ada sejumlah aksi perampokan besar. Di antanya, aksi perampokan yang merugikan Jenny, warga Kota Makassar, mengalami kerugian mencapai Rp 210 juta. Selain itu, terdapat aksi pembobolan salon di Jalan Bolevard Makassar senilai Rp 50 juta.
Karena itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel membentuk tim khusus untuk mengejar sindikat perampok yang tetap beraksi di bulan Ramadan.
Bahkan, Kapolda Sulsel Irjen Burhanuddin Andi menginstruksikan kepada tim khusus tersebut, untuk tidak segan mengambil tindakan keras kepada para pelaku perampokan.
"Perampokan di Sulsel mengalami peningkatan. Jadi kita tetap fokus untuk menangkap para pelaku perampokan ini, dan sudah ada tim khusus untuk mengejar para pelaku," Kata Burhanuddin Andi saat berkunjung di Lapas 1 Makassar, Jumat (19/7/2013).
Dalam sepekan, tercatat ada sejumlah aksi perampokan besar. Di antanya, aksi perampokan yang merugikan Jenny, warga Kota Makassar, mengalami kerugian mencapai Rp 210 juta. Selain itu, terdapat aksi pembobolan salon di Jalan Bolevard Makassar senilai Rp 50 juta.
Rabu, 26 Juni 2013
Dua Minggu, Intel Bekuk 14 Pengguna Narkoba di Makassar
Aparat Satuan Intelkam Polrestabes Makassar dalam dua minggu terakhir ini, membekuk 14 pelaku tindak pidana narkotika jenis Sabu, Ganja dan Putau. Penangkapan pertama dilakukan di salah satu rumah kosong di Jl Skarda Lorong II, Makassar, Senin (02/06/2013). Dari hasil penangkapan enam pelaku, petugas menyita beberapa barang bukti berupa sabu.
Penangkapan kedua dilakukan di Jl Poros Adipura pertigaan Jl Muhammad Jufri 10, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu (23/06/2013), sekitar pukul 01.40 WITA. Dua mahasiswa jurusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (Stimik) Dipanegara, dibekuk Polisi lantaran membawa narkotika jenis Ganja
Mereka yang diciduk kedapatan bawa Narkotika jenis Ganja masing-masing bernama, Sayed Wahyudi alias Udi (21) warga Jl Muh Jufri dan Annas Sulfahmi alias Anas (21) warga Jl Rappokalling, Makassar. Keduanya ditangkap saat duduk-duduk di atas sepeda motornya dipinggir jalan.
Terakhir Satuan Opsnal Intelkam Polrestabes Makassar membekuk enam pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu, di Lorong Selayar, Jl Kerung-kerung, Makassar, Selasa (25/06/2013), sekitar pukul 03.20 WITA. Mereka yang ditangkap, masing masing bernama Iskandar (40) dan Edi Aziz (17) warga Jl Kerung, Zainal Abidin (40) warga Jl Tinumbu, Muh Syahrul (18), Andika Firmansyah (18) dan Shera Geslawo (18) warga Jl Veteran, Makassar.
Kanit Ops Intel Polrestabes Makassar, Iptu Surahman, mengatakan, 14 tersangka yang ditangkap beserta barang buktinya sudah diserahkan ke penyidik Satuan Narkoba Polrestabes Makassar untuk dilakukan proses lebih lanjut. Ditambahkannya, penangkapan dilakukan saat petugas Intel melakukan Patroli di Wilayah hukum Polrestabes Makassar." Semua tersangka beserta barang buktinya diserahkan ke Satuan Narkoba," katanya, Selasa (25/6)
"Dari 14 orang yang ditangkap oleh anggota intel dalam dua minggu ini terakhir, beberapa diantaranya mahasiswa, pelajar SMA dan SMP. Bahkan terakhir kami tangkap itu anak SMP yang sedang pesta sabu bersama rekannya. Oleh karena itu, sekali lagi dalam penanggulangan narkotika ini mau tidak mau harus melibatkan orang tua, guru dan dosen," ungkapnya.
Ditambahkannya, dari 14 pelaku narkotika yang ditangkap oleh anggota intelkam Polrestabes Makassar dalam tiga kasus berbeda itu semua tidak di dahului dengan proses penyelidikan. Semuanya berjalan secara kebetulan saja. Malam itu, lanjut, Surahman, team intelkam sedang berada di Jl Mallombasang sehubungan adanya pengancaman terhadap penghuni kos.
Penangkapan kedua dilakukan di Jl Poros Adipura pertigaan Jl Muhammad Jufri 10, Kecamatan Tallo, Makassar, Minggu (23/06/2013), sekitar pukul 01.40 WITA. Dua mahasiswa jurusan Sistem Informasi Sekolah Tinggi Manajemen dan Ilmu Komputer (Stimik) Dipanegara, dibekuk Polisi lantaran membawa narkotika jenis Ganja
Mereka yang diciduk kedapatan bawa Narkotika jenis Ganja masing-masing bernama, Sayed Wahyudi alias Udi (21) warga Jl Muh Jufri dan Annas Sulfahmi alias Anas (21) warga Jl Rappokalling, Makassar. Keduanya ditangkap saat duduk-duduk di atas sepeda motornya dipinggir jalan.
Terakhir Satuan Opsnal Intelkam Polrestabes Makassar membekuk enam pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu, di Lorong Selayar, Jl Kerung-kerung, Makassar, Selasa (25/06/2013), sekitar pukul 03.20 WITA. Mereka yang ditangkap, masing masing bernama Iskandar (40) dan Edi Aziz (17) warga Jl Kerung, Zainal Abidin (40) warga Jl Tinumbu, Muh Syahrul (18), Andika Firmansyah (18) dan Shera Geslawo (18) warga Jl Veteran, Makassar.
Kanit Ops Intel Polrestabes Makassar, Iptu Surahman, mengatakan, 14 tersangka yang ditangkap beserta barang buktinya sudah diserahkan ke penyidik Satuan Narkoba Polrestabes Makassar untuk dilakukan proses lebih lanjut. Ditambahkannya, penangkapan dilakukan saat petugas Intel melakukan Patroli di Wilayah hukum Polrestabes Makassar." Semua tersangka beserta barang buktinya diserahkan ke Satuan Narkoba," katanya, Selasa (25/6)
"Dari 14 orang yang ditangkap oleh anggota intel dalam dua minggu ini terakhir, beberapa diantaranya mahasiswa, pelajar SMA dan SMP. Bahkan terakhir kami tangkap itu anak SMP yang sedang pesta sabu bersama rekannya. Oleh karena itu, sekali lagi dalam penanggulangan narkotika ini mau tidak mau harus melibatkan orang tua, guru dan dosen," ungkapnya.
Ditambahkannya, dari 14 pelaku narkotika yang ditangkap oleh anggota intelkam Polrestabes Makassar dalam tiga kasus berbeda itu semua tidak di dahului dengan proses penyelidikan. Semuanya berjalan secara kebetulan saja. Malam itu, lanjut, Surahman, team intelkam sedang berada di Jl Mallombasang sehubungan adanya pengancaman terhadap penghuni kos.
Daeng Ancu Rayakan Ultah dengan Nasi Goreng
MAKASSAR Presiden Batu Putih Sindycate, Syamsul Bachri Sirajuddin merayakan hari ulang tahunnya yang ke-57 di Kantor Batu Putih Sindycate, Jl Gunung Batu Putih, Makassar, Rabu (26/6) dini hari.
Kakak kandung Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin ini enggan menggelar perayaan wah, namun berupa acara kecil-kecilan.
Daeng Ancu sapaan Syamsul Bachri Sirajuddin ini hanya mengajak rekan-rekannya atau kerabatnya santap menu nasi goreng, mie kering, dan kue ultah alakadarnya.
Ilham Arief Sirajuddin yang juga mantan calon gubernur Sulsel 2013, Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) hadir dalam syukuran ala Daeng Ancu ini.
Hadir pula sejumlah teman dekat Daeng Ancu dan beberapa pengurus Partai Nasdem Sulsel. "Alhamdulillah, salama dan sukses ki selalu daeng," kata Syamsu Rizal kepada Daeng Ancu yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Nasdem Sulsel itu.
Kakak kandung Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin ini enggan menggelar perayaan wah, namun berupa acara kecil-kecilan.
Daeng Ancu sapaan Syamsul Bachri Sirajuddin ini hanya mengajak rekan-rekannya atau kerabatnya santap menu nasi goreng, mie kering, dan kue ultah alakadarnya.
Ilham Arief Sirajuddin yang juga mantan calon gubernur Sulsel 2013, Bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) hadir dalam syukuran ala Daeng Ancu ini.
Hadir pula sejumlah teman dekat Daeng Ancu dan beberapa pengurus Partai Nasdem Sulsel. "Alhamdulillah, salama dan sukses ki selalu daeng," kata Syamsu Rizal kepada Daeng Ancu yang juga Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPW Nasdem Sulsel itu.
Staff Lurah Balang Baru Pusing Diprotes Ibu-ibu
MAKASSAR -- Setelah mahasiswa berunjuk rasa memprotes kenaikan harga BBM kini giliran ibu ibu yang beraksi. Hampir tak pernah putus ibu ibu datang ke kantor kelurahan mempertanyakan sebab mengapa mereka tidak mendapatkan bantuan langsung dari kompensasi kenaikan harga BBM.
Di kantor Lurah Balang Baru sejak pagi sampai siang berdatangan ibu ibu mempertanyakan hak mereka. Menurut mereka mengapa orang yang kurang mampu sebagai sasaran penerima bantuan itu tidak mendapatkan haknya.
Petugas kelurahan pun harus mengulang ulang penjelasannya karena ibu ibu tadi datang tidak bersamaan. Setelah dijelaskan barulah mereka bersedia meninggalkan kantor kelurahan.
Sejumlah petugas kelurahan menjelaskan pemberian bantuan ini menjadi kacau karena tidak melibatkan RT dan RW yang tahu persis warganya yang kurang mampu. Selain itu kebanyakan warga juga mau disebut kurang mampu agar mendapatkan bantuan. Padahal keluarganya terbilang mampu. Buktinya kata petugas banyak warga yang mendapatkan bantuan itu justru mampu mampu mencicil sepeda motor.
Antrean panjang juga tampak di kantor Kelurahan Parang Tambung. Warga antre menerima bantuan berupa sekarung kecil beras.
Di kantor Lurah Balang Baru sejak pagi sampai siang berdatangan ibu ibu mempertanyakan hak mereka. Menurut mereka mengapa orang yang kurang mampu sebagai sasaran penerima bantuan itu tidak mendapatkan haknya.
Petugas kelurahan pun harus mengulang ulang penjelasannya karena ibu ibu tadi datang tidak bersamaan. Setelah dijelaskan barulah mereka bersedia meninggalkan kantor kelurahan.
Sejumlah petugas kelurahan menjelaskan pemberian bantuan ini menjadi kacau karena tidak melibatkan RT dan RW yang tahu persis warganya yang kurang mampu. Selain itu kebanyakan warga juga mau disebut kurang mampu agar mendapatkan bantuan. Padahal keluarganya terbilang mampu. Buktinya kata petugas banyak warga yang mendapatkan bantuan itu justru mampu mampu mencicil sepeda motor.
Antrean panjang juga tampak di kantor Kelurahan Parang Tambung. Warga antre menerima bantuan berupa sekarung kecil beras.
Wakil Ketua DPRD Gowa Dapat Rumah Rp 1,8 M
MAKASSAR - Pemorov Sulsel akan membangun rumah dinas bagi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa. Dilansir dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik Sulsel, Rabu (26/6/2013), pembangunan rumah dinas akan dilakukan pada tahun ini. Pemprov Sulsel pun menggelontorkan anggaran Rp 1,8 miliar.
Pembangunan rumah jabatan ini sedang ditenderkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupatan Gowa.
DPRD Gowa memiliki tiga wakil ketua, yakni Rahman Syah dari Partai Demokrasi Kebangsaan, Yusuf Bangsawan dari Partai Demokrat, dan Syarifuddin Tutu dari Partai Amanat Nasional.
Masih dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik Sulsel, Pemprov Sulsel juga menganggarkan revonasi gedung DPRD dengan anggaran senilai Rp 4,48 miliar.
Pembangunan rumah jabatan ini sedang ditenderkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupatan Gowa.
DPRD Gowa memiliki tiga wakil ketua, yakni Rahman Syah dari Partai Demokrasi Kebangsaan, Yusuf Bangsawan dari Partai Demokrat, dan Syarifuddin Tutu dari Partai Amanat Nasional.
Masih dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik Sulsel, Pemprov Sulsel juga menganggarkan revonasi gedung DPRD dengan anggaran senilai Rp 4,48 miliar.
Jafra Cosmetics Utamakan Perempuan
MAKASSAR -- JAFRA Cosmetics Indonesia menyasar pasar Makassar, Selasa (25/6/2013). Jafra Cosmetics Indonesia kini hadir di Makassar. Pengenalan produk sekaligus program direct selling digelar di Hotel Santika Makassar, siang tadi.
Hadir dalam event ini Senior Business Development Manager New Markets Asia Jafra Cosmetics, Peter Kropp dan Area Sales Manager Jafra Surabaya, Tenri Yulia.
Kepada wartawan Peter mengungkapkan, adanya Jafra di Makassar tidak hanya untuk menghadirkan produk kosmetik bermutu tinggi namun peluang bisnis untuk perempuan Makassar.
"Tidak seperti multilevel marketing lain, di Jafra kami tidak hanya merekrut konsultan dan kemudian memberi pelatihan untuk merekrut saja," ujar Peter.
"Di Jafra, juga memberi pelatihan-pelatihan bagaimana bisa maju, bagaimana teknik menjual yang baik, agar para perempuan Jafra bisa maju dalam berbisnis," tambah Tenri.
Konsultan Jafra Cosmetics diutamakan perempuan. Karena perempuan dinilai lebih baik dan lebih mampu. Kami tidak menutup peluang untuk laki-laki, tapi mengutamakan perempuan," ujar Peter.
Hadir dalam event ini Senior Business Development Manager New Markets Asia Jafra Cosmetics, Peter Kropp dan Area Sales Manager Jafra Surabaya, Tenri Yulia.
Kepada wartawan Peter mengungkapkan, adanya Jafra di Makassar tidak hanya untuk menghadirkan produk kosmetik bermutu tinggi namun peluang bisnis untuk perempuan Makassar.
"Tidak seperti multilevel marketing lain, di Jafra kami tidak hanya merekrut konsultan dan kemudian memberi pelatihan untuk merekrut saja," ujar Peter.
"Di Jafra, juga memberi pelatihan-pelatihan bagaimana bisa maju, bagaimana teknik menjual yang baik, agar para perempuan Jafra bisa maju dalam berbisnis," tambah Tenri.
Konsultan Jafra Cosmetics diutamakan perempuan. Karena perempuan dinilai lebih baik dan lebih mampu. Kami tidak menutup peluang untuk laki-laki, tapi mengutamakan perempuan," ujar Peter.
Selasa, 25 Juni 2013
Produser Celebes TV Jadi Ketua KPU Tator
Makassar - Rizal Randa, terpilih menjadi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tana Toraja, dalam pemilihan di Hotel Singgasana, Jl Kajaolalido, Makassar Rabu (26/6/2013).
"Terima kasih amanah ini," demikian Rizal yang juga Produser di Celebes TV Makassar itu, mengomentari hasil pemilihan ketua komisioner pemilu itu.
Anggota KPU Tator lainnya, adalah Yulius Palabiran, Elis Mangesa, Louis Ronre, dan Alexander Kambuno.
Komposisi pembagian divisi di empat komisioner lainnya, akan dibahas kemudian.
"Terima kasih amanah ini," demikian Rizal yang juga Produser di Celebes TV Makassar itu, mengomentari hasil pemilihan ketua komisioner pemilu itu.
Anggota KPU Tator lainnya, adalah Yulius Palabiran, Elis Mangesa, Louis Ronre, dan Alexander Kambuno.
Komposisi pembagian divisi di empat komisioner lainnya, akan dibahas kemudian.
Pemecatan Tiga Kader Golkar Tuai Kontroversi
MAKASSAR Pemecatan terhadap tiga kader Golkar Makassar yang dilakukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Makassar rupanya menuai kontroversi dari kalangan pengurus di tingkat DPD I Golkar Sulsel.
Bahkan Wakil Ketua Golkar Sulsel Muhammad Roem menilai pemecatan sebagai anggota dinilai sangat keliru.
"Menurut saya itu mungkin baru pengusulan pemecatan sebagai pengurus bukan sebagai anggota," kata Roem saat dikonfirmasi di kantor DPRD Sulsel, Rabu (26/6/2013).
Diketahui, adapun ketiga kader Golkar yang dipecat berdasarkan keputusan DPD II yang ditandatangai Supomo Guntur dan Farouk Mappaseling Betta adalah Andi Dirga Baso, Andi Fatimah Sinrang dan Muhammad Arsyad.
Menurut Roem, kalaupun ada surat pemecatan sebagai pengurus hal itu juga menjadi domain DPD I, karena DPD II hanya pengusulan.
"Jadi pengusulan tersebut harus satu tingkat diatasnya, DPD II tidak boleh serta merta melakukan pemecatan tanpa ada persetujuan dari DPD I. Jadi sekali lagi pemecatan tersebut sangatlah keliru," ujarnya.
Sementara regulasi dan mekanisme untuk pemecatan sebagai kader sendiri, hal tersebut merupakan tanggungjawab penuh oleh DPP karena yang mengeluarkan SK adalah ditingkat pusat.
Bahkan Wakil Ketua Golkar Sulsel Muhammad Roem menilai pemecatan sebagai anggota dinilai sangat keliru.
"Menurut saya itu mungkin baru pengusulan pemecatan sebagai pengurus bukan sebagai anggota," kata Roem saat dikonfirmasi di kantor DPRD Sulsel, Rabu (26/6/2013).
Diketahui, adapun ketiga kader Golkar yang dipecat berdasarkan keputusan DPD II yang ditandatangai Supomo Guntur dan Farouk Mappaseling Betta adalah Andi Dirga Baso, Andi Fatimah Sinrang dan Muhammad Arsyad.
Menurut Roem, kalaupun ada surat pemecatan sebagai pengurus hal itu juga menjadi domain DPD I, karena DPD II hanya pengusulan.
"Jadi pengusulan tersebut harus satu tingkat diatasnya, DPD II tidak boleh serta merta melakukan pemecatan tanpa ada persetujuan dari DPD I. Jadi sekali lagi pemecatan tersebut sangatlah keliru," ujarnya.
Sementara regulasi dan mekanisme untuk pemecatan sebagai kader sendiri, hal tersebut merupakan tanggungjawab penuh oleh DPP karena yang mengeluarkan SK adalah ditingkat pusat.
Gara-gara Barobbo, Makassar Dapat Penghargaan
Pemkot Makassar menerima penghargaan dari Perhimpunan Peminat Gizi dan Pangan Indonesia (Pergizi Pangan) dan Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GapmmiI). Penghargaan diterima karena Makassar dinilai mampu melestarikan makanan khas tradisional Bugis, barobbo.
Trofi penghargaan diserahkan di Jakarta, Rabu (26/6/2013) dan diterima Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. Kata Ilham, ada banyak penghargaan diperoleh dan Makassar menerima penghargaan untuk kategori pangan sepinggan tradisional. Penyerahan penghargaan bertepatan dengan
"Hasil penelitian Pergizi Pangan menyebutkan, barobbo makanan tradisi yang penuh gizi dan bisa menjadi pengganti makanan pokok," kata Ilham. Barobbo menyerupai sup kental, terbuat dari jagung dan aneka sayuran. Ditambahkan udang sebagai pelengkap.
Pasca diterimanya penghargaan ini, pemkot merencanakan menggelar festival barobbo. Tujuannya, semakin memperkenalkan barobbo sebagai makanan khas penuh gizi.
Pemkot Surabaya juga menerima penghargaan serupa karena mampu melestarikan rujak ujeg yang juga dinilai bergizi tinggi. Rujak ujeg juga sedang diajukan sebagai warisan dunia ke badan dunia UNESCO.
Trofi penghargaan diserahkan di Jakarta, Rabu (26/6/2013) dan diterima Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. Kata Ilham, ada banyak penghargaan diperoleh dan Makassar menerima penghargaan untuk kategori pangan sepinggan tradisional. Penyerahan penghargaan bertepatan dengan
"Hasil penelitian Pergizi Pangan menyebutkan, barobbo makanan tradisi yang penuh gizi dan bisa menjadi pengganti makanan pokok," kata Ilham. Barobbo menyerupai sup kental, terbuat dari jagung dan aneka sayuran. Ditambahkan udang sebagai pelengkap.
Pasca diterimanya penghargaan ini, pemkot merencanakan menggelar festival barobbo. Tujuannya, semakin memperkenalkan barobbo sebagai makanan khas penuh gizi.
Pemkot Surabaya juga menerima penghargaan serupa karena mampu melestarikan rujak ujeg yang juga dinilai bergizi tinggi. Rujak ujeg juga sedang diajukan sebagai warisan dunia ke badan dunia UNESCO.
5 Pendaki STIK Tamalate Hilang di Bawakaraeng
Lima pendaki dari Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) STIK Tamalate, Makassar, dikabakan hilang saat mendaki di Gunung Bawakaraeng sejak 21-24 Juni ,hingga sekarang belum ditemukan.
Demikian disampaikan ketua SAR UNHAS, Jasman Ghadi Rabu (26/6/2013)
Menurut Jasman Ghadi, berdasarkan informasi yang mereka peroleh diperkirakan hilang disekitar pos 10 sampai lembah ramma Gunung bawakaraeng.
"Hilangnya 5 pendaki ini mulai diketahui sejak tadi malam sekitar pukul 22.33 wita. Mengenai ke lima orang tersebut belum dikethui siapa-siapa saja," paparnya.
Ia mengatakan,, dalam pencarian ini timnya menurunkn 4 personil.
Demikian disampaikan ketua SAR UNHAS, Jasman Ghadi Rabu (26/6/2013)
Menurut Jasman Ghadi, berdasarkan informasi yang mereka peroleh diperkirakan hilang disekitar pos 10 sampai lembah ramma Gunung bawakaraeng.
"Hilangnya 5 pendaki ini mulai diketahui sejak tadi malam sekitar pukul 22.33 wita. Mengenai ke lima orang tersebut belum dikethui siapa-siapa saja," paparnya.
Ia mengatakan,, dalam pencarian ini timnya menurunkn 4 personil.
Sulawesi Selatan Targetkan 100 Ribu Turis Lokal
Makassar - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan menargetkan kunjungan wisatawan nusantara pada 2013 sebesar 100 ribu orang. Angka itu 44 persen di atas kedatangan turis di 2012, yang hanya 56 ribu orang. Kata Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan, Jufri Rachman, pemerintah tidak berharap banyak terhadap kunjungan wisatawan asing.
"Sebab Eropa dan Amerika masih mengalami krisis," kata Jufri usai pembukaan Forum Centrist Asia Pacific Democrates International, Senin, 20 Mei 2013.
Menurut Jufri, bisnis pariwisata sangatlah sensitif. Terutama bila berkaitan dengan isu keamanan. Seperti kasus Bom Bali yang menurunkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tana Toraja. "Karena pemerintah mereka langsung mengeluarkan travel warning untuk Indonesia."
Penyelenggaraan CAPDI di Makassar, Jufri melanjutkan, menunjukkan jika Sulawesi Selatan aman untuk dikunjungi. Dan untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Sulawesi Selatan, pemerintah melakukan promosi sejak 2012. Seperti promosi ikut dalam kegiatan Visit Indonesia Tourisme di sejumlah negara. Hasil promosi itu, kata Jufri, diharapkan akan terasa di 2020 nanti.
General Manager Hotel Aston Makassar, I Gede Arya Paring mengatakan, sebagai penghubung kawasan timur Indonesia, Makassar sangat potensial dalam bisnis perhotelan. Karena Aston berencana membangun jaringan hotel baru di 2013 ini. Dan untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan jumlah wisatawan, jaringan Hotel Aston bakal memperkenalkan obyek wisata Sulawesi Selatan. Seperti Bantimurung dan Toraja. "Jadi semua pihak saling mendukung dalam menigkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan," kata Arya.
"Sebab Eropa dan Amerika masih mengalami krisis," kata Jufri usai pembukaan Forum Centrist Asia Pacific Democrates International, Senin, 20 Mei 2013.
Menurut Jufri, bisnis pariwisata sangatlah sensitif. Terutama bila berkaitan dengan isu keamanan. Seperti kasus Bom Bali yang menurunkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Tana Toraja. "Karena pemerintah mereka langsung mengeluarkan travel warning untuk Indonesia."
Penyelenggaraan CAPDI di Makassar, Jufri melanjutkan, menunjukkan jika Sulawesi Selatan aman untuk dikunjungi. Dan untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Sulawesi Selatan, pemerintah melakukan promosi sejak 2012. Seperti promosi ikut dalam kegiatan Visit Indonesia Tourisme di sejumlah negara. Hasil promosi itu, kata Jufri, diharapkan akan terasa di 2020 nanti.
General Manager Hotel Aston Makassar, I Gede Arya Paring mengatakan, sebagai penghubung kawasan timur Indonesia, Makassar sangat potensial dalam bisnis perhotelan. Karena Aston berencana membangun jaringan hotel baru di 2013 ini. Dan untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan jumlah wisatawan, jaringan Hotel Aston bakal memperkenalkan obyek wisata Sulawesi Selatan. Seperti Bantimurung dan Toraja. "Jadi semua pihak saling mendukung dalam menigkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Sulawesi Selatan," kata Arya.
Minggu, 16 Juni 2013
Sekda Polman Diperiksa Terkait Izin Tambang Hutan
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat memeriksa Ketua Komisi II DPRD Polman Mahyuddin dan Sekretaris Daerah Kabupaten Polman Andi Ismail terkait izin tambang dan produksi timbal yang dilakukan PT Isco Polman Resources di hutan lindung.
"Kami akan terus mengumpulkan bukti-bukti dan fakta-fakta mengenai mekanisme pemberian izin tambang dan izin produksi di lokasi hutan lindung di Kabupaten Polman," ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Sulselbar Chaerul Amir di Makassar, Rabu.
Dalam pemeriksaan kedua pejabat itu, terungkap adanya unsur melawan hukum yang dilakukan secara bersama-sama baik pihak penambang maupun pemerintah yang memberikan izin tambang.
Berdasarkan data dan keterangan yang dikumpulkan penyidik, penambangan diketahui dilakukan di dalam area hutan lindung yang kemudian semakin meluas.
"Dari keterangan saksi-saksi itu sudah mulai jelas jika ini pelanggaran pidana tetapi baik pihak pemerintah maupun penambang tetap melakukan eksplorasi. Temuan ini kemudian akan kami lanjutkan lagi dengan memeriksa sejumlah saksi lainnya," katanya.
Diungkapkannya, pemberian izin oleh Bupati Polman Ali Baal Masdar kepada PT Isco Polman Resources terjadi pada 2009 dan izin berbeda diberikan dalam tahun yang sama, 2009.
Lokasi tambang terletak di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Sulawesi Barat, dengan luas wilayah tambang sekitar 130 hektare (ha) serta luas wilayah operasi dan produksi sekitar 129 ha.
"Diduga ada pemalsuan data dan surat sebagai syarat administrasi untuk penerbitan izin yang seolah-olah pihak pemda sudah seizin dan sepengetahuan masyarakat dalam memberikan izin serta ganti rugi, padahal masyarakat tidak tahu menahu mengenai pemberian ganti rugi itu. Makanya, ini yang akan kita telusuri," katanya.
Mantan Kajari Tangerang itu menyatakan jika sebelum pemberian izin dilakukan oleh bupati, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pernah memberikan peringatan kepada pemda untuk tidak mengeluarkan izin tambang, tetapi aktivitas pertambangan tetap berjalan hingga sekarang.
"Kami akan terus mengumpulkan bukti-bukti dan fakta-fakta mengenai mekanisme pemberian izin tambang dan izin produksi di lokasi hutan lindung di Kabupaten Polman," ujar Asisten Pidana Khusus Kejati Sulselbar Chaerul Amir di Makassar, Rabu.
Dalam pemeriksaan kedua pejabat itu, terungkap adanya unsur melawan hukum yang dilakukan secara bersama-sama baik pihak penambang maupun pemerintah yang memberikan izin tambang.
Berdasarkan data dan keterangan yang dikumpulkan penyidik, penambangan diketahui dilakukan di dalam area hutan lindung yang kemudian semakin meluas.
"Dari keterangan saksi-saksi itu sudah mulai jelas jika ini pelanggaran pidana tetapi baik pihak pemerintah maupun penambang tetap melakukan eksplorasi. Temuan ini kemudian akan kami lanjutkan lagi dengan memeriksa sejumlah saksi lainnya," katanya.
Diungkapkannya, pemberian izin oleh Bupati Polman Ali Baal Masdar kepada PT Isco Polman Resources terjadi pada 2009 dan izin berbeda diberikan dalam tahun yang sama, 2009.
Lokasi tambang terletak di Desa Duampanua, Kecamatan Anreapi, Sulawesi Barat, dengan luas wilayah tambang sekitar 130 hektare (ha) serta luas wilayah operasi dan produksi sekitar 129 ha.
"Diduga ada pemalsuan data dan surat sebagai syarat administrasi untuk penerbitan izin yang seolah-olah pihak pemda sudah seizin dan sepengetahuan masyarakat dalam memberikan izin serta ganti rugi, padahal masyarakat tidak tahu menahu mengenai pemberian ganti rugi itu. Makanya, ini yang akan kita telusuri," katanya.
Mantan Kajari Tangerang itu menyatakan jika sebelum pemberian izin dilakukan oleh bupati, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat pernah memberikan peringatan kepada pemda untuk tidak mengeluarkan izin tambang, tetapi aktivitas pertambangan tetap berjalan hingga sekarang.
Wartawan Laporkan Sikap Apatis Kapolda ke Presiden
Solidaritas Lembaga Jurnalis Indonesia Makassar akan melaporkan Kapolda Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Irjen Pol Mudji Waluyo kepada Presiden dan Kapolri terkait sikapnya yang apatis terhadap penanganan geng motor.
"Kami akan melaporkan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo kepada Presiden dan Kapolri atas ketidakseriusannya dalam menangani kasus geng motor yang sudah banyak meresahkan masyarakat serta melukai korban jiwa," ujar Presidium Solidaritas Lembaga Jurnalis Indonesia Makassar Nurdin Amir di Makassar, Senin.
Ia mengatakan kasus penyerangan yang berujung pada penikaman kontributor Trans TV Ardiansyah alias Endi serta wartawan televisi lokal Fajar TV Harun menjadi antiklimaks dari keresahan masyarakat dan wartawan karena korban-korbannya sudah meliputi semua kalangan.
Korban penyerangan dan penganiayaan yang dilakukan kumpulan remaja ini bukan hanya warga sipil dan wartawan tetapi sejumlah aparat keamanan, baik kepolisian maupun TNI juga turut serta menjadi korbannya.
Meskipun terjadi rentetan peristiwa serta penyerangan itu, pihak kepolisian belum juga memperlihatkan keseriusannya untuk menuntaskan perkara pidana yang dilakukan oleh para geng motor.
"Kami sering mendapat dukungan dari para anggota kepolisian dan TNI yang berpangkat prajurit untuk mengusut dan menangkap para pelaku penyerangan oleh geng motor itu. Tapi sayang, semangat anak buah itu tidak didukung oleh pimpinannya," katanya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas penyerangan terhadap dua wartawan di Makassar oleh geng motor itu.
Salah satu bentuk keseriusannya dengan menyiagakan dan memantau aktivitas seluruh geng motor oleh jajaran Polsek. Selain itu, beberapa anggota geng motor yang terkenal sadis yakni Mappakoe juga sudah diamankan aparat kepolisian.
Bahkan bos dari geng motor Mappakoe Nur Ansyari (17) alias Ari Katombo juga terlibat dalam penyerangan sejumlah rumah ibadah (gereja) dan anjungan tunai mandiri (ATM) dengan menggunakan bom molotov.
"Dari catatan kejahatan yang dilakukan remaja ini sangat mencengangkan karena bukan cuma melakukan penyerangan terhadap orang tetapi juga merusak dan melempari rumah ibadah serta mesin ATM dengan menggunakan bom molotov," kata Wisnu Sanjaja.
Dia mengaku aksi penyimpangan yang dilakukan oleh kumpulan anak di bawah umur ini bukan saja menjadi tanggung jawab kepolisian tetapi semua pihak, seperti Pemerintah Kota Makassar, tokoh agama, tokoh masyarakat serta orang tua anak-anak itu sendiri.
"Kami akan melaporkan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Mudji Waluyo kepada Presiden dan Kapolri atas ketidakseriusannya dalam menangani kasus geng motor yang sudah banyak meresahkan masyarakat serta melukai korban jiwa," ujar Presidium Solidaritas Lembaga Jurnalis Indonesia Makassar Nurdin Amir di Makassar, Senin.
Ia mengatakan kasus penyerangan yang berujung pada penikaman kontributor Trans TV Ardiansyah alias Endi serta wartawan televisi lokal Fajar TV Harun menjadi antiklimaks dari keresahan masyarakat dan wartawan karena korban-korbannya sudah meliputi semua kalangan.
Korban penyerangan dan penganiayaan yang dilakukan kumpulan remaja ini bukan hanya warga sipil dan wartawan tetapi sejumlah aparat keamanan, baik kepolisian maupun TNI juga turut serta menjadi korbannya.
Meskipun terjadi rentetan peristiwa serta penyerangan itu, pihak kepolisian belum juga memperlihatkan keseriusannya untuk menuntaskan perkara pidana yang dilakukan oleh para geng motor.
"Kami sering mendapat dukungan dari para anggota kepolisian dan TNI yang berpangkat prajurit untuk mengusut dan menangkap para pelaku penyerangan oleh geng motor itu. Tapi sayang, semangat anak buah itu tidak didukung oleh pimpinannya," katanya.
Sebelumnya, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja menyatakan bahwa pihaknya siap melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas penyerangan terhadap dua wartawan di Makassar oleh geng motor itu.
Salah satu bentuk keseriusannya dengan menyiagakan dan memantau aktivitas seluruh geng motor oleh jajaran Polsek. Selain itu, beberapa anggota geng motor yang terkenal sadis yakni Mappakoe juga sudah diamankan aparat kepolisian.
Bahkan bos dari geng motor Mappakoe Nur Ansyari (17) alias Ari Katombo juga terlibat dalam penyerangan sejumlah rumah ibadah (gereja) dan anjungan tunai mandiri (ATM) dengan menggunakan bom molotov.
"Dari catatan kejahatan yang dilakukan remaja ini sangat mencengangkan karena bukan cuma melakukan penyerangan terhadap orang tetapi juga merusak dan melempari rumah ibadah serta mesin ATM dengan menggunakan bom molotov," kata Wisnu Sanjaja.
Dia mengaku aksi penyimpangan yang dilakukan oleh kumpulan anak di bawah umur ini bukan saja menjadi tanggung jawab kepolisian tetapi semua pihak, seperti Pemerintah Kota Makassar, tokoh agama, tokoh masyarakat serta orang tua anak-anak itu sendiri.
Kriminolog : Geng Motor Menjadi Tanggungjawab Semua Pihak Senin, 13 Mei 2013 13:2
Pakar Kriminologi Universitas Hasanuddin, Prof Dr Aswanto, menyatakan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh geng motor di Makassar bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian tetapi semua kalangan masyarakat.
"Ini bukan saja menjadi tanggung jawab kepolisian karena kecenderungan seorang remaja ingin meluapkan jati dirinya dan ingin diakui keberadaannya di masyarakat," ujarnya saat diundang Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja membahas kekerasan geng motor di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini dikategorikan sebagai penyimpangan karena usia mereka yang belum masuk kategori dewasa.
Sementara jika aksi-aksi kekerasan yang dilakukan itu sudah masuk kategori dewasa, maka diklasifikasikan sebagai pelanggaran hukum atau tindak pidana sehingga model peradilannya juga berbeda antara yang dewasa dengan remaja.
"Ini yang harus dikaji dan harus dikategorikan jenis penyimpangannya, apakah itu dilakukan secara berulang atau tidak. Pembuktian itu akan diketahui saat penyidikan," katanya.
Aswanto mengaku jika aksi kekerasan yang dilakukan kelompok remaja yang masih duduk di bangku sekolah baik SMP maupun SMA ini banyak meniru tayangan kekerasan lewat televisi.
Media televisi menjadi salah satu alat yang paling cepat untuk mempelajari beragam isi acara tersebut, baik tayangan yang sifatnya positif maupun yang negatif.
Jika meniru isi tayangan negatif, ujar dia, yang paling berbahaya jika itu menjadi kebablasan dan tidak segan-segan menjadi lebih beringas.
"Mereka merasa diakui jika melakukan aksi-aksi kekerasanya, apalagi jika dilakukan secara berkelompok maka moral dari individu itu akan berlipat ganda dan cenderung melakukan tindakan-tindakan yang sudah melampaui batas," ucapnya.
Dirinya mengkhawatirkan, jika aksi-aksi yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini tidak segera mendapatkan pembinaan, maka akan menjadi suatu kelompok ekslusif dan dapat menimbulkan keresahan yang lebih besar lagi.
Maka dari itu, dirinya mendesak kepada semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, aparat kepolisian maupun keluarga agar bisa bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada anak-anak remaja agar tidak melakukan penyimpangan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja mengaku, sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga pelaku kekerasan maupun pengrusakan, serta yang melakukan pelemparan bom molotov di sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) dan rumah ibadah.
Salah satu anggota geng motor yang diringkus yakni pimpinan geng motor Mappakoe berinisial A yang masih berusia 17 tahun.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan apakah anak yang tertangkap tangan di Kendari sebelum melarikan diri ke Jakarta itu terkait dengan penikaman wartawan atau tidak karena beberapa tindak kekerasan serta pelemparan bom molotov itu sudah diakuinya," katanya.
"Ini bukan saja menjadi tanggung jawab kepolisian karena kecenderungan seorang remaja ingin meluapkan jati dirinya dan ingin diakui keberadaannya di masyarakat," ujarnya saat diundang Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja membahas kekerasan geng motor di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, kekerasan yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini dikategorikan sebagai penyimpangan karena usia mereka yang belum masuk kategori dewasa.
Sementara jika aksi-aksi kekerasan yang dilakukan itu sudah masuk kategori dewasa, maka diklasifikasikan sebagai pelanggaran hukum atau tindak pidana sehingga model peradilannya juga berbeda antara yang dewasa dengan remaja.
"Ini yang harus dikaji dan harus dikategorikan jenis penyimpangannya, apakah itu dilakukan secara berulang atau tidak. Pembuktian itu akan diketahui saat penyidikan," katanya.
Aswanto mengaku jika aksi kekerasan yang dilakukan kelompok remaja yang masih duduk di bangku sekolah baik SMP maupun SMA ini banyak meniru tayangan kekerasan lewat televisi.
Media televisi menjadi salah satu alat yang paling cepat untuk mempelajari beragam isi acara tersebut, baik tayangan yang sifatnya positif maupun yang negatif.
Jika meniru isi tayangan negatif, ujar dia, yang paling berbahaya jika itu menjadi kebablasan dan tidak segan-segan menjadi lebih beringas.
"Mereka merasa diakui jika melakukan aksi-aksi kekerasanya, apalagi jika dilakukan secara berkelompok maka moral dari individu itu akan berlipat ganda dan cenderung melakukan tindakan-tindakan yang sudah melampaui batas," ucapnya.
Dirinya mengkhawatirkan, jika aksi-aksi yang dilakukan oleh kumpulan remaja ini tidak segera mendapatkan pembinaan, maka akan menjadi suatu kelompok ekslusif dan dapat menimbulkan keresahan yang lebih besar lagi.
Maka dari itu, dirinya mendesak kepada semua pihak, baik pemerintah, tokoh masyarakat, aparat kepolisian maupun keluarga agar bisa bersama-sama memberikan perhatian lebih kepada anak-anak remaja agar tidak melakukan penyimpangan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Wisnu Sanjaja mengaku, sudah melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga pelaku kekerasan maupun pengrusakan, serta yang melakukan pelemparan bom molotov di sejumlah anjungan tunai mandiri (ATM) dan rumah ibadah.
Salah satu anggota geng motor yang diringkus yakni pimpinan geng motor Mappakoe berinisial A yang masih berusia 17 tahun.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan pengembangan apakah anak yang tertangkap tangan di Kendari sebelum melarikan diri ke Jakarta itu terkait dengan penikaman wartawan atau tidak karena beberapa tindak kekerasan serta pelemparan bom molotov itu sudah diakuinya," katanya.
Umum - KONI Sulsel Usulkan Perubahan Aturan Pelatih PPLP
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan mengusulkan perubahan aturan Dispora Sulsel terkait pengangkatan pelatih di Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP).
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir di Makassar, Selasa, mengatakan bahwa aturan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel yang lebih memprioritaskan sosok internal untuk menduduki posisi pelatih justru membuat peningkatan prestasi olahraga Sulsel kurang maksimal.
"Contohnya cabang silat, berhubung pelatihnya yakni Ashary ditunjuk menangani Timnas Myanmar sehingga terpaksa meninggalkan atlet. Sementara kami juga tidak bisa menyodorkan pelatih pengganti karena bukan pegawai Dispora Sulsel," jelasnya.
Menurut dia, jika aturan tersebut tidak diperbaharui tentu akan berdampak pada perkembangan kualitas atlet Sulsel. Kondisi itu tentu saja tidak sesuai dengan tujuan program PPLP untuk melahirkan bibit atlet yang bisa diandalkan.
Sekretaris Umum IPSI Sulsel itu menjelaskan Sulsel khususnya untuk cabang pencak silat pada dasarnya memiliki banyak pelatih potensial. Namun karena terkendala aturan sehingga tidak bisa diberdayakan.
"Saya dengar silat PPLP saat ini ditangani Yahya yang sebelumnya sebagai asisten. Saya bukannya ragu namun alangkah baiknya kami tunjuk pelatih yang memang memiliki kapasitas dan bisa memberikan prestasi olahraga Sulsel," katanya.
Tim pencak silat PPLP Sulsel dalam setiap kejuaraan memang mengalami penurunan prestasi. Pada 2011 bisa menembus posisi lima besar dengan satu emas dan dua perunggu melalui Bernardino, Fajriani, dan Purnamasari.
Sebaliknya di 2012 justru menurun dan hanya menempati peringkat sembilan di kejurnas antar-Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Kalimantan Selatan, 26 September - 1 Oktober 2012.
Berkekuatan 12 pesilat, tim Sulsel di kejurnas 2012 hanya berhasil merebut satu emas dan satu perunggu masing-masing diraih Bernardino dan Enda Meryanti di kelas E Putri.
Pengamat Olahraga Sulsel Mirdan Midding mengatakan bahwa kontribusi Dispora Sulsel seharusnya lebih nyata mengingat anggaran pembinaan olahraga yang diterima dari APBD Sulsel terbilang besar.
"Jumlah atlet PON Sulsel yang berasal dari binaan Dispora jika dipresentase hanya sekitar satu persen. Jumlah itu tentu sangat berbanding terbalik dari besarnya dana pembinaan yang diterima," ujarnya.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir di Makassar, Selasa, mengatakan bahwa aturan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel yang lebih memprioritaskan sosok internal untuk menduduki posisi pelatih justru membuat peningkatan prestasi olahraga Sulsel kurang maksimal.
"Contohnya cabang silat, berhubung pelatihnya yakni Ashary ditunjuk menangani Timnas Myanmar sehingga terpaksa meninggalkan atlet. Sementara kami juga tidak bisa menyodorkan pelatih pengganti karena bukan pegawai Dispora Sulsel," jelasnya.
Menurut dia, jika aturan tersebut tidak diperbaharui tentu akan berdampak pada perkembangan kualitas atlet Sulsel. Kondisi itu tentu saja tidak sesuai dengan tujuan program PPLP untuk melahirkan bibit atlet yang bisa diandalkan.
Sekretaris Umum IPSI Sulsel itu menjelaskan Sulsel khususnya untuk cabang pencak silat pada dasarnya memiliki banyak pelatih potensial. Namun karena terkendala aturan sehingga tidak bisa diberdayakan.
"Saya dengar silat PPLP saat ini ditangani Yahya yang sebelumnya sebagai asisten. Saya bukannya ragu namun alangkah baiknya kami tunjuk pelatih yang memang memiliki kapasitas dan bisa memberikan prestasi olahraga Sulsel," katanya.
Tim pencak silat PPLP Sulsel dalam setiap kejuaraan memang mengalami penurunan prestasi. Pada 2011 bisa menembus posisi lima besar dengan satu emas dan dua perunggu melalui Bernardino, Fajriani, dan Purnamasari.
Sebaliknya di 2012 justru menurun dan hanya menempati peringkat sembilan di kejurnas antar-Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di Kalimantan Selatan, 26 September - 1 Oktober 2012.
Berkekuatan 12 pesilat, tim Sulsel di kejurnas 2012 hanya berhasil merebut satu emas dan satu perunggu masing-masing diraih Bernardino dan Enda Meryanti di kelas E Putri.
Pengamat Olahraga Sulsel Mirdan Midding mengatakan bahwa kontribusi Dispora Sulsel seharusnya lebih nyata mengingat anggaran pembinaan olahraga yang diterima dari APBD Sulsel terbilang besar.
"Jumlah atlet PON Sulsel yang berasal dari binaan Dispora jika dipresentase hanya sekitar satu persen. Jumlah itu tentu sangat berbanding terbalik dari besarnya dana pembinaan yang diterima," ujarnya.
Tinju - Sulsel Turunkan Atlet Lapis Kedua di Kejurnas
Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Selatan hanya menurunkan petinju lapis kedua menghadapi Kejuaraan Nasional Elite atau senior di Lahat, Sumatera Selatan, 20-27 Mei 2013.
Sekretaris Umum Pertina Sulsel Abdi Amahoru di Makassar, Rabu, mengatakan tidak dapat menurunkan atlet terbaik karena beberapa petinju andalan seperti Zada dan Charles, saat ini tengah bersaing di Kejurnas Piala Manggindaan, 12-18 Mei 2013.
"Kami hanya menurunkan empat petinju dimana dua diantaranya merupakan petinju binaan PPAD Sulsel yakni Busman (45kg) serta Irfandy (52kg). Kami juga tetap berharap pada Haris yang merupakan mantan petinju pra PON 2011," jelasnya.
Mengenai peluang di kejurnas, dirinya memilih bersikap realistis. Pengprov Pertina Sulsel juga sengaja tidak memberikan target khusus bagi keempat atlet mengingat kualitas kejuaraan yang lebih ketat.
Namun demikian, menurut dia, Pengprov Pertina Sulsel tetap berharap seluruh atlet bisa memberikan hasil maksimal di kejurnas Lahat 2013. Apalagi, kata dia, dua atlet Pusat Pembinaan Atlet Daerah (PPAD) Sulsel tersebut juga memiliki banyak prestasi sejak masih menjadi atlet PPLP.
"Meski sulit namun kita tetap berharap meraih hasil terbaik. Namun jika akhirnya gagal juga tidak masalah karena tujuan utama kita untuk memberikan pengalaman lebih bagi seluruh atlet," katanya.
Ketua Panitia Pelaksana Dhenie Zainal menyatakan kejuaraan yang rencananya diikuti 33 daerah tersebut akan mempertandingkan 13 kelas. Untuk kategori putra terdiri atas, layang ringan 46 kg, layang 48 kg, terbang 52 kg, bantam 56 kg, ringan 60 kg, walter ringan 64 kg, walter 69 kg, menengah 75 kg, berat ringan 81 kg.
Sementara untuk kategori putri, kelas ringan 46 kg, terbang 52 kg, bantam 57 kg, dan walter ringan 64 kg.
Ketua Bidang Teknik PP Pertina John Amanupunyo menjelaskan kejuaraan elite Lahat dan kejurnas Piala Wapres merupakan peluang terbuka bagi atlet untuk mengisi kuota pelatnas yang masih tersisa.
Pihaknya juga berharap para petinju terbaik di kejuaraan tersebut bisa menembus tim inti SEA Games. Apalagi PP Pertina masih menerapkan sistem promosi degradasi bagi setiap atlet.
Sekretaris Umum Pertina Sulsel Abdi Amahoru di Makassar, Rabu, mengatakan tidak dapat menurunkan atlet terbaik karena beberapa petinju andalan seperti Zada dan Charles, saat ini tengah bersaing di Kejurnas Piala Manggindaan, 12-18 Mei 2013.
"Kami hanya menurunkan empat petinju dimana dua diantaranya merupakan petinju binaan PPAD Sulsel yakni Busman (45kg) serta Irfandy (52kg). Kami juga tetap berharap pada Haris yang merupakan mantan petinju pra PON 2011," jelasnya.
Mengenai peluang di kejurnas, dirinya memilih bersikap realistis. Pengprov Pertina Sulsel juga sengaja tidak memberikan target khusus bagi keempat atlet mengingat kualitas kejuaraan yang lebih ketat.
Namun demikian, menurut dia, Pengprov Pertina Sulsel tetap berharap seluruh atlet bisa memberikan hasil maksimal di kejurnas Lahat 2013. Apalagi, kata dia, dua atlet Pusat Pembinaan Atlet Daerah (PPAD) Sulsel tersebut juga memiliki banyak prestasi sejak masih menjadi atlet PPLP.
"Meski sulit namun kita tetap berharap meraih hasil terbaik. Namun jika akhirnya gagal juga tidak masalah karena tujuan utama kita untuk memberikan pengalaman lebih bagi seluruh atlet," katanya.
Ketua Panitia Pelaksana Dhenie Zainal menyatakan kejuaraan yang rencananya diikuti 33 daerah tersebut akan mempertandingkan 13 kelas. Untuk kategori putra terdiri atas, layang ringan 46 kg, layang 48 kg, terbang 52 kg, bantam 56 kg, ringan 60 kg, walter ringan 64 kg, walter 69 kg, menengah 75 kg, berat ringan 81 kg.
Sementara untuk kategori putri, kelas ringan 46 kg, terbang 52 kg, bantam 57 kg, dan walter ringan 64 kg.
Ketua Bidang Teknik PP Pertina John Amanupunyo menjelaskan kejuaraan elite Lahat dan kejurnas Piala Wapres merupakan peluang terbuka bagi atlet untuk mengisi kuota pelatnas yang masih tersisa.
Pihaknya juga berharap para petinju terbaik di kejuaraan tersebut bisa menembus tim inti SEA Games. Apalagi PP Pertina masih menerapkan sistem promosi degradasi bagi setiap atlet.
Langganan:
Postingan (Atom)